|
Forkorus Cs Dianggap Bentuk Negara di Atas Negara |
|
|
|
|
Selasa, 21 Februari 2012 22:25 |
Forkorus Cs Dianggap Bentuk Negara di Atas Negara
Forkorus: Kami Hanya Memulihkan Negara Kami
JAYAPURA- Forkorus Cs, dinilai telah membentuk Negara di dalam negaa yang sah yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) . Demikian antara lain diungkapkan para saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan terdakwa Makar di PN Jayapura Selasa (21/2). Ya, sidang terhadap kelima terdakwa kasus makar dalam KRP III lalu, Forkorus Yoboisembut, Edison Gladius Waromi, Agustinus M. Sananay Kraar, Selpius Bobii dan Dominikus Sorabut, yang pada sidang sebelumnya melakukan walk out, maka kali ini sidang yang untuk keenam kalinya dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Jayapura, Selasa (21/02) kemarin. Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Julius D. Teuf, SH. dan dibantu Ahmad Dematubun, SH. Maskel Rambolangi, SH. Mychel Rambi, SH. dan Steven P. I. Rumambi, SH. dalam sidang kali ini menghadirkan delapan orang saksi, namun yang datang hanya 7 saksi. Sidang kasus makar ini dibuka tepat Pukul 09.00 WIT oleh Majelis Hakim yang diketuai Jack Johannis Oktavianus, SH. MH. yang juga merupakan Ketua PN Klas I A Jayapura didampingi empat hakim anggota diantaranya, I Ketut Suarta, SH. MH. Syors Mambrasar, SH. Willem Marco Erari, SH. dan Orpa Marthina, SH. serta dibantu dengan dua Panitera Pengganti (PP) yakni Elsye Mebri, SH. dan Faisal Munawir, SH. Berdasarkan informasi yang didapatkan, persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, dimana ketujuh saksi tersebut dalam memberikan keterangannya dihadapan persidangan masing-masingnya selama satu (1) jam.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Informasi Perdasus Pilgub Harus Sama |
|
|
|
|
Selasa, 21 Februari 2012 22:25 |
Informasi Perdasus Pilgub Harus Sama
Feri Kareth: Masyarakat Bukan Orang Bodoh
JAYAPURA - Pelaksanaan Pimilihan Gubernur Provinsi Papua yang sudah delapan bulan mengalami penundaan, bukan tanpa alasan. Anggota KPU Provinsi Papua Feri Kareth SH MH mengatakan, Perdasus Pilgub Provinsi Papua harus ada kepastian hukum. Apabila tanpa kepastian hukum, maka pelaksanaan Pilgub tak bisa dilaksanakan dan terus menerus mengalami penundaan. Diakui selama ini, ada kesan informasi yang keluar soal Perdasus Pilgub berbagai versi, padahal kondisi ini tentu saja berdampak kurang baik kepada masyarakat. “Jadi informasi Perdasus Pilgub itu harus sama, sehingga masyarakat tak bertanya tanya. Apalagi, masyarakat bukan orang bodoh. Banyak orang pintar. Apakah Perdasus Pilgub itu sudah final atau bagaimana,” tandasnya. Menurut dia, jalan tidaknya Pilgub Papua sangat tergantung Perdasus Pilgub sudah sah atau masih harus diluruskan sebagaimana instruksi Mendagri. “Ini kan jadi soal. Jadi seandainya barang itu sudah disetujui Mendagri, maka DPRP segera mulai dengan pentahapan Pilgub,” katanya usai bertemu Gubernur Provinsi Papua terkait kelanjutan Pemilkuada Kabupaten Tolikara di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jayapura, Selasa (21/2).
|
|
Selanjutnya...
