Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Jum'at, 27 Februari 2015 01:20

Jhon Ibo Desak Pembentukan Perbasi di Kabupaten

Ditulis oleh

Jhon Ibo saat menyampaikan sambutan pada Musorprov Perbasi Papua di Hotel Sahid, Selasa (24/2).JAYAPURA- Mantan ketua Pengprov Perbasi Papua, Drs. Jhn Ibo, MM menilai Merauke adalah gudang  atlet Bola Basket di tanah Papua. Postur tubuh anak-anak Merauke sangat ideal dan layak dibina, dilatih menjadi atlet Basket yang tangguh di tanah Papua, juga di Indonesia.
Demikian disampaikan mantan ketua Pengprov Perbasi Papua, Drs. Jhn Ibo, MM dihadapan peserta Musorprov Perbasi Papua di Hotel Sahid, belum lama ini.’’Kalau di Amerika kulit hitam bisa eksis dibidang olahraga, khususnya Bola Basket. Di Indonesia, kulit hitamnya adalah Papua, maka sebagai orang Papua anak-anak Papua sangat berpotensi menjadi atlet basket yang tangguh di Indonesia. Talenta itu dimiliki anak-anak Papua,’’ kata Jhon Ibo.
Jhon yang juga anggota DPR Papua ini mendesak pembentukan Perbasi di kabupaten-kabupaten. Pembentukan Perbasi di kabupaten menurut Jhon Ibo adalah tanggungjawab KONI kabupaten dan kota. Sebab KONI Provinsi tidak menyiapkan anggaran  untuk pembentukan  Perbasi kabupaten dan kota. ‘’Saya bangga selama kepemimpinan saya. Ada beberapa  kabupaten yang sanggup membentuk pengurus cabang (Pengcab) Perbasi di kabupaten,’’ tukasnya.

Ketua Satgas dan Wakil ketua Satga KONI Papua saat memberikan motifasi kepada para atlet Kempo di Manda, Rabu (25/2) sore kemarin.JAYAPURA - Untuk ketiga kalinya Tim Satuan Tugas (Satgas) KONI Papua, Rabu (25/2) sore kemarin turun kelapangan melihat secara langsung sampai sejauh mana persiapan atlet-atlet Papua menghadapi Pra PON yang akan diselenggarakan tahun 2015 ini. Salah satunya adalah Stadion Mandala yang dijadikan sebagai pusat latihan sejumlah cabang olahraga serta tempat penginapan dari Atlet-atlet Papua.
Ketua Satgas PON XIX Papua, Jhoni Banua Rouw, SE dan Wakil ketua Satgas Kenius Kogoya, M.Si usai meninjau asrama dan tempat latihan atlet di Mandala mengakui dari hasil peninjauan yang dilakukan TimSatgas di sejumlah tempat TC berjalan Atlet bahwa pasilitas maupun sarana latihan yang dimiliki oleh atlet masih jauh dari yang diharapkan.’’Kita sudah tiga kali turun melihat kesiapan para atlet Papua melakukan TC berjalan,’’ kata Jhony
‘’Masih ada atlet yang belum memiliki tempat latihan. Demikian juga atlet belum semua ditampung di asrama. Seperti atlet putra, sedangkan atlet putri sebahagian sudah ada yang masuk asrama. Jadi masih ada atlet putri yang kembali kerumah masing-masing,’’ kata Jhony Banua Rouw kepada wartawan.

Rabu, 25 Februari 2015 00:18

Ribka Haluk Nahkodai Perbasi Papua

Ditulis oleh

Dua Srikandi Papua yang kini getol menangani olahraga di Papua, Ribka Haluk dan ketua Perbasi Pengcab Perbasi kabupaten Jayapura Dorlince Mehue terlihat serius berbincang-bincang disela-sela Musorprov Perbasi Papua di Hotel Sahid, Selasa (24/2) kemarin.JAYAPURA - Prediksi peserta Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Ribka Haluk, S.Sos. MM bakal terpilih menjadi nahkoda Pengprov Perbasi Papua periode 2015-2019 di Hotel Sahid, Selasa (24/2) malam sudah terbukti.
Dari 9 kabupaten dan kota yang memiliki hak suara. 7 orang mencalonkan ketua Umum Pengprov Perbasi Papua, Ribka Haluk. Sedangkan satu suara dari kota Jayapura mengusulkan calon ketua umum Yan Mandenas. Dari kabupaten Merauke tidak secara langsung menyampaikan siapa calon ketua umum yang diusulkan.
Perwakilan Merauke yang mengaku sudah dua periode sebagai ketua Pengcab Perbasi kabupaten Merauke menyerahkan sepenuhnya kepada forum untuk memilih siapa yang layak jadi ketua umum Pengprov Perbasi Papua sesuai dengan mekasnime yang berlaku yakni sesuai dengan anggaran dasar (AD)/ anggaran rumah tangga (ART) Perbasi.
Dukungan ke Ribka Haluk yang saat ini menjabat sebagai Kadis Sosial dilingkungan pemerintah provinsi Papua datang pula dari pengurus demisioner Perbasi Papua, Drs. Jhon Ibo, M.M.’’Saya memberikan dukungan sepenuhnya kepada ibu Ribka Haluk menjadi ketua umum Pengprov Perbasi Papua. Untuk itu, saya minta nanti setelah ibu Ribka menjadi ketua Perbasi Papua hendaknya lebih serius menangani Perbasi dalam meningkatkan kualitas pemain bola basket di Papua,’’ katanya.

Atlet layar saat berlatih di Pantai Hamadi, Markas Pengprov Porlasi Papua, Jumat lalu)Dari 18 atlet yang diseleksi Pengprov Porlasi Papua, kini tinggal 10 atlet. Ke 10 atlet layar disiapkan Pengprov Porlasi Papua untuk latihan menghadapi Pra PON yang akan digelar di Jawa Barat bulan Oktober mendatang. 10 atlet dinilai sesuai dengan kriterya yang ditetapkan dan cakap mengikuti latihan dibawah pimpinan Weng Samsi. Lantas bagaimana penilaian Weng Samsi terhadap ke 10 atlet layar Papua ini. Berikut laporannya :
Oleh : J. Sinambela

Dari segi fisik Weng menilai atlet belum terlatih. Untuk atlet layar menurut dia, dibutuhkan daya tahan tubuh yang kuat, seperti otot paha, perut, betis, leher dan otot tangan.’’Kita tidak memubtuhkan atlet layar yang hanya punya power (kekuatan), tetapi yang sangat dibutuhkan adalah daya tahan tubuh seseorang.
Sedangkan menyangkut terpal waktu 7 bulan ini, ia menyarankan jadwal latihan ditambah. Idealnya 5 hari dalam satu minggu. Dalam sehari latihan selama empat jam. Jadi dalam satu minggu 20 jam di air. Paling penting lagi katanya, waktu 20 jam ini harus terdata dengan baik. Misalnya, kalau hari ini datang hujan, sehingga latihan batal katakanlah selama satu jam. Esoknya  jadwal harus ditambah dari empat jam menjadi lima jam.’’Saya optimis jika jadwal latihan dilakukan secara serius. Waktu empat jam per hari dan dilakukan selama 5 x seminggu hingga bulan Oktober. Atlet layar Papua akan mampu berprestasi,’’ katanya.

Pelatih Layar Papua, Weng Samsi saat menunjukkan pelampung dibawah standard.Dalam dunia olahraga jika hanya bermodalkan semangat yang tinggi untuk menggapai prestasi, tentu tidak cukup, harus disertai skil (keahlian latihan serius, ditunjang pasilitas atau sarana dan prasana serta gizi yang memadai. Jika ini sudah dimiliki atlet, maka atlet-atlet Papua akan berprestasi baik ditingkat Nasional maupun ditingkat  Internasional. Demikian juga atlet Layar Papua yang dipersiapkan mengikuti Pra PON tahun 2015. Berikut laporannya.
Oleh : J. Sinambela

