Bulog Siap Minimalisir Penyelewengan Raskin

article thumbnail

JAYAPURA — Beberapa kasus penyelewengan Beras Miskin (Raskin) yang kerap terjadi hingga berulang [ ... ]


Kamasan Institute : Ada Kesengajaan Ulur Waktu Pilgub

JAYAPURA- Sekertaris Kamasan Institute,  Musa Sombuk  mengatakan bahwa delapan bulan molornya wakt [ ... ]


Puskesmas di Kota Jayapura Dapat Bantuan Ambulan

article thumbnail

JAYAPURA – Berdasarkan Riset Fasilitas Kesehatan (Risfaskes) tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Bad [ ... ]


Rabu, 22 Februari 2012
Home Kab. Jayapura Kembangkan Usaha Perikanan, PUMP Diprioritaskan
Kembangkan Usaha Perikanan, PUMP Diprioritaskan PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Jumat, 27 Januari 2012 22:31

SENTANI—Guna mengembangkan usaha perikanan di Kabupaten Jayapura, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura mencoba memprioritaskan Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP). Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Ir. Frangklin Mananoma kepada wartawan kemarin di Sentani.
Dikatakannya, dari sejumlah program yang dimiliki oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura akhirnya memutuskan bahwa PUMP menjadi prioritas. Hal ini disebabkan karena sebagian wilayah Kabupaten Jayapura terdiri dari perairan dan sangat potensial untuk pengembangan usaha perikanan.
“Dilihat dari potensi tersebut, maka pemerintah pusat melalui Kementrian Perikanan dan Kelautan memberikan perhatian serius terhadap usaha perikanan bagi masyarakat Kabupaten Jayapura khusus yang mendiami wilayah peraian. Baik di pesisir teluk Tanah Merah dan di kawasan Danau Sentani,” ujarnya.
Dimana perhatian pemerintah pusat tersebut di wujudkan dengan Program Usaha Mina Pedesaaan (PUMP), yang mana tahun 2012 ini telah memasuki tahun kedua, sebab sebelumnya tahun 2011 program tersebut juga telah dilakukan.
“Tahun 2012, PUMP terbagi kedalam tiga jenis yaitu, PUMP perikanan budidaya, ini difokuskan pada pengembangan usaha kerambah dengan jaring tancap di Danau Sentani,” imbuhnya. Lalu, berikutnya ada PUMP perikanan tangkap, ini difokuskan pada masyakat di pesisir teluk Tanah Merah dan kegiatannya berupa pengadaan  alat tangkap ikan. Dan yang terakhir PUMP P2HP (Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan), ini juga difokuskan pada masyarakat di wilayah pesisir dalam bentuk bantuan alat pemasaran dan penangkapan dengan pembagian kelompok,  pemasaran 15 kelompok dan penangkapan 20 kelompok.
“Selain program PUMP yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara(APBN), Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, juga mengalokasikan sebagian dana yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) kepada masyarakat. Dimana dana otsus tersebut, implementasinya nanti berupa pengadaan motor tempel 15 PK untuk masyarakat di pesisir wilayah pembangunan II,” terangnya.
Diharapkannya, dengan adanya bantuan kepada masyarakat seperti ini, dapat digunakan sebaik mungkin.  Yaitu jangan hanya menerima, lalu habis sehingga tidak ada niat mengembangkan, namun paling tidak masyarakat harus mengembangkan usaha mereka.
Sebab, lanjutnya, bantuan seperti ini hanyalah bersifat stimulan guna membangun pola pikir masyarakat dalam rangkah pengembangan kepribadian dalam memenuhi kebutuhan dasar yakni, sandang, pangan dan papan. (dee/roy/lo2)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Hukum Yang Ompong

Puluhan nyawa di atas Tanah Papua terus melayang, dan rasanya jumlahnya akan terus bertambah, tidak peduli itu dari warga sipil, militer atau polisi, orang asli Papua maupun non Papua, namun yang pasti aksi penghilangan nyawa atas manusia itu tidak bisa di biarkan terus - menerus.
Kisruh, kerusuhan, dan anarkhisme di atas Tanah Papua seakan tidak habis – habisnya, motifnya pun beragam, mulai dari tudingan aksi kelompok yang bertentangan ideologi, Pilkada, masalah perburuhan, sampai dengan aksi – aksi kriminal yang misterius.
Belum lagi sejumlah kasus yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan korupsi oleh para penguasa, yang juga terkesan jalan di tempat dan tidak mampu di tuntaskan oleh aparat baik itu polisi maupun kejaksaan, menambah daftar panjang betapa tidak berdayanya hukum di atas tanah ini. Karena hukum kita hanya terlihat tajam kepada mereka yang akrab di sebut sebagai pelaku makar, pelaku tipiring, pengecer togel, atau pelanggar lalu lintas yang notabene aktor – akto [ ... ]


Opini

Sejarah……… Akan Memerdekakan Rakyat Papua ( 95% orang Papua mau merdeka)

article thumbnail

Duta Besar Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia, pada bulan Juni 1969 kepada anggota Tim PBB, Dr. Fernando Ortiz Sanz, secara rahasia mengakui: “ 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua.” (Sumber Dok: Jack W.Lydman’s Report, Juli 18, 1969, in AA). Sedangkan, Dr. Fernando Ortiz Sanz, perwakilan PBB untuk mengawasi pelaksanaan PEPERA 1969 melaporkan: “Penjelasan orang-orang Indonesia atas pemberontakan Rakyat Papua sangat tidak dipercaya. Sesuai dengan laporan res [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul