Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Taksir item ini
(0 pilihan)

Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende didampingi Wakapolda Papua, dan Kabid Humas saat memberikan keterangan Pers di Aula Rastra Samara Polda Papua, Kamis (18/9) kemarin. JAYAPURA - Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Yotje Mende memerintah ke Kapolres Sorong Kota yang baru saja diserahterimakan untuk menangkap pemilik judi bola Guling di Pasar malam, bernama Ridwan.
“Saya sudah perintahkan, jika Ridwan tidak datang ke Papua, maka tim turun ke Makassar menangkap yang bersangkutan dalam kasus judi bola guling di pasar malam Kota Sorong. Sebab yang bersangkutan sudah berjanji untuk kembali ke Papua memberikan keterangan,” ungkap Kapolda kepada wartawan usai Sertijab Kapolres Sorong Kota di Aula Rastra Samara Polda Papua,  Kamis (18/9) kemarin.
Kapolda menegaskan, pihaknya tidak akan kompromi dengan kasus perjudian bola guling di pasar malam karena sangat merugikan masyarakat, sehingga ketika Ridwan datang langsung ditahan jika memenuhi unsur. “Bayangkan saja, dari 100 orang yang ikut perjudian, 1 orang menang maka 99 orang kehilangan uang. Apalagi yang ikut dalam perjudian itu merupakan masyarakat kecil, mulai dari tani maupun tukang babat rumput sekalipun iktu masuk didalamnya, sehingga dilarang termasuk judi apapun,” tegas dia.

Jum'at, 19 September 2014 01:32

Tolak Otsus Plus, Ingin Referendum

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

SENTANI - Tentara Pembebasan Nasional - Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) Otonomi Khusus (Otsus) Plus yang diusulkan oleh Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, S.IP, MH., kepada Pemerintah Pusat dan hanya mendukung Referendum (penentuan nasib sendiri) bagi rakyat Papua Barat.
Demikian dikatakan O. Aburom Wenda selaku salah satu Panglima TPN/OPM Wilayah Lanny Jaya melalui juru bicara (Jubir) bernama Erka saat ditemui disalah satu Rumah Makan (RM) di Jayapura, Kamis (18/9) kemarin siang.
Menurut Aburom demikian sapaan akrabnya, bahwa TPN/OPM dan seluruh rakyat Papua Barat hanya menginginkan Referendum, karena Otsus Plus tidak dapat menjamin dan juga tidak layak bagi kehidupan rakyat Papua Barat di masa akan datang.

Kamis, 18 September 2014 01:33

BAKU TEMBAK DI LANNY JAYA, 1 OPM TEWAS

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

1 Luka, 1 Pucuk Revolfer dan BB Lain Disita

IlustrasiJAYAPURA – Setelah beberapa waktu sempat tenang, kini situasi keamanan di Kabupaten Lanny Jaya kembali terusik. Ini menyusul adanya aksi kontak senjata (baca: baku tembak) antara tim Ambush 751 dan gabungan Satgasban dengan kelompok TPN/OPM di bawah kepemimpinan Purom Wenda dan Enden Wanimbo di Kabupaten Lanny Jaya, makan korban. Satu anggota OPM dilaporkan tewas tertembak pada kasi baku tembak yang terjadi Rabu (17/9) siang sekitar pukul 12.30 WIT
Data yang diperoleh Bintang Papua, kontak senjata antara Tim Satgasban 751 yang dipimpin langsung oleh Lettu Joko dengan kelompok Purom Wenda dan Enden Wanimbo tersebut, terjadi di Distrik Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, tepatnya di atas lapangan tebang Pet River Pirime.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Rikas Hidayattullah saat dikonfirmasi Bintang Papua via telephone selulernya membenarkan adanya penembakan tersebut.

Kamis, 18 September 2014 01:32

PELUANG BELUM TERTUTUP

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

JAYAPURA — Persipura  Jayapura kembali mengulang hasil kekalahan ketika bertanding di Kuwait. Meski sempat unggul 2-1 hingga babak pertama, namun pada akhirnya Tim Mutiara Hitam harus menerima kenyataan jika akhirnya kalah dari lawannya.
Jika pada perempat Final pertama mereka harus takluk dengan skor 3-2, maka kini pasukan Jacksen f. Tiago harus mengakui keunggulan lawannya di semifinal pertama AFC Cup, Al-Qadsia dengan skor 4-2.
Dalam laga yang digelar di Stadion Sadaqua Walsalamah, Kuwait, pada Rabu dini hari WIB (17/9), Al Qadsia, runner up Piala AFC tahun lalu, unggul lebih dulu pada menit ke-10 melalui sundulan kepala Danijel Subotic memanfaatkan umpan lambung dari sisi kanan lini pertahanan Persipura.
Sundulannya tidak terlalu keras, namun terarah ke ruang kosong di kanan kiper Yoo Jae-Hoon yang telanjur bergerak ke kiri. Skor berubah menjadi 1-0.
Persipura berhasil menyamakan kedudukan menjadi skor 1-1 hanya berselang 9 menit kemudian melalui tendangan melengkung Titus Bonai dari sudut kotak penalti yang mengarah ke pojok kiri atas gawang tuan rumah yang dikawal Nawaf Al Khaldi.

Kamis, 18 September 2014 01:31

Gubernur: Papua Masih Pas Pilkada Lewat DPR

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP., M.H., saat berbincang dengan Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso JAKARTA — Gonjang-ganjing pembahasan RUU Pilkada di DPR RI yang rencananya akan membuat Pemilihan Kepala Daerah dilakukan oleh DPR dan tidak lagi melalui pemilihan langsung oleh rakyat, nampaknya sejalan dengan apa yang ingin diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Papua.
Menurut Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH., saat ini belum tepat jika Pilkada langsung diterapkan di Provinsi Papua karena masih banyaknya masyarakat yang hidup terisolir dan jauh dari akses kehidupan. Dengan kata lain Papua masih tepat kalau pemilihan lewat DPR.
 “Sekarang belum waktunya Pilkada langsung, kecuali ke depan semua akses telah terbuka, tidak lagi pakai sistem kepala suku atau sistem noken, saya pikir itu bisa dilakukan,” ucap Gubernur.
Dikatakan Gubernur, Pilkada langsung yang telah diterapkan secara nasional dan termasuk juga di Papua, sejauh ini telah banyak menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, baik itu secara materil maupun moral.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Saksi Ahli selaku Ketua Bidang Studi Hukum Administrasi Negara FH UI Dr. Dian Puji N. Simatupang, S.H., M.H., usai sidang lanjutan kasus dugaan DW-JW di Kantor Pengadilan Negeri Klas I A Jayapura, Rabu (17/9). JAYAPURA — Saksi Ahli Ketua Bidang Studi Hukum Administrasi Negara FH UI Dr. Dian Puji N. Simatupang, SH., MH., menegaskan, kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilukada Lanny Jaya tahun anggaran 2011 senilai Rp11 Miliar, yang melibatkan terdakwa mantan Penjabat Bupati setempat masing-masing DW-JW adalah tindakan administrasi yang berimplikasi kepada hukum administrasi, sehingga kasus dugaan korupsi ini tak perlu dilanjutkan, karena tinggal melengkapi proses administrasinya.
Pasalnya, perkara ini seharusnya diselesaikan terlebih dulu di administrasi negara, tak langsung ke pidana, sebagaimana Pasal 13 UU No. 15 tahun 2004 menjelaskan sebelum  DW-JW ditetapkan sebagai tersangka, seharusnya batal demi hukum, karena perlu ada audit investigasi dari BPK untuk mengindikasikan adanya kasus korupsi atau kekurangan administrasi atau siapa  yang kemudian bertanggungjawab.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Studi Hukum Administrasi Negara FH UI Dr. Dian Puji N. Simatupang, SH., MH., selaku saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus dugaan DW-JW di  Kantor Pengadilan Negeri Klas I A Jayapura, Rabu (17/9).

Kamis, 18 September 2014 01:29

Markas Polres Tolikara Diserang Panah OTK

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Kapolda Papua Yotje MendeJAYAPURA – Markas Komando Kepolisian Resor Tolikara diserang dengan panah oleh orang tidak dikenal (OTK), mengenai tempat penjagaan dan mobil dinas, pada Selasa (16/9) malam sekitar pukul 20.00 Wit.
Data yang diperoleh media ini, awalnya aparat kepolisian sedang melaksanakan tugas di Mapolres Tolikara, lalu tiba-tiba datang sekelompok orang tidak dikenal langsung memanah markas Polres Tolikara.
Beruntung peristiwa tersebut tidak mengenai petugas karena panah terkena tempat penjagaan dan mobil dinas yang sedang dipakir di halaman Polres. 
Saat kejadian itu, aparat kepolisian setempat sempat melakukan pengejaran, namun para pelaku berhasil melarikan diri menuju kearah hutan dan sampai saat ini masih terus dilakukan pengejaran terhadap pelaku tersebut.
Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. Yotje Mende ketika dikonfirmasi Bintang Papua membenarkan Polres Tolikara dipanah oleh orang tidak dikenal.  “Itu terjadi hanya untuk membebaskan tahanan dan dalam proses hukum yang sedang dilakukan,” katanya di Mapolda Papua, Rabu (17/9) kemarin.
Kapolda Yotje menegaskan,  pihaknya akan tetap melakukan pengejaran untuk menangkap yang memanah Markas Polres tersebut dan meminta kepada polisi setempat untuk mencari siapa pelakunya.

Kamis, 18 September 2014 01:28

Kantor Perwakilan PBB di Jayapura Diancam Dibakar

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Datangi Kapolda Minta Perlindungan

Salah satu perwakilan dari UNDP bersama Kapolda Papua turun dari tangga usai melakukan pertemuan, Rabu (17/9) kemarin.JAYAPURA – Perwakilan kantor United Nationts Development Programme (UNDP) sebagai  organisasi PBB di Jalan Samratulangi Jayapura Papua, diancam akan dibakar oleh sekelompok warga masyarakat. Pemicunya, persoalan sengketa tanah. Hal itu diungkapkan Kapolda Papua Irjen Pol  Yoetje Mende.
Atas ancama tersebut, pihak UNDP yang merupakan organisasi PBB ini meminta perlindungan ke Polda Papua.
Perwakilan UNDP mendatangi langsung Kapolda Papua Irjen (Pol) Drs. Yotje Mende didampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono dan sejumlah Pejabat Utama di Mapolda Papua, pada Rabu (17/9) kemarin siang.
Kepada wartawan, Kapolda Yotje mengungkapkan, kedatangan perwakilan Kantor dalam rangka sharing informasi dan meminta tolong ke Polri karena di kantor mereka sedikit ada permasalahan. “Kita akan tindaklanjuti dan kita tangani terkait adanya perluasan kantor mereka yang dikomplain oleh Notaris tersebut,” ujarnya kemarin.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Kapolda Papua Yotje MendeJAYAPURA – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Yotje Mende mencopot jabatan jabatan Kapolres Sorong Kota AKBP. Harry Goldenhard, S.Ik., lantaran diduga tidak melaksanakan tugas untuk menertibkan judi bola guling di Kota Sorong yang di grebek tim dari Polda Papua, pada Sabtu (13/9) malam.
“Kami sudah copot dari jabatannya dan besok sudah serah terimajabatan digantikan oleh Kapolres Asmat dan Kapolres Asmat diambil Polda Papua,” ungkap Kapolda Papua Yotje Mende kepada wartawan di Mapolda Papua, Rabu (17/9).
Kapolda Yotje menegaskan, Kapolres Sorong Kota dicopot dari jabatannya lantaran tidak melaksanakan perintah pimpinan. Sebab, sudah pernah mengingatkan supaya judi bola guling di Pasar malam Sorong Kota dihentikan namun tidak dihentikan.

Halaman 2 dari 192