Semangat ini tentunya kata Weng Samsi bahgaian dari proses menggapai kesuksesan, masih ada faktor-faktor penunjang lain yang perlu diperhatikan dan mutlak dilakukan. Tanpa ditunjang sarana dan prasarana yang memadai, sebaik apapun program yang dibuat ole pengurus maupun pelatih, itu hanya kiasan diatas kertas putih saja. ‘’Jadi antara yang satu dengan yang salin saling melengkapi,’’ imbuhnya.
Untuk atlet layar lanjut Weng , perlu diperhatikan oleh atlet adalah cara memegang perahu. Untuk diatas 12 knot, para atlet layar Papua belum cakap. Hal ini kata dia, disebabkan peralatan yang dipakai atlet layar kurang standar. ‘’Setelah beberapa hari saya melatih atlet-atlet layar Papua di pantai Hamadi cara memegang perahu mereka masih jauh dari yang kita harapkan. Apalagi peralatan yang dipakai mereka  dibawah standard,’’ katanya.

Senin, 23 Februari 2015 01:50

Pertina Papua Andalkan Petinju Wanita di Pra PON

Ditulis oleh

Digelar di Ambon Oktober Mendatang

Ketua Bidang Teknik Pengprov Pertina Papua Carol RenwarinJAYAPURA—Pengprov Pertina Papua mengandalkan petinju  wanita untuk mendulang medali emas di Pra PON Wilayah Timur di Ambon, Provinsi Maluku, Oktober mendatang.
Ketua Bidang Teknik Pengprov Pertina Papua Carol Renwarin ketika ditemui Bintang Papua di Kantor Sekretariat KONI Papua, Jayapura, Jumat (20/2) mengatakanPengprov Pertina Papua bergabung  bersama  Provinsi lainnya di Indonesia Timur. Masing-masing Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat.
Menurut Carol, pihaknya menyiapkan 13 petinju menuju Pra PON di  Ambon, masing-masing 6 petinju putri dan 7 petinju putra. Petinju putri  mulai Kelas 48 Kg, 51 Kg, 54 Kg , 57 Kg , 60 Kg  hingga 64 Kg. Sedangkan petinju putra  mulai Kelas  52 Kg, 56 Kg, 60 Kg, 64 Kg, 69 Kg, 75 Kg, 81 Kg dan 91 Kg.
Menurut Carol Renwarin, pihaknya memfokuskan diri pada petinju putri  karena lebih banyak kesempatan di petinju putri.  Sedangkan petinju putra  diincar  kelas  atas.
Carol mengatakan, pihaknya memastikan  satu medali emas  bakal diraih petinju putri Norberta Tajum  di Kelas 54. Norberta  kini mengikuti Pelatnas Sea Games Singapura 2015 di Kuba. Sedangkan satu  medali emas lagi bakal direbut petinju putri yang dipersiapkan ikut Presiden Cup di Jakarta yakni   Magdalena di Kelas 60 Kg.    

Tidak seperti biasanya pantai Hamadi, komplek Lantaman X ramai di sore hari. Rupanya Jumat (19/2) sore sejak pukul 13.00 hingga pukul 17.00 wit sebanyak 10 atlet persatuan olahraga layang seluruh Indonesia (Porlasi) Papua tengah melakukan latihan. TC berjalan ini dipusatkan di komplek Lantamal X yang juga dijadikan sebagai Markas Pengprov Porlasi Papua. Berikut laporannya :

Oleh : J. Sinambela

Sore itu cuaca di pantai Hamadi cukup bersahabat bagi para atlet untuk melakukan latihan olahraga layar. Baik dari sisi kecepatan angin maupun dari terik mentarinya. Dari kecepatan angin sangat cocok bagi para atlet layar untuk latihan. Latihan itu sendiri dipantau angsung oleh ketua harian Pengprov Porlasi Papua, Djoko. I. Pambudi ditemani dua orang pelatih Porlasi Papua serta pelatih dari luar Papua, Weng Samsi yang sengaja dikontrak KONI untuk menangani atlet Porlasi Papua.