| Anggota PKRI dan Veteran Sulit Dapat Raskin |
|
|
|
| Ditulis oleh (pin/don/LO1) | ||||||
| Minggu, 19 Februari 2012 13:40 | ||||||
|
Ketua PKRI Biak Numfor, Junias Rapami mengatakan, meskipun selama ini sudah ada perhatian pemerintah, namun penanganannya belum dilakukan secara serius. Ia mencontohkan, kesejahteraan untuk mendapatkan kebutuhan sembako hanya diberikan satu tahun sekali. Dan meskipun para anggota pejuang ini telah menyiapkan uang untuk menebus raskin dan sudah diajukan ke pihak bulog, tetapi tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti layaknya warga negara republik Indonesia lainnya, yang telah menikmati beras raskin. Selain itu sebagai anggota PKRI, para pejuang kemerdekaan ini tidak pernah dilengkapi pakain seragam. “Kami sudah kumpul uang, dan dana untuk tebus raskin sudah ada, kami urus lewat kecamatan dan dinas kesejahteraan sosial, tapi sampai digudang dolog (milik bulog) mereka tidak mau melayani kami,” kata Janias Rapami kepada Bintang Papua, Minggu (19/2). Jumlah anggota pejuang kemerdekaan yang terdaftar di PKRI Biak Numfor dan memiliki surat keputusan presiden Republik Indonesia, berjumlah 34 orang. Dari jumlah tersebut, anggota pejuang yang masih hidup sebanyak 16 orang, sedangkan yang sudah ditinggal suami atau janda berjumlah 12 orang, dan yatim piatu 6 orang. (pin/don/LO1)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |
||||||
| LAST_UPDATED2 |




Biak - Pemerintah dinilai tidak serius memperhatikan kesejahteraan puluhan anggota Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) dan anggota Veteran yang berada di Kabupaten Biak Numfor. Janji pemerintah Indonesia untuk memberikan hak kehidupan yang layakpun tidak pernah terealisasi. Bahkan program beras miskin (raskin) yang selama ini disalurkan ke masyarakat, tidak pernah dinikmati para anggota bekas pejuang ini.