Bulog Siap Minimalisir Penyelewengan Raskin

article thumbnail

JAYAPURA — Beberapa kasus penyelewengan Beras Miskin (Raskin) yang kerap terjadi hingga berulang [ ... ]


Kamasan Institute : Ada Kesengajaan Ulur Waktu Pilgub

JAYAPURA- Sekertaris Kamasan Institute,  Musa Sombuk  mengatakan bahwa delapan bulan molornya wakt [ ... ]


Puskesmas di Kota Jayapura Dapat Bantuan Ambulan

article thumbnail

JAYAPURA – Berdasarkan Riset Fasilitas Kesehatan (Risfaskes) tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Bad [ ... ]


Rabu, 22 Februari 2012
Home Biak
BIAK
2012 Biak Optimis Dapat Predikat WTP PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Selasa, 21 Februari 2012 22:53

Sardiana : Pengelolaan keuangan daerah di Papua masih sangat rendah


Biak- Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, menjalin kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Papua, dalam rangka membangun sumber daya manusia pejabat pemerintah di daerah ini dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Kini di kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat telah dibuka klinik konsultasi pengelolaan keuangan oleh tim asistensi BPKP. 
Kepala BPKP Perwakilan Papua, I Nyoman Sardiana mengatakan, Pemkab Biak Numfor kini telah menjalin kerja sama dengan BPKP dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Ia mengatakan, selama ini pengelolaan keuangan daerah masih dianggap belum begitu baik sehingga dalam pertanggungjawaban penggunaan anggaran keuangan pemerintah daerah, selalu menjadi temuan badan pemeriksa keuangan (BPK). Dan ini hampir terjadi di semua kabupaten dan  kota di Papua. “Banyaknya temuan BPK di hampir semua kabupaten di papua yang terjadi setiap tahun karena sumber daya manusia pejabat pemerintah di Papua dalam hal pengelolaan keuangan daerah masih sangat rendah, khususnya mengenai masalah administrasi keuangan,” katanya kepada Bintang Papua, Senin lalu di Biak.

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 442

Editorial

Hukum Yang Ompong

Puluhan nyawa di atas Tanah Papua terus melayang, dan rasanya jumlahnya akan terus bertambah, tidak peduli itu dari warga sipil, militer atau polisi, orang asli Papua maupun non Papua, namun yang pasti aksi penghilangan nyawa atas manusia itu tidak bisa di biarkan terus - menerus.
Kisruh, kerusuhan, dan anarkhisme di atas Tanah Papua seakan tidak habis – habisnya, motifnya pun beragam, mulai dari tudingan aksi kelompok yang bertentangan ideologi, Pilkada, masalah perburuhan, sampai dengan aksi – aksi kriminal yang misterius.
Belum lagi sejumlah kasus yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan korupsi oleh para penguasa, yang juga terkesan jalan di tempat dan tidak mampu di tuntaskan oleh aparat baik itu polisi maupun kejaksaan, menambah daftar panjang betapa tidak berdayanya hukum di atas tanah ini. Karena hukum kita hanya terlihat tajam kepada mereka yang akrab di sebut sebagai pelaku makar, pelaku tipiring, pengecer togel, atau pelanggar lalu lintas yang notabene aktor – akto [ ... ]


Opini

Sejarah……… Akan Memerdekakan Rakyat Papua ( 95% orang Papua mau merdeka)

article thumbnail

Duta Besar Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia, pada bulan Juni 1969 kepada anggota Tim PBB, Dr. Fernando Ortiz Sanz, secara rahasia mengakui: “ 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua.” (Sumber Dok: Jack W.Lydman’s Report, Juli 18, 1969, in AA). Sedangkan, Dr. Fernando Ortiz Sanz, perwakilan PBB untuk mengawasi pelaksanaan PEPERA 1969 melaporkan: “Penjelasan orang-orang Indonesia atas pemberontakan Rakyat Papua sangat tidak dipercaya. Sesuai dengan laporan res [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul