Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Sabtu, 13 Desember 2014 06:07

Atletik Papua Gagal Persembahkan Medali

Ditulis oleh

Atlit Papua yang turun dilomba Atletik PON Remaja Surabaya gagal mempersembahkan medali bagi tanah Papua. Tampak pelari Dorsela Auparay gagal mendapat medali di nomor 100 meter yang diberlangsung di Stadion Atletik Unesa kemarin. SURABAYA - Lagi-lagi harapan Atlet PON Remaja I Provinsi Papua meraih medali di final lomba 100 M atas di nama Dorsela Auparay gagal di Stadion Atletik Unesa, Surabaya, Jumat (12/12)., setelah dari 8 atlet Atletik yang turun di final 100 M. Dorsela hanya berada di urutan ke-8. Dengan demikian impian Atlet cabang olahraga (cabor) Atletik Papua meraih medali hanya hayalan.
Kegagalam Dorsela mempersembahkan medali buat provinsi Papua menambah deretan kegagalan atlet Papua mendulang medali, setelah sebelumnya, Jumat (12/12) pagi lomba 400 M putri atas nama Herlina Degey dan Tommy Gobay 100 M putra dibabak penyisihan gagal maju ke final. Selain itu, atlet-atlet cabor Atletik Papua mengalami nasib yang sama, seperti lari 100 M, 200 M, 400 M dan tolak peluru. Papua atas nama Joseph Ndiken gagal memprsembahkan perunggu (ralat berita, Jumat 12/12). Joseph berhasil menyumbangkan medali emas di lempar lembing.
Dorsela Auparay sebelum masuf final. Dibabak penyisihan, Jumat (12/12) pagi berhasil meloloskan dirinya masuk Final 100 M putri, tetapi sayang Dorsela yang berada dilintasan 6 diapit pelari Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat tidak mampu mengimbangi kecepatan mereka. Dorsela hanya mampu berada di urutan 8. Atlet Cabor DKI Jakarta meraih medali emas, disusul Jawa Timur dan Jawa Barat.

BOGOR - Penampilan Tim Drum Papua, Jumat (12/12/2014) di arena Gedung Olahraga Nasional (GOR) Pemuda dan Olahraga Kota Bogor Jawa Barat mendapat respon luar biasa dari peserta maupun masyarakat yang hadir dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drumband 2014 kemarin. Diakhir penampilan mereka pada Lomba Baris Berbaris (LBB), Drum Band Papua mendapat standing aplaus dari peserta penampilannya yang memukau.
Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Provinsi Papua, dr. John Manansang mengatakan keikutsertaan Drum Papua pada ajang Kejurnas Drum Band tahun 2014 merupakan bukti konkrit, cabang olahraga yang dipimpinnya mendukung program Ketua Umum dan Ketua Harian KONI Papua dalam mencapai prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 19 di Bandung Jawa Barat.
Hal senada juga dikemukakan Sekretaris PDBI Papua, Longginus Sanur, S.Sos. Dia menambahkan kehadiran drum band Papua di Kejurnas Bogor untuk mempersiapkan atlit-atlit drum band Papua pada ajang PON 19 maupun PON 20 tahun 2020 yang akan digelar di Papua.
Hari Jumat (12/12) siang Menpora Imam Nahrawi bersama Walikota Bogor, Bima Arya membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas)  Drumband 2014 di GOR Pemuda dan Olahraga kota Bogor. Pembukaan ditandai dengan pemukulan drum.

Sabtu, 13 Desember 2014 06:05

BULU TANGKIS SUMBANG EMAS

Ditulis oleh

LABUAN MALAYSIA - Tim bulutangkis Papua yang turun di ganda putra atas nama dua saudara kembar, Hiski Rumengan dan Hilkia BL, Selasa (8/12) malam membuat sejarah bagi Papua, keduanya berhasil membawa pulang medali emas bagi Papua, setelah di partai final mengalahkan ganda putra dari Sabah Malaysia dengan kemenangan WO akibat lawan mereka dari Sarawak Malaysia atas nama Niza dan Nazim yang juga saudara kembar mengalami cedera. Kemenangan pun menjadi milik Papua.
Padahal di set pertama Papua kalah 20-22. Tertinggal di set pertama 1-0, Papua berusaha di set kedua dan berhasil pimpin di point 7-5. Namun akibat lawan cedera, pertandingan pun tidak dilanjutkan menyebabkan Papua didaulat sebagai pemenang.
“Di set pertama dia (atlet Sarawak sudah cedera). Kemudian di set kedua dia juga kembali cedera,”ungkap Sekretaris Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Papua, Jhon Wenas di Kompleks Bulutangkis Sukan Labuan Malaysia Selasa malam.

Sabtu, 13 Desember 2014 06:03

Atlet Judo Berguguran

Ditulis oleh

Tampak atlit Judo gagal mempersembahkan medali bagi Papua.SURABAYA – Atlet Judo PON Remaja I Provinsi tak satupun meraih medali. Harapan atlet Judo Papua. Dua atlet Papua atas nama Deniz Puy dan Fazar Dwi Putra di GOR PTMSI, KONI Jawa Timur, Jumat (12/12) kalah. Deniz yang turun di kelas minus 55 berhasil mengalahkan atlet Judo Sumatera Utara. Kemudian dibabak selanjutnya ketika menghadapai atlet Judo Jawa Barat, Deniz kalah.
Sementara atlet Judo Putra PON Remaja I Papua, fajar Dwi Putra yang turun di kelas minus (-) 88 Kg dibabak penyisihan berhasil mengalahkan atlet judo Lampung. Kemudian dibabak kesempatan, Fazar kalah melawan atlet judo Kalimantan Selatan atas nama Ahmad Riski Hapiji.
Kekalahan dua atlet putra ini sekaligus menutup peluang bagi atlet judo Papua meraih emas. Dari empat atlet Judo putra-putri Papua semua kalah tidak ada yang bisa membawa medali pulang ke Papua. (HUMAS KONI)

Sabtu, 13 Desember 2014 06:01

TENIS MEJA: Ganda Campuran Kalah dari Kalsel

Ditulis oleh

SURABAYA – Tenis meja ganda campuran PON Remaja I Provinsi Papua, Gusti/Fauziatur melawan Atlet tenis meja Kalimantan Selamatan, M. Razibia/Aprilia dengan skor 2-3 di GOR KONI Jawa Timur, Jumat (12/12) kemarin.
Peluang tenis meja PON Remaja meraih medali masih terbuka di tunggal putra dan tunggal putri. Seperti yang disampaikan menajer Tenis Meja PON Remaja I Provinsi Papua Novita Lumintang, dari segi permainan atlet kita tidak kalah dengan atlet Kalsel. “Bisa dilihat kita hanya kalah tipis, 2-3. Saya juga dapat memaklumi kekalahan atlet kita karena mereka tidak dipersiapkan untuk ganda campuran,” katanya.
Dikatakannya, peluang Papua untuk meraih medali masih terbuka di tunggal Putra dan tunggal putri, besok (hari ini). “Kita berdoa semga atlet kita bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Papua,” imbuhnya.(HUMAS KONI)

Sabtu, 13 Desember 2014 06:00

Dari Cabor Menembak: Ifany Rahma Raih Medali Perak

Ditulis oleh

SURABAYA - Atlet menembak putri Papua, Ifany Rahma Zalzabila memastikan dirinya masuk final menembak air pistol putri 10 M (women), dilapangan Tembak Kodam Brawijaya, Surabaya, Juamat (11/12) kemarin berhasil menempatkan dirinya masuk final.
Ifany satu-satunya atlet putri menembak dari Papua yang diharapkan meraih medali. Lantaran Ifany adalah atlet yang menembak putri Papua yang sukses meraih medali pada saat Kejurnas di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Kita harapkan Ifany masuk final menembak putri berhasil meraih medali. Ifany adalah atlet menembak kita yang memiliki peluang meraih medali,” kata ketua Pengprov Perbakin provinsi Papua, Jhon Banua Rouw, S.Sos, kepada wartawan kemarin seraya menambahkan bahwa final menembak putri dilaksanakan, Jumat (12/12) pukul 14.00 Wib.
Dibabak Final Ifanny harus mengakui ketangguhan lawannya menembak air Pistol putri 10 M (women). Ifany berhasil mempersembahkan medali perak bagi provinsi Papua. Dengan demikian hingga Jumat (12/12) sore kemarin. Provinsi Papua menambah medali perak. Dengan dengan demikian Papua telah meraih 1 medali emas dan dua perak.

Sabtu, 13 Desember 2014 05:44

Atlet Tolak Peluru Peluru Raih Perunggu

Ditulis oleh

Yoseph Ndiken saat beraksi melakukan tolak peluru di Stadion Atletik Unesa, Kamis (11/12) kemarin.SURABAYA – Di hari ke dua, atlet Tolak Peluru PON Remaja I Papua,  atas nama Yoseph Ndiken sukses meraih perunggu di Stadion Atletik Unesa, Surabaya, Kamis (11/12). Sebelumnya Yoseph berhasil mengharumkan nama Papua di lempar lembing meraih Emas.
Siswa SMP YPK Sion ini dengan nomor punggung 167. Lemparan pertama Yoseph melakukan kesalahan yakni menginjak batas lingkaran. Alhasil, dia pun diberikan hukuman berupa diskualivikasi. Kemudian lemparan ke dua, lagi-lagi Joseph melakukan kesalahan lagi.
Meskipun sudah dua kali dia melakukan kesalahan, tetapi berkat semangat pantang menyerah ketika melakukan lemparan ketiga. Yosseph sukses melakukan lemparan sejauh  12.95 m. Giliran lemparan terakhir yakni yang ke empat, Joseph yang terlihat dengan tenang ini mampu melemparnya sejauh  13.20 M.
‘’Saya sebenarnya spesialis lempar lembing, saya bukan atlet tolak peluru. Tetapi saya hanya mencoba, ternyata upaya saya tidak sia-sia. Terus terang saya juga kaget bisa dapat medali perunggu. Saya akan lebih giat lagi berlatih untuk mengharumkan nama Papua di bidang olahraga,’’ kata Yoseph Ndiken dengan rasa haru yang sebelumnya pada lempar lembing sejauh 55.47 M.