|
|
‘Tra’ Ada Guru, Anggota Satgas Yonif 142/KJ Jadi Guru |
|
|
|
|
Selasa, 21 Februari 2012 22:25 |
Melihat dari Dekat SD-SMP di Kampung Yanggandur Merauke
‘Tra’ Ada Guru, Anggota Satgas Yonif 142/KJ Jadi Guru
Selain piawai mengokang senapan menjaga keutuhan NKRI di daerah perbatasan, untuk membantu menghidupkan dunia pendidikan anggota Satgas Yonif 142 / Ksatria Jaya rupanya juga piawai memainkan kapur di papan tulis, bentuk nyata sumbangsih mereka untuk pendidikan anak – anak di Papua. Bagaimana kisah mereka? Berikut bincang-bincang mereka dengan Bintang Papua
Laporan : Lidya Salmah Ahnazsyiah-Merauke
Senin (20/2) pagi sekitar pukul 07.30 WIT, tiga orang anggota berseragam loreng tengah mengatur sekitar 61 murid SD YPPK Santo Fransiskus Xaverius Yanggandur baris berbaris di halaman upacara SD tersebut. Serda Wahyu, Kopda Andy Irawan dan Praka Jambari yang selidik punya selidik rupanya adalah guru bantu di SD itu. Ketiganya anggota Satgas Yonif 142/KS itu sedang mengarahkan muridnya dari kelas I hingga VI untuk melaksanakan upacara bendera. Praktis, upacara bendera yang diawaki sejumlah murid SD itu berjalan baik atas bimbingan pak guru ‘loreng’ itu. “Kita harus membiasakan mereka upacara dari sekarang, karena dengan begini mereka akan menghargai negara dan para pejuang kita yang dengan pengorbanannya bisa mengibarkan bendera Merah Putih kita ini,”celetuk salah seorang guru’tentara’ itu kepada Bintang Papua. Mengatur anak usia belia di tingkat SD memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, butuh kesabaran yang tinggi untuk menghadapinya. Apalagi para guru’tentara’ itu berangkat dari latar belakang yang berbeda, yakni doktrin militer yang kental. Namun begitu, dalam praktek mengajar di lapangan, tak nampak sikap militer mereka, namun sebaliknya mereka penuh dengan kasih sayang seperti seorang bapak dan anak.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Hadapi Separatis di Papua Bukan Hanya Tugas TNI |
|
|
|
|
Selasa, 21 Februari 2012 22:20 |
Hadapi Separatis di Papua Bukan Hanya Tugas TNI
JAYAPURA - Untuk menangani masalah separatis di Papua, bukanlah semata menjadi tugas dan tanggung jawab dari Kodam XVII/Cenderawasih semata ,namun merupakan tanggung jawab kita bersama seleruh komponen yang ada di Papua serta masyarakat Papua pada umumnya . Hal tersebut dikatakan Pandam XVII/Cenderawasih yang baru, Mayjen TNI Muhamad Erwin Syahfitri di hadapan sejumlah wartawan saat pertama kali menjalankan tugas sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih yang baru, di Makodam, Selasa (21/2) . “Kodam XVII/Cenderawasih saat ini sudah melakukan tugas dengan baik dan beberapa hal mengenai program yang sudah bagus dan akan saya lannjutkan , serta akan saya pelajari lebih detail terutama Program kerja Kodam XVII/Cenderawsih untuk selanjutnya ke depan terus mengutamakan masyarakat dengan terus menciptakan damai dan kasih di tengah masyarakat , seperti Slogan Kodam XVII/Cenderawasih Damai dan Kasih itu Indah, “tegas Syafitri. Menurutnya, Kodam XVII/ Cenderawasih bukanlah daerah yang baru baginya namun ia sudah mengenal Kodam XVII/Cenderawasih sejak ia berada di Papua dan pernah bertugas Oprasional Keamanan dalam Negeri di Irian Jaya (Kamdagri/Irja) pada tahun 1982-1991 di Batalion Yonif 751 Jayapura.
|
|
Selanjutnya...
|
|
John Tabo— Usman Wanimbo Segera Dipertemukan |
|
|
|
|
Selasa, 21 Februari 2012 22:19 |
John Tabo— Usman Wanimbo Segera Dipertemukan
JAYAPURA—Guna mendamaikan kedua massa pendukung Calon Bupati masing-masing John Tabo yang diusung Partai Golkar dan Usman Wanimbo dari Partai Demokrat, maka Pemda Tolikara merencanakan memfasilitasi mempertemukan kedua Calon Bupati tersebut agar Pilkada Kabupaten Tolikara segera dilanjutkan secepatnya. Namun, dia tak menjelaskan tenggang waktu pelaksanaaan Pilkada. Demikian disampaikan Penjabat Bupati Tolikara Drs Alfons Sesa usai bertemu Gubernur Provinsi Papua guna melaporkan situasi keamanan dan kelanjutan Pilkada Kabupaten Tolikara di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jayapura, Selasa (21/2). “Harus ada prosedur yang kita lewati lagi sesuai dengan aturan. Kalau soal penyelenggaraan Pilkada itu hal yang sifatnya teknis dan itu kewenangan KPU bukan kewenangan Penjabat Bupati,” katanya Dikatakan, situasi keamanan di Karubaga, ibukota Kabupaten Tolikara kini sudah berangsur pulih serta masyarakat setempat sudah bisa mulai melaksanakan aktivitas masing masing. Karena itu, kata dia, pihaknya telah mengambil langkah langkah untuk penanganan pasca aksi bentrok antara massa pendukung Calon Bupati John Tabo dan Usman Wanimbo. “Kami sudah rapat koordinasi untuk upaya pemulihan keamanan tetap akan terus kita lakukan,” kata dia. Kedua, mungkin langkah nanti akan mempertemukanmereka yang berkepentingan dalam hal ini para calon bupati dan kemudian kita akan melanjutkan Pemilukada Tolikara dalam waktu secepatnya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»
|
|
halaman 1 dari 371 |