Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Biak Kampung Komboi Jadi Pelopor STBM di Papua
Kampung Komboi Jadi Pelopor STBM di Papua PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Jumat, 17 Februari 2012 22:07

Dinilai berhasil melaksanakan lima pilar STBM dan PHBS secara baik

Para tim STBM dan Relawan sedang melakukan verifikasi STBM di kampung Komboi, distrik Warsa di Biak, sebagai salah satu kampung pelopor di Papua. Jumat 17 Feb. Biak - Pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang berlangsung di kampung Komboi, Distrik Warsa, Kabupaten Biak Numfor, tahun ini akan dijadikan sebagai kampung pelopor di Provinsi Papua. Sekaligus sebagai kampung percontohan dari 14 kampung yang berada di Distrik Warsa. Indikator penilaian kampung pelopor, diukur dari plaksanaan sarana lima pilar STBM serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), yang telah berlangsung cukup baik di kampung tersebut.
Koordinator Tenaga Lapangan STBM Distrik Warsa, Yuyun Warbal mengatakan, dampak pelaksanaan STBM telah memicu perilaku warga kampung Komboi untuk tidak membuang kotoran air besar disembarang tempat, dan tingkat kesadaran warga kampung untuk mencuci tangan pakai sabun sudah cukup baik. Lanjut kata Yuyun, masyarakat kampung komboi kini semuanya telah memiliki jamban keluarga. Selain itu, masyarakat juga telah memahami cara pengelolaan air minum rumah tangga dan makanan, serta pengelolaan sampah rumah tangga dan limba cair. Keberhasilan kampung komboi sebagai kampung percontohan STBM di distrik Warsa, tidak terlepas dari kerja keras para tenaga relawan yang berjumlah 15 orang di kampung tersebut. “Yang jadi indikator penilaian dipengaruhi adanya pelaksanaan lima pilar dan perilaku hidup sehat sudah semakin baik di kampung Komboi ini, sehingga akan menjadi contoh bagi kampung-kampung lain,” katanya kepada Bintang Papua, Jumat (17/2).
Kampung Komboi merupakan salah satu dari 14 kampung di distrik  Warsa yang melaksanakan program Sanitation Hygiene and Water (SHAW) melalui pendekatan program STBM.   Kampung Komboi terletak di pantai utara Biak berhadapan langsung dengan lautan samudera Pasifik. Di kampung ini terdapat dua dusun, dengan jumlah penduduk sebanyak 394 jiwa dan terdiri dari 80 kepala keluarga.

Sementara Manajer Program SHAW, Ishak Matarihi mengatakan, masyarakat kampung Komboi mengenal program STBM berawal dari surat masuk dari kepala kampung kepada Yayasan Rumsram sebagai pengelola program SHAW. Dan setelah melalui sosialisasi dan persiapan, pada Maret 2011 dilanjutkan dengan pelatihan fasilitator STBM yang diikuti 40  orang peserta, masing-masing 15 orang dari Komboi  dan 25 orang dari dua kampung tetanga. Pelatihan ditindak lanjuti dengan triggering pada dusun di masing-masing kampung. Namun kehadiran warga kampung saat itu sangat minim, program tersebut dinilai sebagai program yang tidak ada uangnya. “Saat itu masyarakat yang menghadiri pemiciuan di masing-masing dusun di kampung Komboi sangat sedikit karena masyarakat sudah mendengar bahwa program STBM tidak ada uang bantuan atau non subsidi,” kenangnya.
Namun dengan minimnya masyarakat yang hadir pada pemicuan pertama justru membuat para relawan (kader) STBM Kampung Komboi berkomitmen untuk menjadikan seluruh rumah tangga yang tidak hadir sebagai target dengan cara mendatangi rumah penduduk dan melakukan promosi lima pilar STBM.
Dengan terpilihnya kampung komboi sebagai kampung percontohan, maka dalam tahun ini akan dideklarasikan sebagai salah satu kampung pelopor STBM di Provinsi Papua.
Keberhasilan kampung komboi ini, tidak terlepas dari upaya pendampingan tim STBM Yayasan Rumsram yang bekerjasama dengan lembaga donor Simawi asal negeri Belanda, serta didukung Pokja AMPL Dinas Kesehatan dan Badan Pemberdyaan Masyarakat Kampung (BPMK) di daerah ini. (pin/lo2)

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul