Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Jum'at, 24 Juli 2015 10:31

Media Diminta Tak Buat Judul Mushola Dibakar

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

· Kapolri: Peristiwa di Tolikara Karena Terjadi Miskomunikasi
· Gubernur: Jadikan Kasus Tolikara Sebagai Pelajaran
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti didampingi Kapolda Papua dan Bupati Tolikara bersama Anggota DPRD, DPRP ketika melihat langsung kondisi kebakaran, pada Minggu 19 Juli 2015.TOLIKARA – Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti meminta kepada media untuk tidak lagi membuat judul Mushola dibakar pasca penyerangan warga saat Sholat Ied, pada Jumat 17 Juli 2015 lalu.
Hal itu disampaikan Kapolri kepada wartawan usai melihat langsung kondisi keamanan di Tolikara, bersama rombongan didampingi Kapolda Papua,  Yotje Mende,  Bupati Tolikara Usman G Wanimbo, Anggota DPR  Papua, Orgenes Wanimbo, Wakil Ketua I DPRD Tolikara, Yotham R Wonda dan Wakil Ketua II DPRD, Yotham R Wonda, Minggu 19 Juli 2015 lalu.
“Saya perlu ingatkan bahwa isu yang beredar di media ada pembakaran Masjid sangatlah tidak benar. Yang dibakar adalah kios, namun ternyata kios ini berdempetan dengan Musola dan kios-kios lainnya terbakar. Bukan sengaja membakar Mushola. Media jangan sampai membuat judul mushola dibakar, tapi yang dibakar adalah kios yang merambat ke mushola,”  tandasnya.
Kata dia, peristiwa yang terjadi di Tolikara hanya karena masalah Miskomunikasi. Dimana seharusnya tidak terjadi penyerangan ataupun pembakaran. “Kami berharap kedepan tidak lagi terjadi atas peristiwa  yang sama,” ujarnya.

Jum'at, 24 Juli 2015 10:31

POLISI PEJUANG DAN JUGA PAMONG SEJATI !

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Kepergian AKBP (Purn) Robert Djoenso Darean,.SH,.M.Si Wakil Bupati Jayapura tidak hanya  meninggalkan duka yang dalam bagi keluarganya, namun juga para kolega almarhum. Salah satunya adalah E. Fonataba sesama anggota Muspida yang sekarang dikenal dengan sebutan Forkompimda. Bagaimana sosok  AKBP (Purn) Robert Djoenso Darean,.SH,.M.Si di mata E. Fonataba?  Berikut penuturannya.

Suasana duka di kediaman Jalan Pasir Sentani, Minggu (19/7).Awalnya saya mengenal beliau, ketika AKBP (Purn) Robert Djoenso menjabat Kapolres Jayapura periode 2003-2005. Sejak itu, saya menjabat Bupati Sarmi. Beliau selaku Kapolres Jayapura ketika itu membawahi Polres Sarmi yang pada saat itu belum mempunyai Polres definitif.  Beliau juga turut berperan aktif untuk mendorong pembentukan Polres Sarmi hingga sekarang  ada.
Sekilas saya mengetahui latar belakang beliau, ia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga Polisi. Ayahnya sendiri adalah Polisi tempo dulu, sehingga ia tahu apa tugas Polisi. Ketika sudah menjadi anggota Polri, lebih memahami dan mendalami apa sesungguhnya tugas Polisi.
Dari pengakuan yang disampaikan generasi baru maupun rekan kerja, ia disebut sebagai Polisi pejuang. Mengapa ia disebut polisi pejuang?, karena ia telah mengabdi melebihi batas tugas yang diberikan Negara kepadanya. Tugas yang diberikan kepadanya, ia selesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Sementara dari sisi perjalanan karir dan pengabdiannya, ia memulai karirnya dari lapisan terbawah di institusi Kepolisian, dan sebagian besar karirnya dipercayakan menjabat komandan atau pemimpin, sebut saja, Wakapolres Jayawijaya, Kapolres Jayapura, Kapolres Jayawijaya dan Kapolresta Kota Jayapura, dan juga penugasan-penugasan khusus dari pimpinan untuk menyelesaikan persoalan maupun konflik di Tanah Papua. Dari prestasi itu, mengantarkan beliau kemudian menjadi Wakil Bupati Jayapura.

Jum'at, 24 Juli 2015 10:31

Para Bakal Calon Bupati Mamberamo Raya Sepakat

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Untuk Menjadikan Pilkada yang Jurdil dan Damai

Empat bakal calon bupati yang akan maju pada Pemilukada di Mamberamo Raya saat menyatukan sikap di Kotaraja, Kamis (16/7)JAYAPURA – Semanngat untuk menciptakan Pilkada yang jujur, adil dan damai di Kabupaten Mamberamo Raya dikumandangkan para bakal calon bupati yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daearah (Pilkada) di Kabupaten Mamberamo Raya.
Hal itu dengan tercapainya kesepakatan antara para bakal calon bupati, masing-masing Dorinus Dasinapa, Andris P Maay, Robby W Rumansara, dan Tang Wie Long Karnan, yang melakukan pertemuan bersama Jems Wanda selaku inisiator dan para mahasiswa asal Mamberamo Raya, di RM Ratu Aroma, Kotaraja, Kamis (23/7).
Salah satu bakal calon bupati, Tang Wie Long yang juga anggota DPRP mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur atas kesepakatan tersebut, meski tidak dihadiri incumbent, Demianus Kyeuw-Kyeuw.
“Puji Tuhan, hari ini kami beberapa calon kandidat Bupati Kabupaten Maberamo Raya berkomitmen untuk melakukan satu kompetisi yang sehat, yang baik, yang santun, yang sportif. Hari ini ada kemuliaan Tuhan, karena itu kami kumpul dan kami sepakat,”ungkapnya kepada  wartawan usai melakukan pertemuan tersebut.
Dikatakan, bahwa kesepakatan tersebut diharapkan menjadi komitmen untuk saling mendukung didalam pengisian pemerintahan Pemerintahan Kabupaten Mamberamo Raya kedepannya.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Suasana konferensi pers DPD KNPI Provinsi Papua bersama OKP-OKP se-Provinsi Papua, terkait konflik di Tolikara.JAYAPURA - Pemuda di Indonesia di Tanah Papua, yang tergabung dalam DPD KNPI Provinsi Papua, Pemuda Katolik Provinsi Papua, Dewan Pengurus Wilayah Pemuda Ansor Provinsi Papua/Papua Barat, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Papua/Papua Barat, Mahasiswa Muslim Indonesia Provinsi Papua, Pergerakan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Provinsi Papua dan BEM Uncen Jayapura, sesalkan aksi pembakaran dan konflik yang terjadi di Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara.
Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Max M.E. Olua, S.Sos, M.Si, mengatakan,  seluruh elemen Pemuda Indonesia di Tanah Papua dengan tegas menyampaikan kepada pihak berwajib, khususnya kepolisian, untuk segera mengusut tuntas aktor konflik dan pembakaran sejumlah kios dan Mushola di Karubaga, dan memproses hukum seberatnya demi memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat.
“Sikap tegas harus diambil kepolisian, supaya masalah ini tidak membias dan tidak terjadi dinamika persoalan lain yang tidak kita inginkan bersama,” ungkapnya dalam konferensi persnya di kediamannya, Minggu, (21/7).

Taksir item ini
(0 pilihan)

Pdt. Yusak : Tak Semua GIDI Masuk Surga Tapi Melakukan Injil Merupakan Kekuatan Allah

Suasana KKR Pemuda GIDI di lapangan Merah Putih, Kabupaten Tolikara, pada Kamis 16 Juli 2015  malam.TOLIKARA – Ribuan pemuda/pemudi membanjiri lapangan merah putih, Kota Karubaga -Kabupaten Tolikara untuk menghadiri pelaksanaan kegiatan Kebaktian Kebangkitan Rohani (KKR) Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Internasional, pada  Kamis 16 Juli 2015 malam.
Pantauan Bintang Papua, dari ujung lapangan merah putih hingga dekat panggung tampak para pemuda/pemudi dan seluruh masyarakat dari berbagai daerah tumpah ruah memberikan pujian penyembahan untuk kemuliaan nama Tuhan.
Meski sempat hujan mengguyur Kota Karubaga, namun semangat para pemuda dan pemudi begitu semangat dalam memberikan pujian maupun pada saat mendengar Firman Tuhan yang disampaikan Pdt. Yusak Felle. Bahkan, terlihat berjoget di lapangan ketika menyanyikan pujian-pujian yang di ikuti Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, Wakil Bupati Amos Yikwa, Ketua DPRD, Ikiles dan beberapa SKPD lainnya.
Dalam siraman rohani yang disampaikan Pdt. Yusak Felle S.Th mengatakan, Gereja Injili di Indonesia (GIDI) bukan suatu kebutulan lahir di dunia, tapi jauh sebelum dunia ini di ciptakan GIDI telah ada penanggalan. “Gereja GIDI lahir di dunia, khusus di tanah Papua dan lebih khusus di Tolikara untuk menjawab banyak persoalan di dalam pelayanan gereja di tanah ini,” kata Yusak Felle.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Dari Pembukaan Kegiatan Seminar dan KKR Pemuda GIDI Internasional
Pemuda GIDI Kabupaten Tolikara ketika menghadiri pembukaan Seminar dan KKR Pemuda GIDI Internasional oleh Gubernur Provinsi Papua di lapangan Merah Putih, Karubaga-Kabupaten Tolikara, Rabu 15 Juli 2015.TOLIKARA - Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, S.IP, MH., secara resmi membuka kegiatan Seminar dan KKR Pemuda GIDI Internasional yang berlangsung di lapangan Merah Putih, Kota Karubaga-Kabupaten Tolikara-Papua, Rabu 15 Juli 2015.
Dalam sambutannya Gubernur Papua mengatakan, kegiatan Seminar dan KKR Pemuda GIDI Internasional yang berlangsung di Kabupaten Tolikara ini untuk membangkitkan semangat pemuda di tanah Papua.
Untuk itu, Gubernur Papua menekankan kepada seluruh kader pemuda GIDI Internasional di Tanah Papua untuk terus bangkut dan maju membangun Papua dengan dasar kasih memegang teguh ajaran-ajaran Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan yang hidup dan pengharapan.
“Provinsi Papua saat ini berada pada kondisi yang memprihatinkan karena banyak kader pemuda meninggal hanya karena berbagai penyakit. Di Papua penyakit menular seperti HIV/AIDS kini sudah tersebar dimana-mana, meski sudah dilakukan penaggulangan dengan dukungan dana namun tanpa dilawan dengan penyakit maka kematian akan terus terjadi,” ujarnya.

Sabtu, 04 Juli 2015 17:35

Masuk MSG, Menaikkan Posisi Tawar Papua!

Ditulis oleh
Taksir item ini
(2 pilihan)

Marinus: Papua Memiliki Dua Panggung Penyelesaian

Marinus YaungJAYAPURA – Pengamat Hukum Internasional, Sosial Politik dan HAM FISIP Uncen Jayapura, menyampaikan terima kasih kepada semua orang Papua yang tidak merayakan hari kemerdekaan Papua pada 1 Juli 2015 lalu.
  Baginya itu penting, karena semua rakyat Papua harus menjaga momentum kemenangan politik dan diplomasi internasional yang sudah diperoleh di Konferensi Tingkat Tinggi MSG di Honiara, Kepulauan Salomon akhir Juni 2015.
  Dengan terdaftarnya Papua kedalam keluarga MSG, tentunya simpati dan dukungan internasional terhadap perjuangan Papua harus dirawat dengan baik oleh semua orang Papua. Kemenangan politik di Honiara bisa terjadi karena dunia internasional melihat bahwa kelompok perlawanan Papua dalam negeri sudah bersatu di bawah payung ULMWP.
  “Saya lihat tidak ada lagi faksi-faksi dalam OPM. Selama puluhan tahun diplomasi internasional soal Papua gagal di forum internasional karena OPM tidak bersatu,” ungkapnya kepada Bintang Papua di kediamannya, Jumat, (3/7).
  Karena itu tidak perlu ada lagi faksi-faksi peringatan 1 Juli lagi, karena akan menimbulkan opini lagi bahwa kelompok perlawanan dalam negeri belum bersatu. Masih ada kelompok 1 Juli, kelompok 1 Desember atau kelompok 29 Oktober. Hentikan semua bentuk kelompok faksi karena tidak menguntungkan bagi perjuangan untuk masa depan Papua yang jauh lebih baik.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Pemerintah, MRP, DPRP, Partai Politik Segera Duduk Bahas Bersama
Anggota KPUD Papua Izak Rendy Hikoyabi didamping Pendiri dan Ketua Umum Partai Papua Bersatu Kris DJ Fonataba, S.Sos., dan Pakar Hukum Tata Negara Uncen Fery Kareth, S.H., M.H., ketika Diskusi Panel Peran Pemuda Dalam Merespon Pemilukada di Papua di Auditorium Uncen, Jumat (3/7).JAYAPURA – Keputusan MRP Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Kepala Daerah di Provinsi Papua, baik Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota harus Orang Asli Papua (OAP) diminta ditindaklanjuti ke pemerintah pusat di Jakarta, agar UU Otsus perlu diamandemen atau direvisi.
Demikian diutarakan Pakar Hukum Tata Negara Uncen Fery Kareth, S.H., M.H.,  didampingi Anggota KPUD Papua Izak Rendy Hikoyabi, S.E., dan Pendiri dan Ketua Umum Partai Papua Bersatu Kris DJ Fonataba, S.Sos., ketika Diskusi Panel Peran Pemuda Dalam  Merespon Pemilukada di Papua mengusung tema Menatap Masa Depan Pemuda Papua di Auditorium Uncen, Abepura, Jumat (3/6).
Ke-11 Kabupaten yang akan menyelenggarakan Pemilukada Serentak di Provinsi Papua pada tanggal 9 Desember 2015 meliputi Kabupaten-Kabupaten Nabire, Waropen, Supiori, Mamberamo Raya, Keerom, Pegunungan Bintang, Yalimo, Yahukimo, Merauke, Boven Digoel dan Asmat.
Untuk menindaklanjuti keputusan MRP tersebut, Fery Kareth mengatakan, Pemkot Jayapura, DPRD Kota Jayapura, MRP, DPRP dengan dukungan partai politik diminta duduk bersama membicarakan hal ini terkait bakal calon bupati/wakil bupati di 11 Kabupaten penyelenggara Pemilukada, dimana kuncinya adalah pihak-pihak yang mencalonkan diri  melalui partai politik. Pasalnya, partai politik mempunyai kewenangan oleh UU untuk  mengajukan bakal calon bupati/wakil bupati di 11 Kabupaten tadi.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Para anggota DPR Papua dari Komisi IV yang dikomandoi Ketua Komisi Boy M Dawir foto bersama dengan pejabat PT Smelter Gresik  Jawa Timur dalam kunjungan ke Gresik beberapa waktu lalu. Kunjungan itu sebagai bentuk dukungan DPR Papua agar PT Smelter  juga dapat dibangun di Papua.JAYAPURA – Ketua Asosiasi Mahasiswa dan Pemuda Asal Pegunungan Tengah (AMPTP) Indonesia wilayah Provinsi Papua, Andy Gobay, S.Sos., M.A., mengatakan, pihak selaku masyarakat Papua dan pemilik hak ulayat Nemangkawi pada areal pertambangan PT. Freeport Indonesia sangat kecewa, dengan sikap Presiden Jokowi.
  Pasalnya, pertemuan antara PT. Freeport Indonesia dengan Presiden, Jokowi per tanggal 2 Juli 2015 lalu, tidak menyinggung sama sekali soal pembangunan Smelter di Papua.
  Untuk itu, pihaknya meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera menjadwalkan ulang kembali pertemuan dengan manajemen PT. Freeport Indonesia untuk membahas secara khusus mengenai pembangunan Smelter dimaksud, sebab rakyat Papua menginginkan harus ada Smelter untuk pemurnian tembaga, emas dan perak di Papua.
  “Kami rakyat Papua sangat kecewa dengan tidak adanya pembahasan Smelter antara Presiden Jokowi dengan Manajamen PT. Freeport Indonesia,” ungkapnya kepada Bintang Papua di Kantor Walikota Jayapura, Jumat, (3/7).
Disamping itu, pihaknya mendesak kepada Presiden Jokowi untuk turut mendesak pembahasan kontrak karya PT. Freeport Indonesia, yang melibatkan Gubernur Papua, DPRP, MRP dan masyarakat pemilik hak ulayat.

Halaman 2 dari 288