Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Kamis, 26 Februari 2015 02:38

Tim Pol Air Tangkap 3 Penyelundup BBM ke PNG

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Kombes (Pol) PatrigeJAYAPURA - Tim Kepolisian Air (Pol Air) Polda Papua yang dipimpin Brigpol Rein Warawi berhasil mengamankan sebanyak tiga orang penyelndudup Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium sebanyak 21 jerigen atau setara 710 Liter, di perairan Hamadi Kota Jayapura, pada Rabu (25/2) subuh pukul 05.00 WIT.
Juru Bicara Polda Papua, Kombes (Pol) Patrige, mengungkapkan, ketiga orang tersebut diantaranya, RN alias Rody, SSS alias Stalin dan PST alias Paulus. “Kini mereka sedang menjalani pemeriksaan di Dit Pol Air Polda Papua,” katanya, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan, penangkapan itu, ketika Tim Pol Air Polda Papua melakukan patroli pada pukul 01.00 WIT di kawasan perairan Laut Kota Jayapura. Selang berapa jam kemudian, tepatnya pukul 04.30 WIT melihat 1 buah long boat berlayar dari perairan Hamadi  menuju luar.
“Karena curiga, akhirnya tim patroli mendekat Long Boat untuk melakukan pemeriksaan. Namun mereka berusaha melarikan diri, sehingga tim patroli berusaha melakukan pengejaran sampai tertangkap,”  jelasnya.

Kamis, 26 Februari 2015 02:36

Hindari Laporan Fiktif, Dana Otsus Harus Dievaluasi

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si.JAYAPURA – Ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Permenas Mendenas, S.Sos, M.Si, mengungkapkan, alasan mendesak Pemerintah Provinsi Papua mengevaluasi dana Otsus 80 persen yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota setiap tahunnya bertujuan, untuk menghindari laporan fiktif.
“Evaluasi rutin sangat penting guna mencapai target penggunaan dana Otsus yang diinginkan Pemrpov Papua. Jika tidak, dikhawatirkan ada daerah yang tak menggunakan dana itu sesuai peruntukkannya, dan memasukkan laporan fiktif,” kata Yan Mandenas kepada wartawan, Rabu (25/2).
Ia khawatirkan dana itu bisa dipakai tidak sesuai petunjuk Teknis (Juknis), dan target mensejahterakan rakyat Papua tidak tercapai. “Nantinya pemerintah kabupaten akan santai karena tidak ada regulasi yang mengikat. Apakah dana akan dipakai sesuai Juknis atau tidak, tak masalah karena dari segi audit, dana itu masuk dalam dana hibah atau bantuan. Itupun bisa dipakai sesuai kebutuhan,” katanya.
Lanjut dia, alasan lain bahwa kebijakan pembagain 80 persen dana Otsus ke kabupaten, merupakan kebijakan bersifat sementara, bukan kebijakan jangka panjang sehingga evaluasi bisa dilakukan setiap tahun atau setiap saat jika dibutuhkan, untuk mengetahui progres serapan dana yang digunakan pemerintah kabupaten/kota.

Rabu, 25 Februari 2015 02:05

Mempora : Dari Papua Lah, Indonesia Akan Berubah

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Ketua DPP : Saya Harapkan kedepannya Presiden RI Berasal dari Orang Papua

JAYAPURA - Kongres Nasional Pemuda KNPI ke-XIV, akhirnya diselenggarakan di Kota Port Numbay, Provinsi Papua, yang dibuka secara resmi oleh Menteri Pemuda dan Olaraga, Imam Nahrawi, Selasa (24/2).
   Menteri Pemuda dan Olaraga RI, Imam Nahrawi, mengatakan, terima kasihnya kepada Pemuda Indonesia yang telah memberikan pilihan untuk terlaksananya  Kongres Nasional Pemuda Indonesia di Tanah Papua. Kongres Pemuda Nasional di Papua terasa lengkap ketika dirinya pada Minggu lalu telah menandatangani Surat Keputusan (SK) tentang Papua menjadi tuan rumah PON 20 pada Tahun 2020 mendatang.
  Dengan demikian, ia menyakini bahwa dari Papua-lah Indonesia akan berubah ke arah menjadi lebih baik. Dari Papua-lah pemuda/i Indonesia akan mendapatkan sejarah, dan dari Papua-lah, kedepan kita semua akan menjadi pemimpin yang bertanggungjawab atas masa depan Indonesia.
  “Inilah menjadi sebuah kegembiraan saya bahwa dari Papua-lah Indonesia berubah ke arah yang lebih baik. Saya tahu ada yang tidak menginginkan Kongres Nasional Pemuda Indonesia di Papua, tetapi saya sampaikan kepada Ketua DPP KNPI RI bahwa sekali kita merencanakan sesuatu yang baik, maka yakinlah tetapkan dalam hati bahwa penyelenggaraan Kongres Pemuda di Papua adalah yang terbaik. Maka kongres Pemuda Nasional KNPI harus tetap di Papua,” ungkapnya dalam sambutannya saat membuka Kegiatan Kongres Nasional Pemuda KNPI di GOR Cenderawasih Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa, (24/2) tadi malam.

Rabu, 25 Februari 2015 00:34

Para Pencuri Kayu Harus Diberantas

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Dari Sidak Komisi IV DPRP dalam Rangka Melihat 16 ton Kubik Kayu yang Disita Dishut Papua

Ketua Komisi IV DPRP Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Infrastruktur, Boy Markus Dawir, SP bersama jajarannya ketika melihat kayu merbau ilegal sambil mendapatkan penjelasan dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Yan Yap L. Ormuseray, SH, M.SiJAYAPURA - Kemarin, Selasa, (24/2), Ketua Komisi IV DPRP Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Infrastruktur, Boy Markus Dawir, SP, didampingi jajarannya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Markas Satuan Polisi Operasi Reaksi Cepat (SPORC) Brigadir Kanguru Bala Besar  Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua. Sidak ini bertujuan untuk melihat langsung 16 ton kayu ilegal yang ditangkap Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Provinsi Papua bersama SPORC Brigadir Kanguru yang diback up Brimoda Papua pada Kamis, (18/2) pukul 02.00 Wit dini hari lalu.
  Ketua Komisi IV DPRP Bidang Sumber Daya Alam (SDA) dan Infrastruktur, Boy Markus Dawir, SP, mengatakan, Sidak yang dilakukan Komisi IV DPRP sehubungan dengan telah ditangkapnya 4 kontainer kayu merbau pacakan ilegal yang dokumennya kurang lengkap, sehingga berpotensi merugikan pemerintah dan rakyat Papua, khususnya pemilik hak ulayat.
Ditegaskan, tertangkapnya  4 kontainer kayu ilegal itu merupakan bukti nyata adanya pencurian kayu di Papua, dimana juga barulah nampak kinerja Dinas Kehutanan Provinsi Papua dan BBKSDA Provinsi Papua dalam melindungi hasil-hasil hutan di Tanah Papua yang adalah milik rakyat Papua.
  “Kami sudah turun lihat, maka kami segera lakukan evaluasi apakah bentuk Pansus untuk melakukan penertiban terhadap seluruh usaha kayu di Provinsi Papua,” ungkapnya kepada wartawan disela-sela Sidaknya di Markas SPORC BBKSDA Provinsi Papua di Kotaraja, Selasa, (24/2).

Taksir item ini
(0 pilihan)

Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH.JAYAPURA—Keberhasilan Dinas Kehutanan Provinsi Papua menyita 16 Ton Kubik Kayu Ilegal  mendapat tanggapan  Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH.
Gubernur   menegaskan  pihaknya mengusulkan  kepada  pemerintah pusat,    agar segera  membentuk Satgas illegal logging di Tanah Papua.  Pasalnya, illegal logging sejak  berapa tahun lalu  marak terjadi di Papua, dibuktikan dengan temuan-temuan di lapangan.
Dikatakan Gubernur,  pemerintah pusat  harus  membentuk  Satgas Illegal  logging melibatkan Menteri Kehutanan dan Menteri Lingkungan Hidup, untuk  memberantas illegal logging, khususnya di Papua.   Menurut Gubernur,  pihaknya tak menolak bila kayu setengah  jadi  dibawa keluar wilayah Papua, agar masyarakat   setempat  juga   mempunyai  pendapatan sekaligus  membuka lapangan kerja. Tapi,  pihaknya sangat menyayangkan apabila pelaku-pelaku illegal logging membawa kayu utuh  keluar  Papua.   
Gubernur menuturkan,  pihaknya  juga  menyampaikan  kekecewaannya terhadap prilaku  aparat yang membuat peraturan, ternyata melanggarnya.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Terkait Penolakan 14 Kursi OAP Lewat Pengangkatan

Anggota Baleg DPR Papua, Emus Gwijangge didamping Nioluen Kotouki ketika memberikan keterangan pers, Selasa (24/2) siang. JAYAPURA – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Papua, Emus Gwijangge membantah keras pernyataan ketua Fraksi Hanura DPR Papua, Yan Mandenas yang menyatakan menolak 14 kursi orang asli Papua lewat pengangkatan.
“Pernyataan itu harus  dipahami bahwa 14 kursi merupakan aturan UU Otsus tahun 2001 yang harus dilaksanakan. Jangan seolah-olah ada pro dan kontra di DPRP. Itu harus dimengerti,” katanya.
Ia mengungkapkan, para legislator Papua harusnya bersama-sama memperjuangkan itu, demi kepentingan orang Papua. Apalagi katanya, akibat 14 kursi itu banyak prang Papua jadi korban.
Oleh karena itu, dirinya meminta agar jangan ada lagi anggota DPR Papua yang menimbulkan pro dan kontra.  “Perbedaan pendapat di parlemen adalah hal biasa dalam dinamika politik, namun jangan memperkeruh suasana, karena kini Perdasus 14 kursi sudah diundangkan dan dalam tahap sosialisasi,” ungkap Emus Gwijangge kepada wartawan, Selasa (24/2).
Emus mengungkapkan, bahwa dalam pandangan fraksi periode lalu, fraksi pak Yan Mandenas menerima. Begitupula sejak menjadi anggota Baleg. “Kenapa sekarang baru menolak. Siapa yang dibelakang orang itu sebenarnya. Kami sama-sama anak Papua,” tandas dia.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Menpora Imam NahrawiJAYAPURA—Pemerintahan  pusat bakal menjadikan Papua sebagai  sentra olahraga  nasional, khususnya cabang olahraga  sepakbola. 
Demikian disampaikan Menpora Imam Nahrawi di Jayapura, Selasa (24/2) usai mengunjungi  Sekolah Keguruan Olahraga  di Buper, Waena, Kota Jayapura.
Menpora mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi khususnya kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga  Provinsi Papua dan Walikota Jayapura,    yang  telah berupaya memulai suatu hal  baru dengan lahirnya Sekolah Keguruan Olahraga  di Buper.
“Saya kira kedepan kita akan  banyak memiliki atlit-atlit nasional    yang potensial, khususnya dari Papua,” kata Menpora.
Karenanya, lanjut Menpora,   pihaknya   memprioritaskan  sepakbola  sebagai  olahraga   unggulan, karena  pemerintah  pusat  mempunyai  kebijakan kedepan  setiap Provinsi, Kabupaten/Kota  diseluruh Tanah  Air harus mempunyai   olahraga  unggulan. 

Selasa, 24 Februari 2015 14:07

Kongres KNPI Cerminkan Papua Untuk Indonesia

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Dibuka Hari ini di GOR Cenderawasih Jayapura

Max. M. E. Olua, S.Sos., M.Si.JAYAPURA – Setelah melalui persiapan yang cukup matang, maka sebagaimana dijadwalkan hari ini Selasa (24/2), Kongres Nasional Pemuda KNPI ke-XIV yang diselenggarakan di Kota Jayapura akan dibuka. Direncanakan kegiatan ini akan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dan turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olaraga RI, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih Jayapura.
Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Max M.E. Olua, S.Sos., M.Si., mengatakan, Kongres Nasional Pemuda KNPI ke-XIV diselenggarakan di bumi Papua secara tidak langsung telah mengukuhkan ke-Indonesia-an di Tanah Papua. Dengan kata lain, Papua Untuk Indonesia.
Pasalnya, dari pergerakan pemuda sejak 28 Oktober 1928 sampai berdirinya organisasi KNPI pada Tahun 1973 hingga saat ini, sejarah telah mencatat dalam tinta emas peradaban bangsa Indonesia bahwa Kongres Pemuda Nasional Indonesia ke-XIV dilaksanakan di Tanah Papua.
  “Hari ini, tahun ini, kongres pemuda Indonesia dilaksanakan di Papua mencerminkan ke-Bhineka-an kita di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya kepada Bintang Papua di Sekretariat DPD KNPI Provinsi Papua, Senin, (23/2).

Taksir item ini
(0 pilihan)

Anggota Komisi V DPR Papua bersama Direktur dan Wakil Direktur RSUD Dok II Jayapura bincang-bincang di depan RSUD Dok II Jayapura, usai melakukan pertemuan tertutup, atas pemukulan  antara Mahasiswa, Senin (23/2)JAYAPURA – Komisi V DPR Papua Bidang Pendidikan dan Kesehatan secara tiba-tiba mendatangi RSUD Dok II kemarin. Ini setelah mendapat adanya informasi terjadinya aksi pemukulan antara Mahasiswa Koas Senior dan Koas Junior di RSUD Dok II Jayapura,  Senin (23/2).
Kedatangan anggota DPR Papua tersebut dipimpin langsung  Wakil Ketua Komisi V, Nioluen Kotouki, Sekretaris Nason Utti, Borius Yikwa, Ignasius W Mimin, Natan Pahabol dan Gerson Soma.  Mereka langsung melakukan pertemuan secara tertutup dengan Direktur dan Wakil Direktur RSUD Dok II Jayapura untuk menanyakan aksi pemukulan tersebut.
Usai pertemuan, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Nioluen Kotouki mengungkapkan, jika  motif perkelahian ini merupakan kelanjutan persoalan pada beberapa minggu lalu yakni, dari Mantan Dekan, maka pihaknya tidak akan segan-segan memproses hukum atas persoalan tersebut.
“Namun apabila persoalan ini merupakan kriminal murni, maka kami sama-sama mendukung supaya persoalan ini harus tuntas. Dan kami berharap pemukulan di RSUD Dok II Jayapura ini merupakan pertama dan terakhir kalinya,” tegasnya.
Menurutnya, kalau terus menerus terjadi percekcokan sesama mahasiswa Koas di Rumah Sakit, maka sejak kapan mahasiswa itu maju. “Ya, kalau mau jadi dokter bukan menunjukkan kehebatan fisik, akan tetapi bagaimana sabar dan merendahkan diri. Sebab masa depan yang dilayani masyarakat yang menderita sakit,” ucapnya.

Halaman 2 dari 248