Bulog Siap Minimalisir Penyelewengan Raskin

article thumbnail

JAYAPURA — Beberapa kasus penyelewengan Beras Miskin (Raskin) yang kerap terjadi hingga berulang [ ... ]


Kamasan Institute : Ada Kesengajaan Ulur Waktu Pilgub

JAYAPURA- Sekertaris Kamasan Institute,  Musa Sombuk  mengatakan bahwa delapan bulan molornya wakt [ ... ]


Puskesmas di Kota Jayapura Dapat Bantuan Ambulan

article thumbnail

JAYAPURA – Berdasarkan Riset Fasilitas Kesehatan (Risfaskes) tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Bad [ ... ]


Rabu, 22 Februari 2012
Home Headline
Headline Bintang Papua
Forkorus Cs Dianggap Bentuk Negara di Atas Negara PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012 22:25

Forkorus Cs  Dianggap Bentuk Negara di  Atas  Negara

Forkorus: Kami Hanya Memulihkan Negara Kami

 

Sidang Terhadap Kelima Terdakwa Kasus Makar Kali Ini Menghadirkan Tujuh Orang Saksi dari Rencana Awal Delapan Saksi.JAYAPURA- Forkorus Cs, dinilai telah membentuk Negara di dalam negaa yang sah yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) . Demikian antara lain diungkapkan para saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan terdakwa Makar di PN Jayapura Selasa (21/2).
Ya, sidang terhadap kelima terdakwa kasus makar dalam KRP III lalu, Forkorus Yoboisembut, Edison Gladius Waromi, Agustinus M. Sananay Kraar, Selpius Bobii dan Dominikus Sorabut, yang pada sidang sebelumnya melakukan walk out, maka kali ini sidang yang untuk keenam kalinya dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Jayapura, Selasa (21/02) kemarin.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Julius D. Teuf, SH. dan dibantu Ahmad Dematubun, SH. Maskel Rambolangi, SH. Mychel Rambi, SH. dan Steven P. I. Rumambi, SH. dalam sidang kali ini menghadirkan delapan orang saksi, namun yang datang hanya 7 saksi.
Sidang kasus makar ini dibuka tepat Pukul 09.00 WIT oleh Majelis Hakim yang diketuai Jack Johannis Oktavianus, SH. MH. yang juga merupakan Ketua PN Klas I A Jayapura didampingi empat hakim anggota diantaranya, I Ketut Suarta, SH. MH. Syors Mambrasar, SH. Willem Marco Erari, SH. dan Orpa Marthina, SH. serta dibantu dengan dua Panitera Pengganti (PP) yakni Elsye Mebri, SH. dan Faisal Munawir, SH.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, dimana ketujuh saksi tersebut dalam memberikan keterangannya dihadapan persidangan masing-masingnya selama satu (1) jam.

Selanjutnya...
 
Informasi Perdasus Pilgub Harus Sama PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012 22:25

Informasi  Perdasus Pilgub Harus Sama

Feri Kareth: Masyarakat Bukan Orang Bodoh

 

Feri KarethJAYAPURA -  Pelaksanaan Pimilihan  Gubernur Provinsi Papua yang sudah delapan bulan mengalami penundaan,  bukan tanpa alasan. Anggota  KPU  Provinsi  Papua  Feri Kareth   SH MH  mengatakan, Perdasus Pilgub Provinsi  Papua  harus ada kepastian  hukum. Apabila   tanpa kepastian hukum, maka pelaksanaan  Pilgub  tak  bisa  dilaksanakan  dan  terus menerus mengalami  penundaan. 
Diakui selama ini,  ada kesan informasi yang keluar soal Perdasus Pilgub berbagai versi, padahal kondisi ini tentu saja berdampak kurang baik kepada masyarakat. “Jadi  informasi  Perdasus  Pilgub itu harus sama,  sehingga  masyarakat  tak bertanya tanya. Apalagi,  masyarakat  bukan  orang bodoh. Banyak   orang pintar. Apakah  Perdasus  Pilgub    itu  sudah  final atau bagaimana,”  tandasnya.
Menurut  dia, jalan  tidaknya Pilgub Papua  sangat tergantung  Perdasus Pilgub  sudah  sah  atau masih    harus diluruskan sebagaimana  instruksi  Mendagri.
“Ini kan  jadi soal.  Jadi  seandainya  barang  itu sudah  disetujui  Mendagri, maka  DPRP segera  mulai dengan  pentahapan  Pilgub,” katanya usai bertemu  Gubernur  Provinsi Papua   terkait  kelanjutan  Pemilkuada  Kabupaten  Tolikara  di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jayapura, Selasa (21/2).

