Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Sabtu, 02 Februari 2013 06:54

Pegunungan Bintang Memanas

Taksir item ini
(0 pilihan)

Diduga Ada Upaya Pengalihan Suara Pilgub

Constant OktemkaJAYAPURA -  Situasi Kabupaten Pegunungan Bintang dilaporkan dalam kondisi tegang. Ini  menyusul adanya dugaan upaya pengalihan suara dari salah satu pasangan calon Gubernur Papua dengan cara menekan warga dan pengancaman.
Hal ini membuat semua masyarakat di sana malam ini (tadi malam) dalam kondisi tegang dan kubu yang bertikai saling siapkan senjata.
Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) asal Pegunungan Bintang Constant Oktemka kepada pers di Jayapura, Kamis (31/1) malam mengatakan, dirinya baru sore tadi kembali dari Oksibil ibukota Pegunungan Bintang dan situasi disana sangat mengkhawatirkan.


“Sebagai anggota MRP asal disana, saya imbau dan berharap jangan buat kekacauan diatas. Semua pihak harus tahan diri. Masyarakat sudah memilih calon Gubernur yang diinginkan, jadi jangan paksa mereka untuk ikut kehendak calon,” kata Constant.
Contant yang juga Wakil Ketua Pokja Adat pada MRP memaparkan, situasi kurang aman bermula adanya tim sukses salah satu calon Gubernur, memberi penekanan pada warga untuk ubah pilihannya karena melihat hasil suara dan ternyata mereka kalah di daerahnya sendiri.
“Timsus mereka disana adalah mulai Wakil Bupati sampai kepala distrik, mulai menekan masyarakat dan ancam. Mereka juga berusaha mengubah hasil pemilihan disana. Ini yang buat massa pendukung calon lain mulai bersatu dan lawan mereka,” kata dia.
Bahkan, sambung Constant, tadi sore sempat konflik horizontal. Beruntung hujan turun sehingga massa bubar. Saya juga sudah lapor Polres setempat dan mereka berupaya antisipasi situasi esok. Constant menegaskan, sebagai anggota MRP asal Pegunungan Bintang, dirinya meminta tim sukses kandidat Gubernur Papua tersebut, agar memerintahkan tim suksesnya agar stop tekan masyarakat.
“Masyarakat sudah beri suara dan susah diubah. Jangan ancam nantinya jadi konflik horizontal. Ini mau ancam bakar kantor KPU dan lainnya. Saya sudah lapor polisi kalau ada pejabat daerah di sana yang mungkin takut hilang jabatan sehingga tekan semua pihak. KPU disana sendiri belum keluarkan hasil sementara karena masih tunggu suara dari distrik yang belum masuk,” terang Constant Oktemka.
Dia tambahkan, sistem pemungutan suara di Pegunungan Bintang menggunakan dua cara yakni sistem Noken dan menggunakan TPS dengan kotak suara.
“Masyarakat Pegunungan Bintang sudah sangat pandai dan bisa menentukan calon Gubernur pilihannya. Jangan lagi kita ancam mereka,” pungkas Constant. (ist/don/l03)

Baca 976 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task