Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

JAYAPURA – Wakil Ketua KONI Provinsi Papua, Jhony Banua Rouw menyambut baik, permintaan Koni Kabupaten Nabire untuk menjadi tuan rumah salah satu Cabang Olahraga (Cabor) PON XX Tahun 2020 mendatang, asalkan Fasilitas Memadai.
“Nabire mau dijadikan tuan rumah. Namun tentu ada indicator untuk melihat apakah di Kabupaten itu sarana dan prasarananya sudah memadai atau tidak. Baik itu, penginapan, transportasi, maupun fasilitas umum lainnya,” kata Jhony Banua kepada Bintang Papua melalui telephone selulernya, Jumat (23/1).
Ia menyatakan, bukan hanya stadion yang harus di andalakan di daerah Kabupaten Nabire, akan tetapi bagaimana menata semua yang diperlukan untuk menunjang olahrga. “Kalau sudah  terpenuhi, maka pada prinsipnya KONI Papua setuju, selama Pemerintah  Provinsi  memenuhinya,” kata dia.
Kemudian, lanjut Jhony Banua, jika Kabupaten Nabire atau pemerintah setempat menginginkan untuk menjadi tuan rumah salah satu Cabor, maka harus dipastikan terlebih dahulu Cabor seperti apa yang di inginkan. Kemudian fasilitas gedungnya sudah ada belum, sebab akan menghadirkan ribuan orang untuk mengikuti pertandingan.

Kepala Bidang Organisasi, Drs. Daud Ngabalin didampingi wakil sekretaris KONI Papua, Rahmad Marimbun, S.Kom saat ramah tamah dengan pengurus KONI Nabire di Guest House Nabire, Jumat (16/1) malam. NABIRE -  Penunjukan Papua sebagai tuan rumah pada PON XX tahun 2020 mendapat sambutan positif dari KONI Kabupaten Nabire. Untuk itu, KONI Kabupaten Nabire mengagendakan sejumlah program peningkatan prestasi atlet-atlet handal Nabire untuk ikut mengharumkan nama Papua pada di PON XX tahun 2020 mendatang.
‘’Selain Wamena, Merauke, Timika, Biak dan Jayapura, kami sangat mengharapkan KONI Papua memberikan kepercayaan kepada KONI kabupaten Nabire untuk menjadi tuan rumah salah satu cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Dengan demikian beban kerja dari lima kabupaten akan menjadi lebih ringan,’’  kata ketua harian KONI Kabupaten Nabire  saat ramah tamah dengan pengurus KONI Papua, Kenius Kogoya, M.Si, Drs. Daud Ngabalin, M.Si, Rahmad Marimbun, S.Kom di Aula Guest House Nabire, belum lama ini
Menurut ketua harian KONI Nabire yang baru dilantik, kabupaten Nabire memiliki atlet-atlet tangguh yang siap diterjunkan pada PON XX tahun 2020.

Rabu, 14 Januari 2015 01:46

PB PON Papua Segera Dilantik

Ditulis oleh

Sekda Papua Hery DosinaenJAYAPURA—Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua baru akan digelar tahun 2020. Namun, lima tahun sebelum pelaksanaan, kepanitiaan pesta olahraga terakbar di Tanah Air itu sudah terbentuk, dan rencananya akan dilantik tanggal 20 Januari 2015.
Dalam susunan kepanitian tersebut, Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi pelindung dan Ketua Pelaksana Harian Panitia Besar PON XX dipercayakan kepada Sekda Papua Hery Dosinaen. ‘’Informasi dari Sekertaris KONI Papua, Panitia Besar PON XX Papua akan dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman,’’ ujar Sekda.
Sekda menambahkan, pembentukan panitia besar PON ini merupakan bagian utama dari tahapan pertama Papua sebagai tuan rumah PON XX, selanjutnya akan bekerja mempersiapkan dan memastikan tahapan persiapan PON bergulir,” katanya.
Setelah pelantikan, kata Sekda, persiapan dan perencanaan pembangunan venue PON akan kita tuangkan dalam Peraturan Daerah (Perda). ‘’Ini menjadi referensi kami dalam pelaksanaan pembanguan venue di lima wilayah yang telah ditentukan sebagai tuan rumah PON XX di Papua,’’ katanya.

