| 7 Bulan Gaji ABK KM. Wambon Tak Dibayarkan |
|
|
|
| Ditulis oleh (ven/roy/LO1) | ||||||
| Selasa, 21 Februari 2012 22:27 | ||||||
|
JAYAPURA—Sebanyak sembilan anak buah kapal( ABK) KM. Wambon milik Pemda Boven Digoel tak menerima upah dari pemda Boven Digoel. Kesepuluh ABK tersebut masing masing, Ismail Leso, Juanda Salendeho, Benyamin Maniagasi, Jussy Jefri, Yan Nussy, Yohanis Edwin, Meksimus Edy, Charlo. S Dias Nussy, Robert. D Imbiri dan Muhammad Gufron. Kesepuluh ABK yang bekerja pada kapal Tanker milik Pemda Boven Digoel tersebut kini terlunta-lunta nasibnya, padahal kapal tangker Wambon itu milik Pemerintah Daerah yang dikelola Dinas Perhubungan Kabupaten Boven Digoel. Koordinator Tim Peduli KM. Wambon, Tonjes Maniagasi menyatakan, KM Wambon merupakan kapal yang dibeli Bupati Boven Digoel, Yusak Yaluwo dengan harga 6,5 milyar dan kasus pembelian kapal tanker tersebut menyeretnya dalam tindak korupsi dan sekarang mendekam dipenjara Cipinang Jakarta. Pembelian kapal Tangker Wambon sendiri memang bermasalah karena pembelian kapal itu mengunakan anggaran APBD Kabupaten Boven Digoel dan masalah pembelian kapal inilah, jadi masalah besar yang menyeret bupati Yusak Yaluwo. Dalam laporannya saat sidang ke Mahkamah Agung, Yusak Yaluwo mengatakan ia membeli kapal Tangker KM. Wambon seharga 3,5 miliar. Namun putusan Mahkamah Agung tetap memenangkan KPK.Setelah Yusak Yaluwo ditahan dicipinang, belakangan kapal tangker KM. Wambon jadi masalah karena semua ABKnya tak diberi gaji oleh Dinas perhunbungan, kata Tonjes. Yussy Nussy, Kapten Kapal KM. Wambon yang dihubungkan dengan Bintang Papua siang kemarin membenarkan, bahwa selama tujuh bulan dia bersama sembilan ABK lainnya tak menerima gaji. Ia mengungkapkan bahwa awal mula beroperasinya KM. Wambon di Kabupaten Boven Digoel saat itu tahun 2011 lalu mereka didatangi staf dinas perhubungan langsung ke rumahnya masing masing untuk menawarkan pekerjaan sebagai ABK dikapal Tangker KM. Wambon dengan janji akan digaj, termasuk saya sendiri sebagai kapten kapal tersebut. Namun sejak bulan Agustus 2011 sampai masuk Februari 2012, kami para ABK tak diberikan gaji, ujarnya. Kalau saya masih agak baik, karena saya Kapten kapal, bisa bawa kapal, saya cari kerja sementara di tempat lain. Namun ia menuturkan bagaimana dengan nasib ABK lainnya yang tak diberi gaji selama tujuh bulan itu, semuanya hidup kembali mengantung pada mertua dan orang tua. Ia mengatakan, kepala dinas perhubungan sampai hari ini tingal janji janji saja kepada mereka tanpa realisasi untuk bayar gaji mereka. Merasa tak ada yang memberikan perhatian kepada mereka, para ABK ini lantas meminta Tonjes Maniagasi sebagai koordinator mereka untuk menfasilitasi kebutuhan mereka ini dengan pemerintah. Tonjes mengatakan, setelah dia menghubungi DPRD Kabupaten Boven Digoel, untuk menayakan hal ini, Ketua DPRD, Marselus mengatakan anggaran untuk pembayaran gaji ABK tersedia dan sudah diusulkan kepada Wakil Bupati sebagai Pjs Bupati Boven Digoel yakni 80 juta, namun belakangan berkembang kabar kalau dana 80 juta digelapkan. Koordinator Tim Peduli KM. Wambon Tonjes Maniagasi menyatakan, pemda Boven Digoel melalui Dinas Perhubungan segera menyelesaikan pembayaran gaji para ABK KM. Wambon, sebab bagaimanapun juga para ABK telah melaksanakan kewajiban mereka, yakni bekerja diKapal itu dan mestinya apa yang menjadi hak mereka diberikan sebagai balasan atas kewajiban yang sudah dijalankan, ujarnya, selasa( 21/2/2012) diPadang Bulan. Menurut Tonjes, hal ini pelanggaran. Ia meminta Dinas perhubungan untuk segera menyelsaikan pembayarana gaji dan kesempatan diberikan satu bulan, bila dalam sebulan ini tak ada upaya upaya untuk menyelesaikan masalah ini, maka pihaknya akan melakukan upaya hukum. (ven/roy/LO1)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



