Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

JAYAPURA - Ketua Satgas KONI Papua, Jhony Banua Rouw, SE menegaskan bahwa bahwa dirinya tidak membutuhkan pelatih hebat dalam menyiapkan atlet-atlit menghadapi Pra PON. Saat ini kata dia, Satgas KONI Papua tugasnya melakukan pembinaan olahraga dan pembentukan karakter atlet.
Sosok pelatih hebat, tetapi mentalnya jelek, seperti ini ujar Jhony tidak dibutuhkan Satgas KONI Papua. Oleh karena itu, kalau ada pelatih yang merasa hebat. Sementara mentalnya saja tidak baik. Contohnya, seorang pelatih yang selalu melanggar aturan, tidak disiplin dan selalu meninggalkan latihan. Bagaimana seorang pelatih mau dicontoh atletnya, jika si pelatih sendiri mentalnya jelek.
‘’Jadi sebelum kita lakukan penandatanganan kesepakatan antara KONI, pelatih dan atlet. Kalau ada pelatih yang selalu melanggar aturan, sekalipun dia menurutnya pelatih hebat, saya minta meninggalkan tempat dan tidak melatih atlet lagi. Kami tidak butuh pelatih yang bermental rusak,’’ kata Jhony saat memberikan arahan dihadapan ratusan atlet, pelatih dan pengurus cabor di Hotel Relat, Kamis (21/5) malam.

Jum'at, 22 Mei 2015 08:44

Ada Dugaan Pengprov Jual Atlet

Ditulis oleh

JAYAPURA - Tragis ditengah-tengah persiapan dari Satgas KONI Papua menghadapi Kejurnas, Pra PON dan PON XIX 2016 di Bandung, Jawa Barat, disinyalir ada juga pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga yang menjual atlet Papua keluar Papua.
Hal itu disampaikan ketua Satgas KONI Papua, Jhony Banua Rouw, SE kepada wartawan usai penandatanganan kesepapakatan bersama antara KONI Papua dengan atlet dan pelatih Pra PON 2015 di Hotel Relat Indah, Kamis (21/5) malam. Acara penandatanganan ini dihadiri kurang lebih 144 atlet-atlit yang bermarkas di Hotel Relat Indah serta para pelatih dari masing-masing cabor, kempo, Pabsi, wushu, selam, selancar, drum band dan gulat. Turut hadir pengurus KONI Papua.
 ‘’Kita sangat prihatin, KONI Papua sudah melakukan pembinaan terhadap atlet, tetapi ada pengprov yang dengan teganya menjual atletnya ke luar Papua. Hal ini kita sangat sayangkan. Kita sudah capek-capek membina atletnya. Eh… malah di jual ke luar Papua,’’ kata Jhony.

Selasa, 19 Mei 2015 10:15

Latihan Drum Band Terkendala Ujian Sekolah

Ditulis oleh

JAYAPURA-Untuk menghadapi Pra PON bulan Juni mendatang di Medan Sumatera Utara, PDBI provinsi Papua terus melakukan berbagai persiapan. Salah satunya dengan melakukan latihan fisik secara rutin. Hanya saja latihan tidak bisa berjalan secara maksimal minggu ini karena atlet yang nota bene siswa-siswi yang saat ini duduk di bangku sekolah harus menyiapkan diri menghadapi ujian kenaikan kelas.
Hal ini terungkap saat rapat evaluasi pengurus PDBI dan pelatih PDBI di markas Training Centre (TC) berjalan PDBI Papua dipusatkan di Hotel Relat Indah, Argapura, Senin (18/5) siang. Rapat dipimpin sekretaris PDBI Papua, Longginus Sangur, S.Sos, pelatih dan pengurus PDBI Provinsi lainnya.
Persoalan yang dihadapai PDBI Papua saat yakni atlet-atlet drum band Papua yang kini tengah sibuk latihan, para atlet harus dituntut menyiapkan diri menghadapi ujian kenaikan kelas yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Sementara para atlet-atlit dituntut harus latihan.

Selasa, 19 Mei 2015 10:11

IPSI Siap Kembangkan Pencak Silat di Papua

Ditulis oleh

Ketua IPSI Papua, Yanni SH.JAYAPURA – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Provinsi Papua akan terus mengembangkan olahraga Pencat Silat di Papua untuk meraih prestasi sebagai basis kultur  bangsa.
“Di HUT IPSI ke 67 tahun yang berlangsung 16 Mei 2015 kemarin, lebih lagi memperbaiki dan mengembangkan olahraga pencak silat di negara ini, khususnya di Papua,” kata Ketua IPSI Papua, Yanni SH.
Dikatakan IPSI dibawah kepemimpinan Probowo Subiyanto terasa lebih bergairah dan  memiliki performance  yang baik.  Seperti dibuktikan dari  prestasi yang diraih Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional.  “Keberhasilan Bapak Prabowo ini akhirnya terpilih  sebagai Presiden Pencak Silat Dunia beberapa waktu lalu,” katanya.

Sekda: Segera Bentuk Tim Khusus Bahas Bersama Kementerian Terkait

T.E.A. Hery DosinaenJAYAPURA—Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi)memberikan sinyal kuat  untuk mengalokasikan dana Rp 8 Triliun dari  total   dana Rp 10 Triliun, untuk pelaksanaan PON Papua  tahun 2020 mendatang, ketika melakukan peletakan  batu  pertama  pembangunan  Sport Center (Pusat Olahraga) sekaligus pencanangan  PON 2020  di  Kampung  Harapan, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (9/5)
“Sudah ada  signal  positif dari Presiden, bahwa Pemerintah Pusat  mengalokasikan  Rp 8 Triliun. Mudah-mudahan ini menjadi  informasi  bagus  untuk kita,” ujar Sekda Papua  T.E.A. Hery Dosinaen, SIP kepada wartawan  diruang  kerjanya, Rabu (13/5).
Menurut Sekda,   Presiden Jokowi  pada  saat di Kampung  Harapan memberikan statement tegas   pihaknya bakal memberikan  kontribusi   untuk  pembiayaan PON 2020.
“Ketika di Biak juga  Presiden  mengatakan secepatnya untuk Pemerintah Provinsi Papua mengambil langkah ke  Pemerintah Pusat    untuk  membahas  pembiayaan PON. Mudah-mudahan Presiden memberikan perhatian penuh kepada Papua terutama penyelenggaraan PON 2020,” tambah Sekda.

Senin, 18 Mei 2015 00:07

Gubernur Cup Digelar Agustus Mendatang

Ditulis oleh

T.E.A. Hery DosinaenJAYAPURA—Pengprov  Pelti Papua merencanakan menggelar  Kejurnas Tenis Gubernur Cup di Jayapura Agustus mendatang.
Demikian disampaikan Ketua Pengprov  Pelti Papua T.E.A. Hery Dosinaen, SIP kepada wartawan diruang  kerjanya, Rabu (13/5).  Selain menggelar  Kejurnas Tenis Gubernur Cup, ujar Sekda, pihaknya juga  mempersiapkan diri untuk tampil  di Kejurnas-Kejurnas Tenis   yang digelar diluar Papua. 
Pasalnya, keikutsertaan  baik di Kejurnas Tenis Gubernur Cup maupun Kejurnas Tenis di luar Papua wajib diikuti Pengda Pelti Papua, untuk  mempertahankan peringkat    nasional dari 16 Peserta/Provinsi diseluruh Indonesia.
“Bila kita tetap mempertahankan peringkat, maka otomatis  8  peserta kita langsung tampil di PON  XVI Jawa Barat. Tapi peringkat  kita ternyata melorot, maka  8 peserta kita mesti ikut Pra PON untuk lolos ke PON,” kata Dosinaen.

Jum'at, 15 Mei 2015 19:34

TC Balap Sepeda Pindah ke Yogjakarta

Ditulis oleh

JAYAPURA- Menghadapi Kejurnas dan Pra PON bulan September Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) provinsi Papua secara rutin melakukan latihan. Bahkan sejak akhir April lalu tempat latihan dipindahkan dari Surabaya, Jawa Timur,  ke Yogjakarta.
Demikian disampaikan pelatih ISSI Provinsi Papua, Bernand Janggo usai mempersentasikan kesiapan dan perkembangan ISSI Papua selama latihan di Pulau Jawa.’’ Klo soal Training Centre (TC) berjalan, kita sudah lakukan sejak 3 tahun lalu di Surabaya,’’ kata Bernand kepada Bintang Papua, kemarin.
Namun kata Bernard sejak akhir April lalu, pihaknya memboyang tiga atlet sepeda balap Papua berlatih di Yogjakarta. Adapaun alasan dia, memindahkan latihan ke Yogjakarta, selain posisi kota Yogjakarta strategis.  Di Yogjakarta juga banyak sirkuit yang dinilai layak dan refresentatip dijadikan sebagai tempat latihan pebalap sepeda Papua.