Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Ekonomi Bisnis Semen Langka, Pembangunan Hotel Horyzon Terhambat
Semen Langka, Pembangunan Hotel Horyzon Terhambat PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh (ds/bom/LO1)   
Selasa, 21 Februari 2012 11:49

Hotel Horyzon Jayapura yang proses pembangunannya terpaksa molor karena berbagai hal JAYAPURA—Pada awalnya pembangunan Hotel Horyzon Jayapura direncanakan rampung pada Februari 2012, namun karena berbagai kendala yang dihadapi akhirnya pembangunan Hotel tersebut mundur dari waktu yang diperkirakan, salah satu penghambat yang saat ini menjadi kendala utama adalah, kelangkaan semen.

“Sekarang kita prediksi pembangunan rampung pada Pertengahan Tahun 2012, ini terpaksa karena berbagai macam masalah muncul, seperti stok semen yang sempat kosong,” aku Hartono, Penanggung Jawab Pembangunan Hotel Horyzon Jayapura kepada wartawan di lokasi pembangunan, Selasa (21/02) siang kemarin.

Kekosongan stok Semen menjadi masalah utama yang muncul ketika proses pembangunan Hotel berbintang itu berjalan, dan diakui oleh Hartono molornya pembangunan bahkan terjadi hingga hitungan Bulan. “Kita sempat berhenti kerja hingga lebih dari satu bulan karena tidak ada bahan baku yang tersedia,” ucapnya.

Selain karena kekosongan stok Semen, kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada juga menjadi penyebab terhambatnya pembangunan, namun hal itu bukanlah yang utama. “Kita ingin kerja sesempurna mungkin karena ini Hotel kan sudah berstandar internasional, jadi dengan SDM yang ada terpaksa pembangunannya berjalan lambat,” tutur Hartono.

Fasilitas yang akan tersedia di Hotel Horyzon Jayapura sendiri adalah 108 kamar dengan pembagian 4 kelas, yaitu 4 kamar Suite (President Suite), 8 kamar Junior Suite, Deluxe sebanyak 76 kamar, dan 20 kamar Superior.

Selain itu, nantinya juga akan ada fasilitas penunjang lainnya, seperti Area parker di Basement (Yang mampu menampung 50 Mobil), Coffee House, bar, Resto, Fitness & Spa, dan laundry. Dan dengan akan menyadang status Convention Hotel, Horyzon sendiri akan memilki 6 ruang rapat yang seluruhnya terletak di lantai 2. (ds/bom/LO1)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul