| Kembangkan Usaha Perikanan, PUMP Diprioritaskan |
|
|
|
| Ditulis oleh redaksi binpa | ||||||
| Jumat, 27 Januari 2012 22:31 | ||||||
|
SENTANI—Guna mengembangkan usaha perikanan di Kabupaten Jayapura, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura mencoba memprioritaskan Program Usaha Mina Pedesaan (PUMP). Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Ir. Frangklin Mananoma kepada wartawan kemarin di Sentani. Dikatakannya, dari sejumlah program yang dimiliki oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura akhirnya memutuskan bahwa PUMP menjadi prioritas. Hal ini disebabkan karena sebagian wilayah Kabupaten Jayapura terdiri dari perairan dan sangat potensial untuk pengembangan usaha perikanan. “Dilihat dari potensi tersebut, maka pemerintah pusat melalui Kementrian Perikanan dan Kelautan memberikan perhatian serius terhadap usaha perikanan bagi masyarakat Kabupaten Jayapura khusus yang mendiami wilayah peraian. Baik di pesisir teluk Tanah Merah dan di kawasan Danau Sentani,” ujarnya. Dimana perhatian pemerintah pusat tersebut di wujudkan dengan Program Usaha Mina Pedesaaan (PUMP), yang mana tahun 2012 ini telah memasuki tahun kedua, sebab sebelumnya tahun 2011 program tersebut juga telah dilakukan. “Tahun 2012, PUMP terbagi kedalam tiga jenis yaitu, PUMP perikanan budidaya, ini difokuskan pada pengembangan usaha kerambah dengan jaring tancap di Danau Sentani,” imbuhnya. Lalu, berikutnya ada PUMP perikanan tangkap, ini difokuskan pada masyakat di pesisir teluk Tanah Merah dan kegiatannya berupa pengadaan alat tangkap ikan. Dan yang terakhir PUMP P2HP (Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perikanan), ini juga difokuskan pada masyarakat di wilayah pesisir dalam bentuk bantuan alat pemasaran dan penangkapan dengan pembagian kelompok, pemasaran 15 kelompok dan penangkapan 20 kelompok. “Selain program PUMP yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara(APBN), Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jayapura, juga mengalokasikan sebagian dana yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) kepada masyarakat. Dimana dana otsus tersebut, implementasinya nanti berupa pengadaan motor tempel 15 PK untuk masyarakat di pesisir wilayah pembangunan II,” terangnya. Diharapkannya, dengan adanya bantuan kepada masyarakat seperti ini, dapat digunakan sebaik mungkin. Yaitu jangan hanya menerima, lalu habis sehingga tidak ada niat mengembangkan, namun paling tidak masyarakat harus mengembangkan usaha mereka. Sebab, lanjutnya, bantuan seperti ini hanyalah bersifat stimulan guna membangun pola pikir masyarakat dalam rangkah pengembangan kepribadian dalam memenuhi kebutuhan dasar yakni, sandang, pangan dan papan. (dee/roy/lo2)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