Selanjutnya...
 
‘Tra’ Ada Guru, Anggota Satgas Yonif 142/KJ Jadi Guru PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012 22:25

Melihat dari Dekat SD-SMP di Kampung Yanggandur Merauke

‘Tra’ Ada Guru, Anggota Satgas Yonif 142/KJ Jadi Guru

 

Selain piawai mengokang senapan menjaga keutuhan NKRI di daerah perbatasan, untuk membantu menghidupkan dunia pendidikan anggota Satgas Yonif 142 / Ksatria Jaya rupanya juga piawai memainkan kapur di papan tulis, bentuk nyata sumbangsih mereka untuk pendidikan anak – anak di Papua. Bagaimana kisah mereka? Berikut bincang-bincang mereka dengan Bintang Papua

Laporan : Lidya Salmah Ahnazsyiah-Merauke


Serda Wahyu Anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 142-KS yang sedang mengajar di kelas IV SD YPPK Santo Fransiskus Xaferius Yangga.Senin (20/2) pagi sekitar pukul 07.30 WIT, tiga orang anggota berseragam loreng tengah mengatur sekitar 61 murid SD YPPK Santo Fransiskus Xaverius Yanggandur baris berbaris di halaman upacara SD tersebut.
Serda Wahyu, Kopda Andy Irawan dan Praka Jambari yang selidik punya selidik rupanya adalah guru bantu di SD itu. Ketiganya anggota Satgas Yonif 142/KS itu sedang mengarahkan muridnya dari kelas I hingga VI untuk melaksanakan upacara bendera. Praktis, upacara bendera yang diawaki sejumlah murid SD itu berjalan baik atas bimbingan pak guru ‘loreng’ itu.
“Kita harus membiasakan mereka upacara dari sekarang, karena dengan begini mereka akan menghargai negara dan para pejuang kita yang dengan pengorbanannya bisa mengibarkan bendera Merah Putih kita ini,”celetuk salah seorang guru’tentara’ itu kepada Bintang Papua.
Mengatur anak usia belia di tingkat SD memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, butuh kesabaran yang tinggi untuk menghadapinya. Apalagi para guru’tentara’ itu berangkat dari latar belakang yang berbeda, yakni doktrin militer yang kental. Namun begitu, dalam praktek mengajar di lapangan, tak nampak sikap militer mereka, namun sebaliknya mereka penuh dengan kasih sayang seperti seorang bapak dan anak.  

Selanjutnya...
 
Hadapi Separatis di Papua Bukan Hanya Tugas TNI PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012 22:20

Hadapi Separatis  di Papua Bukan   Hanya Tugas TNI

 

Mayjen Tni Muhamad Erwin SyahfitriJAYAPURA - Untuk menangani masalah separatis di Papua, bukanlah semata menjadi tugas dan tanggung jawab dari Kodam XVII/Cenderawasih semata ,namun merupakan tanggung jawab kita bersama  seleruh komponen yang ada di Papua serta masyarakat Papua pada umumnya .
Hal tersebut dikatakan Pandam XVII/Cenderawasih yang baru, Mayjen TNI Muhamad Erwin Syahfitri di hadapan sejumlah wartawan saat pertama kali menjalankan tugas sebagai Pangdam  XVII/Cenderawasih yang baru, di Makodam, Selasa (21/2) . “Kodam XVII/Cenderawasih saat ini sudah melakukan tugas dengan baik dan beberapa hal mengenai program yang sudah bagus dan akan saya lannjutkan , serta akan saya pelajari lebih detail terutama Program kerja Kodam XVII/Cenderawsih untuk selanjutnya ke depan terus mengutamakan masyarakat dengan terus menciptakan damai dan kasih di tengah masyarakat , seperti Slogan Kodam XVII/Cenderawasih Damai dan Kasih itu Indah, “tegas Syafitri.
Menurutnya, Kodam XVII/ Cenderawasih bukanlah daerah yang baru baginya namun ia sudah mengenal Kodam XVII/Cenderawasih sejak ia berada di Papua dan pernah bertugas Oprasional  Keamanan dalam Negeri di Irian Jaya (Kamdagri/Irja) pada tahun 1982-1991 di Batalion  Yonif 751 Jayapura.

Selanjutnya...
 
John Tabo— Usman Wanimbo Segera Dipertemukan PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012 22:19

John Tabo— Usman Wanimbo Segera  Dipertemukan

 

Alfons SesaJAYAPURA—Guna   mendamaikan kedua massa pendukung  Calon Bupati masing-masing John Tabo  yang   diusung  Partai  Golkar  dan  Usman Wanimbo dari  Partai  Demokrat,  maka Pemda Tolikara merencanakan memfasilitasi  mempertemukan kedua   Calon Bupati tersebut agar  Pilkada   Kabupaten Tolikara segera dilanjutkan secepatnya.  Namun,   dia  tak  menjelaskan  tenggang waktu pelaksanaaan Pilkada. 
Demikian disampaikan Penjabat Bupati   Tolikara  Drs Alfons  Sesa usai bertemu  Gubernur  Provinsi Papua   guna melaporkan situasi keamanan  dan  kelanjutan  Pilkada  Kabupaten Tolikara  di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jayapura, Selasa (21/2).
“Harus ada  prosedur yang  kita  lewati  lagi sesuai  dengan aturan. Kalau  soal penyelenggaraan Pilkada  itu  hal yang  sifatnya  teknis dan  itu   kewenangan KPU bukan  kewenangan Penjabat Bupati,” katanya
Dikatakan,  situasi  keamanan di Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara   kini  sudah  berangsur   pulih serta   masyarakat  setempat   sudah  bisa mulai melaksanakan aktivitas masing masing.
Karena  itu, kata  dia,  pihaknya  telah  mengambil  langkah langkah  untuk  penanganan pasca  aksi bentrok  antara   massa    pendukung    Calon Bupati  John Tabo    dan  Usman Wanimbo.
“Kami sudah rapat  koordinasi untuk  upaya  pemulihan keamanan  tetap akan terus  kita lakukan,”  kata dia.
Kedua, mungkin langkah  nanti akan mempertemukanmereka  yang berkepentingan dalam  hal ini para  calon bupati dan  kemudian kita akan  melanjutkan Pemilukada Tolikara  dalam  waktu  secepatnya.   

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 371

Editorial

Hukum Yang Ompong

Puluhan nyawa di atas Tanah Papua terus melayang, dan rasanya jumlahnya akan terus bertambah, tidak peduli itu dari warga sipil, militer atau polisi, orang asli Papua maupun non Papua, namun yang pasti aksi penghilangan nyawa atas manusia itu tidak bisa di biarkan terus - menerus.
Kisruh, kerusuhan, dan anarkhisme di atas Tanah Papua seakan tidak habis – habisnya, motifnya pun beragam, mulai dari tudingan aksi kelompok yang bertentangan ideologi, Pilkada, masalah perburuhan, sampai dengan aksi – aksi kriminal yang misterius.
Belum lagi sejumlah kasus yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan korupsi oleh para penguasa, yang juga terkesan jalan di tempat dan tidak mampu di tuntaskan oleh aparat baik itu polisi maupun kejaksaan, menambah daftar panjang betapa tidak berdayanya hukum di atas tanah ini. Karena hukum kita hanya terlihat tajam kepada mereka yang akrab di sebut sebagai pelaku makar, pelaku tipiring, pengecer togel, atau pelanggar lalu lintas yang notabene aktor – akto [ ... ]


Opini

Sejarah……… Akan Memerdekakan Rakyat Papua ( 95% orang Papua mau merdeka)

article thumbnail

Duta Besar Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia, pada bulan Juni 1969 kepada anggota Tim PBB, Dr. Fernando Ortiz Sanz, secara rahasia mengakui: “ 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua.” (Sumber Dok: Jack W.Lydman’s Report, Juli 18, 1969, in AA). Sedangkan, Dr. Fernando Ortiz Sanz, perwakilan PBB untuk mengawasi pelaksanaan PEPERA 1969 melaporkan: “Penjelasan orang-orang Indonesia atas pemberontakan Rakyat Papua sangat tidak dipercaya. Sesuai dengan laporan res [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul