Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Taksir item ini
(0 pilihan)

Diduga Tersangkut Korupsi Pupuk Tahun 2012
Kepala Dinas Perkebenunan Keerom CS saat memberikan keterangan pers di Kejari Jayapura, Senin (14/4) kemarin.JAYAPURA -  Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Keerom berinisial Ir. JK akhirnya memenuhi panggilan penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jayapura, untuk dimintai keterangannya sebagai tersangka atas dugaan korupsi pengadaan pupuk fiktif tahun anggaran 2012 yang menyebabkan kerugiaan Negara lebih dari Rp800 Juta.
Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, J.Fudhoil Yamin saat dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus, Piet Nuhumury menegaskan, pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pengadaan pupuk fiktif yang diperuntukan bagi 2.000 petani di Distrik Arso dan Skamto, Kabupaten Keerom.
“Ada empat tersangka yang sudah kami tetapkan, yakni Ir. Jk selaku Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan yang juga pejabat penguasa anggaran, ABR sebagai Kepala Bidang Perkebunan,  yang menjabat PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), SN sebagai pejabat penerima barang, FL sebagai pantia pengadaan barang,” jelas Piet, Senin (14/4).

Taksir item ini
(0 pilihan)

Marinus YaungJAYAPURA - Mantan Anggota KPU Kota Jayapura, yang juga sebagai Pengamat Sosial, Politik dan Hukum Internasional FISIP Uncen Jayapura, Marinus Yaung, mengatakan, Kota Jayapura merupakan barometer pembangunan demokrasi dan Pemilu di Papua. Nah, seperti apa Pemilu demokratis di Papua tercermin dari pelaksanaan Pemilu di Kota Jayapura.
  Dengan demikian, sesuai pengamatan dirinya, bahwa berdasarkan teori politik kekuasaan bahwa hasil pemilu tidak ditentukan oleh suara para konstituen didalam kotak suara, tetapi ditentukan oleh mereka yang menghitung surat suara oleh pihak penyelenggara.
  Sangat relevan dengan situasi pelaksanaan Pemilu 9 April 2014 lalu, yang mana pelanggaran Pemilu terjadi secara sistematis dan terstruktur. Secara sistematis karena para Calon Legislatif (Caleg) melakukan money politik dengan penyelenggara Pemilu di tingkat PPS dan KPPS dan juga dengan para kepala RT/RW setempat. Pasalnya, petugas KPPS sampai ikut membagi-bagi uang kepada para pemilih. 

Selasa, 15 April 2014 12:08

Masalah Papua Meluas

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Socrates: Tantangan Terberat Bagi Anggota Legislatif dan Presiden Terpilih

Socrates Sofyan Yoman.JAYAPURA — Persoalan Papua sudah melebar dan meluas ke mana-mana, karena masyarakat atau komunitas internasional melihat dari sisi kemanusiaan, antara lain korupsi  yang makin menggurita, pelanggaran HAM, ketidakadilan, kegagalan pembangunan, termarginalisasi penduduk, kebebasan berdemokrasi maupun hak-hak politik.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Gereja Baptis, Pdt. Socrates Sofyan Yoman ketika ditemui Bintang Papua diruang kerjanya, Sabtu (12/4).
Dikatakan, kenyataan ini akan menjadi tantangan terberat yang akan dihadapi Anggota Legislatif dan Presiden terpilih untuk menyelesaikan hampir semua persoalan yang terjadi di Papua. Pasalnya, pemerintahan SBY meninggalkan beban negara yakni menyelesaikan persoalan Papua.
Mengapa dirinya dalam setiap kesempatan menyinggung persoalan Papua, tambah Socrates, pihaknya mempunyai alasan karena persoalan Papua yang sebelumnya  dipersoalkan LSM-LSM atau NGO-NGO. Kemudian meningkat ke Universitas-Universitas atau Akademi-Akademisi mengambil peran dari pendekatan-pendekatan akademik. Lalu  meningkat lagi ke parlemen-parlemen. Beberapa anggota parlemen seperti di Inggris, Amerika Serikat, New Zealand, Papua New Guinea (PNG), Vanuatu, Australia. Tapi kini persoalan Papua dibicarakan oleh negara dan pemerintah resmi negara-negara berdaulat. Bahkan beberapa negara bicara pelanggaran HAM di Papua seperti Amerika Serikat, Jerman, Australia, Jepang, Korsel, New Zealand, Kanada, Mexico, Swiss, Vanuatu.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Kapolda Tito: Pemda Harus Segera Tertibkan Pemukiman Liar di Hutan

Suasana Banjir tahunan kembali  mengenangi Pasar Youtefa, Sabtu  (12/4).JAYAPURA – Lagi-lagi musibah banjir dan longsor melanda Kota Jayapura. Dimana dua bulan sebelumnya menewaskan Sembilan orang dan satu tidak ditemukan.
Musibah banjir dan longsor kali ini terjadi, Sabtu (12/4) pekan kemarin, di Kota Jayapura-Papua, yang mana kondisi tersebut disebabkan karena curah hujan selama dua hari, mulai hari Jumat (11/4) hingga Sabtu (12/4), dengan tinggi intesitas hujan mencapai 20 milimiter per jam.
Banjir dan longsor ini terjadi di beberapa titik mulai dari Sepanjang jalan Sam Ratulagi dan Pasar Youtefa. Pantauan Bintang Papua selama terjadi banjir dan longsor itu, sendimen pasir dan batu kerikil menumpuk di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, distrik Jayapura Utara, setinggi lutut orang dewasa.
Bahkan, air yang datang dari gunung kawasan APO Kali mengenang jalan protokol hingga ketinggian 50 Cm. Tidak hanya itu, jalan PTC Entrop dan Pasar Youtefa ikut tergenang air, dikarenakan saluran air menuju muara sangat sempit akibat sampah yang begitu banyak.
Longsor pun terjadi di belakang Sekolah Kristen Kalam Kudus, Polimak Laba- Laba, distrik Jayapura Selatan, wilayah Dok X, distrik Jayapura Utara dan Kelurahan Numbay, distrik Jayapura Selatan-Kota Jayapura hingga mengakibatkan lima rumah menimpa warga, yang salah satu masjid, dan Posyandu.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Dari Perayaan HUT Keerom yang ke- 11 Tanggal 12 April Tahun 2014 di Halaman Kantor Bupati Keerom.

Bupati Keerom Yusuf Wally, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Keerom MUH Markum, S.H., saat memotong Nasi Tumpeng pada Perayaan Hut Keerom yang ke- 11 Tahun 2014, di Halaman Kantor Bupati Keerom, dengan disaksikan seluruh masyarakat, Sabtu (12/4).KEEROM - Meskipun diguyur hujan, namun Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Keerom yang ke- 11 tahun 2014 tetap hikmat dan berjalan lancar . Demikian juga masyarakat  tampak begitu antusias datang menyaksikan perayaan HUT Keerom yang ke- 11 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Keerom.  Dalam Perayaan Puncak HUT Keerom yang ke 11 masyarakat Keerom ‘dimanjakan’ dengan dihibur oleh Artis Ibu Kota Trio Macan, yang membawakan lagu- lagu terbaik demi untuk menghibur masyarakat Keerom.
Bupati Keerom Yusuf Wally, S.E., M.M., dalam sambutannya mengungkapkan, Peringatan HUT Keerom yang ke- 11 tahun ini merupakan  diusia yang masih sangat muda,  tetapi dengan semangat kebersamaan dengan menuju Kabupaten Keerom yang damai, maju, mandiri dan sejehtera.  “ Telah banyak yang dicapai,  tetapi kita harus diakui dalam upaya yang dihadapi  ada berbagai tantangan dan permasalahan yang belum diselesaikan,” ujarnya saat menyampaikan dalam sambutannya pada Peringatan HUT Keerom yang ke 11 tahun 2014, Sabtu (12/4).

Selasa, 15 April 2014 12:03

Petugas Kesehatan Takut Tangani Kusta

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

JAYAPURA - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai di Jayapura, Minggu mengakui petugas kesehatan di daerah itu masih takut menangani penyakit kusta.
Menurut dia, penyakit kusta masih ditakuti masyarakat dan keluarga serta petugas kesehatan karena kurang memahami penangan penyakit itu. Kusta juga masih menjadi masalah yang kompleks di Papua.
“Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis tetapi meluas sampai menjadi masalah sosial dan ekonomi. Medis dan masyarakat belum paham sehingga terus melebar,” ujarnya.
Dia mengatakan, penanganan kusta sudah rutin dilakukan di pelosok Papua namun belum semua wilayah didatangi karena sebagian tenaga kesehatan masih takut. Sebagian besar daerah yang belum disentuh adalah wilayah pegunungan Papua seperti Wamena, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Lanny Jaya.
“Dinas Kesehatan Papua akan memberi pemahaman kepada para tenaga medis agar mereka mendatangi daerah-daerah yang belum mendapat pelayanan khusus kusta terutama di daerah pedalaman Papua,” tuturnya.

Taksir item ini
(0 pilihan)

Sekda Kota Jayapura, RD SiahayaJAYAPURA – Terkait dengan banjir yang kembali melanda Kota Jayapura, Sabtu (12/4) membuat  Sekda Kota Jayapura, RD Siahaya angkat bicara.  Ia mengatakan, banjir kali ini terjadi akibat masih rendahnya kesadaran warga Kota Jayapura terhadap lingkungannya. Ia mencontoh kurangnya kesadaran warga karena dibuktikan dengan masih adanya  warga yang membangun pemukiman di area kali, sehingga ketika hujan turun kali tersebut akan meluap.
“Jadi waktu banjir pertama Februari kemarin itu kelihatanya tanah-tanah (lumpur). Nah yang berikut ini air mengikis pasir dan batu sehingga terbawa kesini,” kata Siahaya di sela-sela meninjau lokasi banjir di Jalan Sam Ratulangi, Sabtu kemarin.
Sedimen pasir dan batu yang terbawa air ini berasal dari kali yang ada di Angkasa hingga APO. Menurut Siahaya, banjir ini merupakan peristiwa alam yang sebenarnya bisa dieliminir ketika semua pihak berkomitmen.
“Jadi bisa dieliminir kalau kita semua Pemkot, Pemprov, Balai dan khususnya masyarakat yang tinggal di bibir-bibir kali atau bantaran sungai punya kesadaran. Kalau dari Pemerintah sendiri harus sepakat menata mulai dari hulu hingga ke bawah, sehingga masyarakat mau ditertibkan,” katanya.

Minggu, 13 April 2014 07:51

Sipil Bersenjata Kepingin Eksis

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Kapolda: Di Wilayah Perbatasan Wutung Ada Sekitar 56 Orang

Irjen (Pol) Drs. Tito Karnavian MA.P.hDJAYAPURA – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi, Drs. Tito Karnavian MA. P.hD., mengungkapkan, Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di wilayah perbatasan Wutung RI-PNG diketahui hanya satu kelompok dibawah pimpinan MW.
“Kelompok ini diketahui  ada sekitar 56, dibawah pimpinan MW. Keseharian mereka di daerah PNG dan kadang-kadang mereka hanya bolak-balik di sekitar itu,” ungkapnya kepada wartawan di ruang Tunggu Cenderawasih Mapolda Papua, Jumat (11/4).
Menurut Kapolda Tito, kelompok ini mereka masih kepingin eksis, sehingga mereka mencoba mengganggu daerah itu, bahkan sampai mereka mengibarkan bendera Bintang Kejora (BK) di atas bukit, Kamis (10/4) kemarin
“Di bukit itu ada seng dengan menggunakan cet warna merah putih dan mereka bakar, lalu mengibarkan bendera bintang kejora. Anggota pun tidak terpancing, karena itu hanya sebagai umpan untuk mengganggu dan kepengen eksis,” katanya.

Minggu, 13 April 2014 07:49

Tabrak 5 Pelajar, Suzuki Future Dibakar Massa

Ditulis oleh
Taksir item ini
(0 pilihan)

Takut Diamuk Massa Pengemudinya  Melarikan Diri

Mobil Suzuki Future No.Pol DS 8423 AD yang  dibakar massa setelah menabrak 5 pelajar di Abe Pantai, ketika diamankan di Depan Mapolsek Abepura, Jumat (11/4). JAYAPURA — Mobil Suzuki Future bernomor polisi No.Pol DS 8423 AD dibakar massa setelah menabrak 5 pelajar di Abepantai.
 Kelima korban itu, antara lain, Orgenes Nerhabia (15), pelajar SMP PGRI Tanah Hitam. Erens Waisimon (15), pelajar  SMPN  4 Tanah Hitam. Aprianto Dulaji (16), Rudin Fingkreuw (15), pelajar SMP PGRI Tanah Hitam dan Exbert Awireno (14), yang tengah berjalan kaki hendak kembali ke rumahnya di Dekat Somil di Abe Pantai, Distrik Abepura, Jumat (11/4) sekitar pukul 11.30 WIT. 
Kapolsek Abepura Kompol Decky Hursepuny didampingi Kanit Lantas Polsek Abepura Iptu Juliana Wally, S.H., ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kecelakaan lalu lintas di Dekat Somil di Abe Pantai, Distrik Abepura, Jumat (11/4) sekitar pukul 11.30 WIT. Akibatnya, 5 korban masing-masing 3 korban mengalami luka berat dan 2 korban lainnya luka ringan. Pasca kecelakaan lalu lintas tersebut 5 korban dilarikan ke RSUD Abepura, guna  mendapatkan perawatan intensif.
Pasca kecelakaan lalu lintas tersebut, ujar Kapolsek, pengemudi Mobil Suzuki Future No.Pol DS 8423 AD melarikan diri alias kabur sekaligus meninggalkan kelima korban.

Halaman 2 dari 162