Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Sabtu, 20 Desember 2014 07:30

Ada Beda Jarak Tembak

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

JAYAPURA— Sidang lanjutan  kasus penembakan Anggota Batalyon Paskhas 468/Sarotama Biak Pratu Wardeni  di Kantor Pengadilan Negeri  Klas I A Jayapura, kembali dilanjutkan Rabu (17/12). 
Ada beda   pendapat   terkait  jarak  tembakan yang dilepaskan terdakwa masing-masing  Brigpol Victor Labobar  dan Briptu Noveter Muskita, ketika menembak mati Anggota Batalyon Paskhas 468/Sarotama Biak Pratu Wardenidi Jalan Suci Dolog, tepatnya di Depan Pasar Malam, Kelurahan Mandala, Distrik  Biak Kota, Sabtu (26/10) sekitar pukul 23.00 WIT.
Menurut  keterangan  saksi Ipda  M.Yusuf dan Bripka Sadrak Kiriweno sekaligus  Wakil Ketua Tim Penyidik, Polres Biak  ketika memberikan  kesaksian dalam
sidang lanjutan dipimpin Ketua Majelis Hakim  Irianto P.U, SH didampingi Anggota Majelis Hakim  Linn Carol Hamadi, SH dan Joko Waluyo, SHdi Kantor Pengadilan Negeri  Klas I A Jayapura, Rabu (17/12) mengutarakan, kesaksian  yang disampaikannya   berdasarkan  rekonstruksi di TKP pada 17 Juli 2014 silam, bahwa terungkap  terdakwa    Brigpol Victor Labobar  dan Briptu Noveter Muskita menembak mati korban Pratu Wardeni dari jarak dekat persisnya  dari  depan. Akibatnya korban mengalami luka  tembak di bagian kepala  tembus belakang.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni SH ketika bersalaman dengan Sekwan, Juliana Waromi usai pelantikan, pada Rabu, (17/12) malam.Setelah periode ganti periode, unsur pimpinan Perempuan di DPR Papua baru terjadi pada periode 2014-2019 ini. Tentu, Yani yang terpilih sebagai Ketua III DPR Papua yang dilantikan oleh ketua Pengadilan Tinggi Papua bersama Ketua dan Dua Wakil Ketua lainnya, pada Rabu (17/12), merupakan sejarah baru. Lantas Apa saja yang akan dilakukan setelah menduduki kursi Wakil Ketua III tersbeut? Berikut laporannya.

Oleh : Antonius Loy, Bintang Papua 
Sosok Yanni di mata masyarakat Papua memang tak kaget lagi ketika duduk di kursi parlemen.  Pasalnya, pertama kali masuk dunia politik, ia merupakan satu-satunya perempuan yang terpilih sebagai anggota DPR Papua dari Partai Bintang Reformasi periode 2004-2009.
Selama tiga tahun berjalan menjadi anggota DPR Papua ia dipercayakan pimpinan partai dari pusat untuk menjadi Ketua DPR Papua partai PBR, yang kemudian memasuki periode 2009-2014 kembali lolos menjadi anggota DPR Papua melalui pertarungan Pileg sejak itu.

Sabtu, 20 Desember 2014 07:27

Pangdam Harap Semua Pihak Bersabar

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Terkait Pengungkapan Kasus Paniai

Jayapura -  Belum terungkapnya kasus tewasnya 4 warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai
 Ikut mendapat perhatian dari  Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan. Terkait dengan kasus ini Pangdam,   berharap masyarakat di Enarotali, Kabupaten Paniai, membantu tim investigasi untuk mengungkap kekerasan yang terjadi di wilayah itu pada pekan lalu.
“Saya harap semua komponen, unsur-unsur kekuatan bangsa bersabar, dan saya berharap masyarakat bila ada bukti otentik diserahkan kepada tim investigasi,” kata Mayjen Fransen di Kota Jayapura, Papua, Kamis.
“Saya berharap masyarakat lebih terbuka, berikan gambar bila perlu, ada gak gambar itu, supaya kita tahu. Masalah Paniai, saya berharap sebenarnya hal ini terungkap, siapa sebenarnya pelakunya itu,” katanya menambahkan.
Menurutnya, sesuai petunjuk Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), yang benar dikatakan benar dan salah dikatakan salah.
“Apalagi itu dari anggota saya, akan ditindak. Kita sudah tegas melakukan hukuman seberat-beratnya, tapi kita tunggu saja dari hasil tim investigasi baik oleh Polri maupun Mabes TNI, kan sudah turun ke sana,” katanya.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Koordinator Lapangan Relawan Bara-JP Papua, Jefry Tabuni bersama rekan-rekannya saat menyampaikan keterangan pers JAYAPURA - Rencana Presiden Ir. Joko Widodo (Jokowi) menghadiri ibadah perayaan Natal  nasional di Papua, rupanya turut menyibukkan para Barisan Relawan Jokowi-JK untuk mempersiapkan diri dalam menyambut kehadiran Presiden Jokowi.
Koordinator Lapangan Relawan Bara-JP Papua, Jefry Tabuni, mengatakan, terkait dengan hal itu, dirinya menghimbau kepada Relawan Jokowi-JK untuk turut menghadiri perayaan Natal Nasional tersebut.
Namun, disini, dirinya mengundang Barisan Relawan Jokowi-JK untuk menghadiri pertemuan yang sedianya dilaksanakan pada Sabtu, (20/12) di Sekretariat Bara-JP Provinsi Papua di samping Dunkin Donuts atau tepatnya di depan Mall Ramayana Kotaraja.
Pentingnya pertemuan dimaksud, tidak lain, karena usai perayaan Natal Nasional, dijadwalkan Presiden Jokowi akan melakukan tatap muka dengan Barisan Relawan Jokowi-JK se-Tanah Papua.

Sabtu, 20 Desember 2014 07:26

Mengaku Jadi Tuhan, ‘Pasutri’ Dihakimi Massa

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Juga Mengklaim Telah Sampai ke Langit 123

Manokwari - Ada-ada saja. Sepasang suami istri  (Pasutri)  di Manokwari akhirnya dihakimi massa, lantaran mengaku dirinya sebagai Tuhan.  Kedua Pasutri ini, kini diamankan di Polsek Kota Manokwari.  Peristiwa ini bermula ketika di depan toko Nurai Manokwari, Rabu (17/12) pasutri bernama Jante dan Sinta Lia  ini melakukan kesaksian. Dalam kesaksian itu  salah satu dari mereka yakni Jante mengaku dirinya sebagai Tuhan dengan mengatakan bahwa dirinya telah sampai ke langit 123.
Dalam kotbahnya Janet menuturkan dirinya saat ke Medan beberapa tahun silam, ia  terangkat ke langit 123 namun tidak melihat Tuhan, yang ada hanya salip kosong, maka setelah di kembali dirinya mengaku menjadi Tuhan.
Mendegar kotbah yang tidak sesuai ajaran agama Kristen, 

Sabtu, 20 Desember 2014 07:25

Pelantikan 4 Pimpinan DPRP Sempat Diinterupsi

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Suasana pelantikan 4 pimpinan definitif DPRP, semalam (17/12). JAYAPURA – Empat Pimpinan Defenitif DPR Papua secara resmi dilantik yang ditandai pengambilan sumpah janji jabatan terhadap Ketua dan Wakil I, Wakil II dan Wakil III oleh Ketua Pengadilan Tinggi Papua Sudi Wardono, di ruang Rapat Paripurna DPR Papua, pada Rabu (17/12) tadi malam.
Namun pelantikan empat pimpinan DPR Papua itu diwarnai instrupsi dari ketua Fraksi Hanura DPR Paua, Yan Permenas Mandenas. “Sesuai semangat presiden kini, semua pejabat negara harus bebas dari indikasi korupsi. Kami harap kepada pimpinan yang akan dilantik, tidak ada lagi yang kena atau terindikasi korupsi. Jangan sampai terjadi hal itu. Karena kami lihat dari empat pimpinan masih ada satu pimpinan yang bermasalah. Pimpinan harus orang-orang yang bebas dari indikasi korupsi,” kata Yan.
Keempat Pimpinan defenitif DPR Papua tersebut, yakni Ketua DPR Papua, Yunus Wonda SH.MH dari partai Demokrat., Wakil Ketua I, Eduart Kaize dari PDI Perjuangan, Wakil Ketua II Fernando AY. Tinal dari partai Golkar dan Wakil Ketua III, Yanni SH dari partai Gerindra.

