Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Headline Hadapi Separatis di Papua Bukan Hanya Tugas TNI
Hadapi Separatis di Papua Bukan Hanya Tugas TNI PDF Cetak E-mail
Selasa, 21 Februari 2012 22:20

Hadapi Separatis  di Papua Bukan   Hanya Tugas TNI

 

Mayjen Tni Muhamad Erwin SyahfitriJAYAPURA - Untuk menangani masalah separatis di Papua, bukanlah semata menjadi tugas dan tanggung jawab dari Kodam XVII/Cenderawasih semata ,namun merupakan tanggung jawab kita bersama  seleruh komponen yang ada di Papua serta masyarakat Papua pada umumnya .
Hal tersebut dikatakan Pandam XVII/Cenderawasih yang baru, Mayjen TNI Muhamad Erwin Syahfitri di hadapan sejumlah wartawan saat pertama kali menjalankan tugas sebagai Pangdam  XVII/Cenderawasih yang baru, di Makodam, Selasa (21/2) . “Kodam XVII/Cenderawasih saat ini sudah melakukan tugas dengan baik dan beberapa hal mengenai program yang sudah bagus dan akan saya lannjutkan , serta akan saya pelajari lebih detail terutama Program kerja Kodam XVII/Cenderawsih untuk selanjutnya ke depan terus mengutamakan masyarakat dengan terus menciptakan damai dan kasih di tengah masyarakat , seperti Slogan Kodam XVII/Cenderawasih Damai dan Kasih itu Indah, “tegas Syafitri.
Menurutnya, Kodam XVII/ Cenderawasih bukanlah daerah yang baru baginya namun ia sudah mengenal Kodam XVII/Cenderawasih sejak ia berada di Papua dan pernah bertugas Oprasional  Keamanan dalam Negeri di Irian Jaya (Kamdagri/Irja) pada tahun 1982-1991 di Batalion  Yonif 751 Jayapura. “Sehingga tidak asing lagi buat saya, namun tetap saya harus mempelajari lebih detail tentang permasalahan yang ada di Papua,” tegas Syahfitri.  (cr32/don/l03)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul