Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Taksir item ini
(0 pilihan)

Paskalis Kossay bersama beberapa pengurus Golkar ketika memberikan keterangan pers di sekretariat DPD Golkar, Rabu  (15/4) kemarin.JAYAPURA – Perpecahan Partai Golkar di tingkat Pusat sudah mulai berimbas ke daerah khususnya di Provinsi Papua, kubu Agung Laksono telah menyapakkan kakinya di Kantor DPD Gokar Provinsi Papua dipimpin Ketua DPP Partai Golkar/Korwil Papua-Papua Barat ex Officio PLT Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Paskalis Kossay.
Paskalis Kossay dalam jumpa persnya di Kantor DPD Golkar Papua di Jayapura, Rabu (15/4) mengemukakan, Konsolidasi organisasi Partai Golkar merupakan amanat dari Putusan Mahkamah Partai Golkar dan merujuk pada Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor: KEP 036/DPP/GOLKAR/III/2015, tanggal 31 Maret 2015 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas Pengurus DPD Partai Golkar provinsi Papua.
“Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-01.AH.11.01 tanggal 23 Maret 2015, tentang pengesahan Kepengurusan hasil Munas Partai Golkar di Jakarta, maka secara de jure Kepemimpinan Bapak DR. HR. Agung Laksono yang diakui secara sah oleh pemerintah Republik Indonesia dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI, demikian juga secara de facto Sekretariat DPP Partai Golkar yang beralamat di Jalan Anggrek Nelly Murni XI A Jakarta Barat dikendalikan oleh Pengurus Hasil Munas Jakarta,” katanya. 

Taksir item ini
(0 pilihan)

Debora MoteJAYAPURA - Ketua Pokja Perempuan MRP, Debora Mote, Rabu (15/4) kepada media ini  menyatakan, mendukung penuh upaya Pemda Kabupaten Jayapura untuk menutup lokalisasi Tanjung Elmo yang terletak di Kabupaten Jayapura.
Menurut Debora Mote keberadaan lokalisasi Tanjung Elmo tidak baik bagi mental masyarakat, akibat dari itu banyak Perempuan jadi korban KDRT, kesehatan terganggu, HIV meningkat. “Karena salah satu faktornya adalah kehadiran tempat seperti itu,” ujar Debora Mote kepada Bintang Papua.
“Kami dari Pokja Perempuan memberikan apresiasi kepada Pemda Kabupaten Jayapura, dari sisi penutupan lokalisasi ini menolong orang Papua,”katanya.
Namun yang pihaknya khawatirkan lanjutnya, ketika lokalisasi ini ditutup, justru muncul tempat tempat prostitusi terselubung dimana-mana, hingga Kota ini penuh dengan tempat maksiat. Hal ini kata dia, perlu kita jaga bersama.
“Orang Papua juga harus sadar, untuk apa pergi ke lokalisasi, tidak ada guna, kalau sudah waktunya untuk menikah, yah menikah saja dengan baik-baik, jangan cari tempat tempat seperti itu, ingat orang Papua ini makin berkurang,” terangnya mengingatkan.

Jum'at, 17 April 2015 08:36

KPU Masih Kaji Sistem Noken Pilkada Serentak

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Sombok Musa YosephJAYAPURA — KPU Papua masih melakukan kajian terkait perlu tidaknya sistem Noken pada Pilkada Serentak di Provinsi Papua pada 9 Desember mendatang. Pasalnya, Pilkada Serentak hanya dilakukan dalam 1 putaran sehingga jumlah perolehan suara harus sesuai jumlah pemilih dan jumlah DPT.
Anggota Komisioner KPU Papua Ir. Sombok Musa Yoseph, M.Si, didampingi Izak Rendi Hikoyabi, SE., didampingi Tarwinto, S.Pd, M.Si, dan Beatrix Wanane, S.IP, MM., ketika Media Gathering Tentang Pilkada Serentak di Provinsi Papua Tahun 2015 di Aula Kantor KPU Papua, Jayapura, Rabu (15/4) mengutarakan, pihaknya masih melakukan kajian terkait penggunaan Noken, apakah sistem tersebut masih relevan dengan kehidupan berdemokrasi di Indonesia berdasarkan pengalaman penggunaan sistem Noken dalam Pilkada, Pileg dan Pilpres di Papua selama ini, walaupun Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa Noken sah sebagai pengganti kotak suara.(Mdc/don/l03)

Rabu, 15 April 2015 00:06

Puluhan Mama Papua Datangi DPRP

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir dan anggota DPRP lainnya bersama masyarakat, saat melihat kondisi pasar Mama-mama di jalan percetakan Negara, Kamis (14/4).JAYAPURA – Puluhan mama Papua mendatangi DPR Papua, Selasa (14/4) pagi kemarin.  Kedatangan mama-mama ini untuk meminta tenda atap pasar mama-mama sementara yang terletak di jalan percetakan diganti, lantaran tenda tersebut sudah tak layak dipakai karena robek hingga mengakibatkan jualan mereka terganggu.
Mereka diterima Anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir, Natan Pahabol, Thomas Sondegau dan Ruben Magay dan Kepala Bidang Cipta Karya dan Air Bersih, Dinas PU Provinsi Papua, Ir. Yan Ukaago, yang selanjutnya melakukan pertemuan di ruang Legislatif DPRP.
Bendahara Solpap yang mewakili mama-mama, Weli Warjuku menyatakan, kondisi tenda atap pasar mama-mama Papua sudah tak layak. Akibatnya, aktifitas jualan sangat terganggu ketika hujan mengguyur Kota Jayapura.
“Memang kami akui bahwa tenda atap pasar mama Papua ini hanya membutuhkan waktu 5 tahun. Namun kami tidak mau begini-begini saja sehingga kami datang ke DPR Papua untuk meminta kepada Pemerintah melihat kondisi yang dirasakan masyarakat tersebut,” kata Warjuku.

Taksir item ini
(0 pilihan)

YOHANIS HIKOYABISENTANI - Adanya elemen masyarakat (adat) tertentu yang menghadang rencana penutupan Lokalisasi Tanjung Elmo, mengundang reaksi dari dua organisasi pemuda Gereja yang tergabung dalam Forum Generasi Muda (FGM) baik FGM GKI maupun FGM GIDI.
FGM GKI dan FGM GIDI berencana akan melakukan aksi pemalangan di Lokalisasi Tanjung Elmo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, jikalau sampai keinginan Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak ditanggapi dengan bijak oleh sekelompok masyarakat, dalam hal ini masyarakat adat maupun pengelola tempat maksiat tersebut.
Pasalnya, ada pemberitaan yang telah diekspos bahwa Pemerintah Kabupaten Jayapura mengalami kesulitan untuk menutup lokalisasi prostitusi tersebut, lantaran tidak adanya dukungan dari elemen masyarakat yakni pihak masyarakat adat.
Sehingga, hal ini yang mendorong Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) akan melakukan aksi pemalangan kalau sampai ada pihak masyarakat adat yang tidak mendukung program yang telah dicanangkan pemerintah tersebut.

Rabu, 15 April 2015 00:02

Masyarakat Papua Belum Sepenuhnya Nikmati KPS

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Anggota DPR Papua, Tan Wie LongJAYAPURA – Anggota DPR Papua, Tan Wie Long menilai, masyarakat Papua hingga saat ini belum sepenuhnya menikmati program Gubernur dan Wakil Gubernur Papua tentang Kartu Papua Sehat (KPS).
Pasalnya, menurut politisi Golkar itu, orang Papua yang dilayani di rumah sakit merasa sangat kesulitan mendapatkan obat seutuhnya, karena masyarakat yang berobat di setiap rumah sakit hanya diberikan resep obat untuk beli di luar dengan menggunakan uang sendiri.
“Kami melihat bahwa program Kartu Papua Sehat ini belum mewujudkan apa yang diharapkan oleh bapak Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Visi Misinya yakni, “Papua Bangkit, Mandiri dan sejahtera,” kata Tan Wie Long kepada Bintang Papua belum lama ini.
Ia mengakui, masyarakat Papua yang menderita sakit datang ke rumah sakit untuk dilayani. Namun hanya bersifat memberikan obat-obat generik agar sembuh tapi sifatnya hanya sementara lalu kambuh kembali.

Rabu, 15 April 2015 00:03

Maziya Curi Poin di Mandala

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Jayapura – Maziya Sports and Recreation asal Maladewa berhasil mewujudkan targetnya untuk mencuri poin di Stadion Mandala Jayapura. Ini setelah pada Selasa sore kemarin, tim tamu itu memaksa Persipura Jayapura bermain imbang tanpa gol di lanjutan babak frup AFC Cup 2015.
Pada awal babak pertama, Maziya terlebih dahulu menciptakan peluang melalui sundulan penyerangnya Pablo Rodriguez Aracil yang memanfaatkan tendangan bebas Samdhoh dari sebelah kiri pertahanan Persipura, beruntung bola masih melambung di atas mistar gawang yang dijaga Dede Sulaiman.
Tidak lama berselang, giliran Persipura yang menciptakan peluang melalui kaki Boaz Solossa yang menyambut bola liar di daerah kotak pinalti lawan, hanya tendangannya mudah dijinakkan kiper lawan.
Hingga pertengahan babak pertama, tempo permainan relatif pelan dengan penguasaan bola didominasi oleh Persipura.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Robert Wanggai: Lokalisasi Terselubung  Bakal Muncul Dimana-mana
Ketua Komisi II DPR Papua, Deerd TabuniJAYAPURA- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menutup Lokalisasi Tanjung Elmo bulan Agustus mendatang, dinilai bisa berdampak buruk, terutama akan maraknya praktek lokalisasi terselubung dimana-mana. 
Demikian antara lain diungkapkan Anggota Pokja Media KPA Provinsi Papua Robert Wanggai, Senin( 13/4). Ia  menyatakan menyambut baik,  rencana Pemda Kabupaten Jayapura menutup lokalisasi Tanjung Elmo  dan menjadikannya sebagai  Kawasan Wisata Kuliner Nusatara terbesar di Papua.  Pasalnya,  dengan menjadikan  kawasan ini sebagai  Kawasan Wisata Kuliner akan memberikan dampak  positif ,  terutama terhadap penataan  tata ruang Kabupaten Jayapura  apalagi  lokalisasi itu berada di tempat yang tidak tepat.
 Hanya saja kata Robert,    Pemda setempat perlu memikirkan bahaya lainnya sehubungan ditutupnya lokalisasi Tanjung Elmo.  “Perlu diingat bahwa penutupan  itu  membuka peluang tumbuhnya lokalisasi terselubung. Para pekerja di Tanjung Elmo akan melakukan praktek terselubung yang memanfaatkan fasilitas lain seperti panti pijat, bar, hotel bahkan tempat tempat lainnya akan diciptakan  sebagai lokalisasi terselubung,”katanya.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Pelatih Kepala Persipura Jayapura Oswaldo Lessa  dan  Pelatih Kepala Meziya S & R MaladewaAli Susain, didampingi  Zulham Zamrun danZhifko Ginev, ketika sesi jumpa pers laga lanjutan AFC Cup 2015  Grup E di Stadion Mandala, Jayapura, Senin (13/4). JAYAPURA—Tim  kebanggaan masyarakat  Papua Mutiara Hitam Persipura Jayapura optimis  mampu meraih  tiga poin, ketika menjamu  wakil Maladewa Meziya SR dalam laga AFC Cup 2015 di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (14/4) petang ini.   Meskipun   kehilangan  empat pilarnya, masing-masing Ricardo Salampessy, Imanuel Wanggai, Ian Louis Kabesdan Lancine Kone.
Demikian diutarakan  Pelatih Kepala Persipura Jayapura Oswaldo Lessa  ketika bersama  Pelatih Kepala Meziya S & R Maladewa Ali Susain, Zulham Zamrun dan Zhifko Ginev, dalam sesi jumpa pers laga lanjutan AFC Cup 2015  Grup E di Stadion Mandala, Jayapura, Senin (13/4).
Menurut  Lessa,  libero Ricardo Salampessy  mengalami cedera hamstring ketika jumpa Bali United Pusam di Liga Super Indonesia  QNB di Stadion  Mandala, Jayapura, Rabu (8/4) pekan lalu.  Play Maker Imanuel Wanggai dan Ian Louis Kabes, mendapat akumulasi kartu kuning dan kartu merah pada laga AFC sebelumnya. Sedang Kone  tengah mengurus  visa di negaranya Pantai  Gading.

Halaman 2 dari 263