Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Selasa, 19 Februari 2013 09:27

NRPB: Doakan KMB Papua Barat di PBB

Taksir item ini
(1 Pilih)

JAYAPURA - Menteri Sekretariat Negara Republik Papua Barat (NRPB) versi ‘Presiden’ NRPB, Yance Hembring, yakni, Agus Waipon, meminta kepada rakyat Papua Barat untuk mendoakan rencana pelaksanaan Konferensi Meja Bundar (KMB) di PBB pada September 2013 mendatang.
Dijelaskan, sesuai dengan hasil putusan Mahkamah Internasional (MI) bahwa dipastikan akan digelar KMB antara Pemerintah NRPB dan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di PBB.
“Mengenai waktu dan tempat pelaksanaannya nanti ditentukan oleh PBB, karena itu kewenangan PBB. Rakyat Papua, mari dukung dalam doa masalah perundingan damai antara NRPB dan NKRI di KMP PBB mendatang,” ujarnya saat menghubungi Bintang Papua via ponselnya, Senin, (18/2).


  Menurutnya, doa itu sangat penting, karena doa merupakan nafas kehidupan setiap pribadi umat Tuhan di muka Bumi ini, dan juga Tuhan-lah yang menciptakan alam semesta ini dan seisinya, termasuk nafas kehidupan ini milik Tuhan. Dan hanyalah Doa sebagai senjata yang paling ampuh dalam setiap perjuangan.
  Lanjutnya, sebagaimana diketahui, masalah Papua Barat (PB) adalah masalah pelecehan hak bangsa, karena PB mempunyai hak untuk merdeka dan berdaulat berpemerintahan sendiri, yang dirampas kemerdekaannya oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berdasarkan ketidakadilan dari resolusi PBB No 2504/1969, yakni Pepera 1969 sebagai UU Integrasi PB kedalam NKRI.
  “Urusan dengan NKRI sudah selesai, maka pada 27 Mei 2002 Presiden Yance Hembring membawa masalah ini ke MI yang berkedudukan di Deen Haag-Belanda , lalu MI mengeluarkan putusan pengadilan yang sifatnya akademika assignment, yang didalamnya ada 5 point penting, diantaranya, PB berhak memisahkan diri dari Negara penjajah. Dan kelima, Papua Barat mempunyai hak untuk mendirikan Negara sendiri,” tandasnya.
  Demi menyambut konferensi dimaksud, NRPB saat ini sedang mempersiapkan dokumen-dokumen perundingan secara lengkap untuk baik disampaikan kepada PBB maupun kepada Pemerintah NKRI, yang direncanakan Maret 2013 dirinya bersama Menteri NRPB bertemu dengan Presiden RI, SBY guna dibahas pengakuan pengakuan hak-hak kedalautan bangsa Papua Barat untuk merdeka sendiri, sebelum menghadiri konfrensi PBB.(nls/don/l03)

Baca 500 kali

Berikan komentar

Pastikan Anda memasukkan informasi yang diwajibkan (*). Dilarang menggunakan kode HTML.


Anti-spam: complete the task