Sabtu, 13 Desember 2014 06:07

Atletik Papua Gagal Persembahkan Medali

Ditulis oleh

Atlit Papua yang turun dilomba Atletik PON Remaja Surabaya gagal mempersembahkan medali bagi tanah Papua. Tampak pelari Dorsela Auparay gagal mendapat medali di nomor 100 meter yang diberlangsung di Stadion Atletik Unesa kemarin. SURABAYA - Lagi-lagi harapan Atlet PON Remaja I Provinsi Papua meraih medali di final lomba 100 M atas di nama Dorsela Auparay gagal di Stadion Atletik Unesa, Surabaya, Jumat (12/12)., setelah dari 8 atlet Atletik yang turun di final 100 M. Dorsela hanya berada di urutan ke-8. Dengan demikian impian Atlet cabang olahraga (cabor) Atletik Papua meraih medali hanya hayalan.
Kegagalam Dorsela mempersembahkan medali buat provinsi Papua menambah deretan kegagalan atlet Papua mendulang medali, setelah sebelumnya, Jumat (12/12) pagi lomba 400 M putri atas nama Herlina Degey dan Tommy Gobay 100 M putra dibabak penyisihan gagal maju ke final. Selain itu, atlet-atlet cabor Atletik Papua mengalami nasib yang sama, seperti lari 100 M, 200 M, 400 M dan tolak peluru. Papua atas nama Joseph Ndiken gagal memprsembahkan perunggu (ralat berita, Jumat 12/12). Joseph berhasil menyumbangkan medali emas di lempar lembing.
Dorsela Auparay sebelum masuf final. Dibabak penyisihan, Jumat (12/12) pagi berhasil meloloskan dirinya masuk Final 100 M putri, tetapi sayang Dorsela yang berada dilintasan 6 diapit pelari Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat tidak mampu mengimbangi kecepatan mereka. Dorsela hanya mampu berada di urutan 8. Atlet Cabor DKI Jakarta meraih medali emas, disusul Jawa Timur dan Jawa Barat.

BOGOR - Penampilan Tim Drum Papua, Jumat (12/12/2014) di arena Gedung Olahraga Nasional (GOR) Pemuda dan Olahraga Kota Bogor Jawa Barat mendapat respon luar biasa dari peserta maupun masyarakat yang hadir dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drumband 2014 kemarin. Diakhir penampilan mereka pada Lomba Baris Berbaris (LBB), Drum Band Papua mendapat standing aplaus dari peserta penampilannya yang memukau.
Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Provinsi Papua, dr. John Manansang mengatakan keikutsertaan Drum Papua pada ajang Kejurnas Drum Band tahun 2014 merupakan bukti konkrit, cabang olahraga yang dipimpinnya mendukung program Ketua Umum dan Ketua Harian KONI Papua dalam mencapai prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 19 di Bandung Jawa Barat.
Hal senada juga dikemukakan Sekretaris PDBI Papua, Longginus Sanur, S.Sos. Dia menambahkan kehadiran drum band Papua di Kejurnas Bogor untuk mempersiapkan atlit-atlit drum band Papua pada ajang PON 19 maupun PON 20 tahun 2020 yang akan digelar di Papua.
Hari Jumat (12/12) siang Menpora Imam Nahrawi bersama Walikota Bogor, Bima Arya membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas)  Drumband 2014 di GOR Pemuda dan Olahraga kota Bogor. Pembukaan ditandai dengan pemukulan drum.

Sabtu, 13 Desember 2014 06:05

BULU TANGKIS SUMBANG EMAS

Ditulis oleh

LABUAN MALAYSIA - Tim bulutangkis Papua yang turun di ganda putra atas nama dua saudara kembar, Hiski Rumengan dan Hilkia BL, Selasa (8/12) malam membuat sejarah bagi Papua, keduanya berhasil membawa pulang medali emas bagi Papua, setelah di partai final mengalahkan ganda putra dari Sabah Malaysia dengan kemenangan WO akibat lawan mereka dari Sarawak Malaysia atas nama Niza dan Nazim yang juga saudara kembar mengalami cedera. Kemenangan pun menjadi milik Papua.
Padahal di set pertama Papua kalah 20-22. Tertinggal di set pertama 1-0, Papua berusaha di set kedua dan berhasil pimpin di point 7-5. Namun akibat lawan cedera, pertandingan pun tidak dilanjutkan menyebabkan Papua didaulat sebagai pemenang.
“Di set pertama dia (atlet Sarawak sudah cedera). Kemudian di set kedua dia juga kembali cedera,”ungkap Sekretaris Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Papua, Jhon Wenas di Kompleks Bulutangkis Sukan Labuan Malaysia Selasa malam.

Sabtu, 13 Desember 2014 06:03

Atlet Judo Berguguran

Ditulis oleh

Tampak atlit Judo gagal mempersembahkan medali bagi Papua.SURABAYA – Atlet Judo PON Remaja I Provinsi tak satupun meraih medali. Harapan atlet Judo Papua. Dua atlet Papua atas nama Deniz Puy dan Fazar Dwi Putra di GOR PTMSI, KONI Jawa Timur, Jumat (12/12) kalah. Deniz yang turun di kelas minus 55 berhasil mengalahkan atlet Judo Sumatera Utara. Kemudian dibabak selanjutnya ketika menghadapai atlet Judo Jawa Barat, Deniz kalah.
Sementara atlet Judo Putra PON Remaja I Papua, fajar Dwi Putra yang turun di kelas minus (-) 88 Kg dibabak penyisihan berhasil mengalahkan atlet judo Lampung. Kemudian dibabak kesempatan, Fazar kalah melawan atlet judo Kalimantan Selatan atas nama Ahmad Riski Hapiji.
Kekalahan dua atlet putra ini sekaligus menutup peluang bagi atlet judo Papua meraih emas. Dari empat atlet Judo putra-putri Papua semua kalah tidak ada yang bisa membawa medali pulang ke Papua. (HUMAS KONI)