Sabtu, 20 Desember 2014 07:21

Pelaku Mengelak, TPN-OPM Dituding

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Pdt. Benny GiayJAYAPURA -  Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua, Pdt. Benny Giay mengungkapkan, kekerasan dan perlakuan terhadap masyarakat Papua yang dilakukan Negara sejak tahun 1960-an dalam berbagai bentuk (terakhir di Paniai, 8 Desember 2014) sudah lama terjadi.
Kekerasan itu dalam berbagai wujud telah membentuk watak, filsafat dan orientasi hidup orang Papua. Seperti, watak orang Jawa dan Sumatera dalam tahun 1920-an yang dibentuk oleh kebijakan Belanda dalam jaman penjajahan.
Dalam keterangan pers, Pdt. Benny Giay mengatakan, yang dilakukan di Tanah Papua sebagai Pimpinan Gereja beberapa tahun terakhir ini tidak lebih dari apa yang telah dilakukan para pimpinan agama di Jawa dan Sumatera dalam tahun 1920-an berhadapan dengan kolonialisme Belanda.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Alfares KapisaJayapura -Adanya penolakan terhadap rencana kedatangan Presiden  Joko Widodo (Jokowi)  untuk menghadiri Natal Nasional di Papua pada tanggal 27 Desember  mendatang, mendapat tanggapan serius dari Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (Gempar) Papua. 
Seorang Aktifis Gempar Papua, Alfares Kapisa, mengatakan, rakyat Papua harus jelih melihat serta menyikapi rencana kedatangan Presiden Joko Widodo  untuk Natal bersama dengan rakyat Papua.  Dikatakan, adalah sesuatu yang aneh, jika pada pemilihan presiden yang lalu, rakyat Papua memenangkan hampir 90 persen untuk mendukung Jokowi jadi presiden, namun  sekarang sudah jadi presiden  malah mau ditolak  datang ke Papua.
“ Sebagai kaum intelektual, kami melihat ini sesuatu yang lucuh, kita yang pilih tapi ditolak oleh rakyat sendiri,”katanya kepada Bintang Papua, di Waena kemarin mensikapi adanya penolakan soel rencana kedatangan Presiden ke Papua .
Ia melihat dengan  keanehan ini, rakyat Papua harus jelih  dan bertanya dibalik penolakan ini ada kepentingan  siapa?  Jangan karena kepentingan orang atau kelompok tertentu lantas mengatasnamakan rakyat atau umat Tuhan di Papua, ini yang perlu dicermati rakyat jangan terjebak dalam perminan untuk kepentingan pihak tertentu.

Sabtu, 20 Desember 2014 07:15

Bupati Mimika Dukung Putra Papua Pimpin Freeport

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Timika - Bupati Mimika Eltinus Omaleng mendukung penuh jika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Freeport Indonesia dalam waktu dekat akan memberi kepercayaan kepada salah satu putra terbaik Papua memimpin perusahaan itu menggantikan Rozik B. Soetjipto.
“Kami juga mendukung kalau anak daerah bisa menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia. Yang terpenting yang bersangkutan memiliki kemampuan dan pemahaman luas menyangkut Freeport. Tidak bisa orang sembarangan duduk di posisi seperti itu,” kata Bupati Omaleng kepada Antara di Timika, Papua, Rabu.
Untuk menjadi Presdir PT Freeport, menurut Bupati Omaleng, tidak mesti harus berasal dari Suku Amungme atau Kamoro, dua suku asli Kabupaten Mimika yang merupakan pemilik hak ulayat atas area konsesi pertambangan PT Freeport Indonesia.
“Idealnya harus anak Amungme atau Kamoro. Akan tetapi, warga Papua lain juga bisa. Yang penting dia sangat memahami tentang Freeport,” ujar Bupati Omaleng.
Dalam beberapa hari ke depan, para pemegang saham PT Freeport Indonesia akan menggelar RUPS. Salah satu agenda utama dalam RUPS kali ini, yaitu memilih presdir baru PT Freeport Indonesia yang akan menggantikan Rozik B. Soetjipto yang telah menduduki jabatan itu sejak 2012.
Penyelenggaraan RUPS PT Freeport Indonesia kali ini berlangsung dalam kondisi perusahaan tambang tembaga dan emas itu mengalami guncangan akibat konflik internal antara manajemen dan serikat pekerja.

Halaman 2 dari 227