| WPIA Desak Pemerintah Melihat Persoalan Secara Merata |
|
|
|
| Ditulis oleh (cr-31/roy/LO1) | ||||||
| Senin, 20 Februari 2012 21:50 | ||||||
|
JAYAPURA—West Papua Interest Association (WPIA) mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mendefinisikan konferensi ILO, karena menurut West Papua Interest Association (WPIA), didalamnya ada banyak program kemanusiaan namun sampai saat ini pemerintah Indonesia masa bodoh atau sengaja tidak mendefinisikannya. Hal tersebut disampaikan Sekjen West Papua Interest Association (WPIA) Andreas Wakerwa S.Sos, MM saat berkunjung ke redaksi Bintang Papua (20/02) malam, menurutnya, hingga saat ini sangat mengesalkan sikap pemerintah terhadap masyarakat, terutama masyarakat didaerah konflik seperti Puncak. “Kami juga menilai pemerintah tidak professional untuk menangani persoalan yang terjadi di Papua seperti di Puncak,” katanya serius. Disana menjadi daerah rusuh, hinggai saat ini memakan waktu berbulan-bulan belum juga selesai atau ditangani secara serius, sedangkan Tolikara yang terjadinya baru saja pemerintah langsung turun tangan, sampai daerahnya mulai kondusif dan korbanpun semua dilarikan ke Rumah Sakit Dok II sampai tertolong. “Sedangkan masyarakat Puncak, membutukan bantuan seperti pengobatan, makanan dan lain-lain pemerintah tutup mata saja, apakan masyarakat puncak bukan bagian dari rakyat Indonesia?,” katanya tenuh tanya.Lanjut Anreas, sikap seperti pemerintah ini bukan menumbuhkan keharmonisan antara masyarakat dengan pemerintah, melainkan, membangun kecemburuan masyarakat terhadap pemerintah, dalam hal ini pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Sementara itu, akibat dari kerusuhan masyarakat ini, sebagian yang mengungsi ke daerah-daerah kesulitan untuk dapat beraktifitas guna menghidupi diri maupun keluarga, sedangkan mau pulang kembali ke daerah masih trauma, karena daerahnya belum kondusif. Hal ini secara tidak langsung masyarakat yang mengungsi maupun yang ada disana mengharapkan pertolongan dari pemerintah namun sampai saat ini belum juga pertolongan datang. “Untuk itu, kami WPIA mendesak pemerintah melihat persoalan ini dengan sangat jeli, agar masyarakat kembali merasakan kebebasan berkarya, dengan rasa bebas,” bebernya. (cr-31/roy/LO1)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



