Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Kab. Jayapura Di Sentani, Menkes Launching Program Flying Health Care
Di Sentani, Menkes Launching Program Flying Health Care PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Selasa, 21 Februari 2012 22:39

Tampak Menkes RI ketika memakaikan seragam Flying Health Care kepada para petugas untuk tiga distrik di Kabupaten Jayapura Selasa (21/02) bertempat di halaman Puskesmas SentaniSENTANI – Dalam kunjungan kerjanya di Papua, Selasa (21/02) bertempat di halaman Puskesmas Sentani Kota Kabupaten Jayapura, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI) dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH melaunching Program Flying Health Care (Layanan Kesehatan Terbang).
Program tersebut, diperuntukkan bagi tiga distrik yang ada di Kabupaten Jayapura. Ketiga distrik tersebut diantaranya Distrik Urunum Guay yaitu di Kampung Nandalsi, Distrik Yapsi yaitu di Kampung Kuarja dan Distrik Kemtuk yaitu di Kampung Bingguin.
Menkes menuturkan bahwa Program layanan kesehatan terbang atau pelayanan dokter bergerak yang melayani baik darat, laut ataupun udara yang nantinya memakai pesawat, memiliki konsep yang berbeda-beda.
“Jadi di setiap wilayah akan berbeda penerapannya, yang diterapkan di Papua tentunya akan berbeda dengan yang diterapkan di Pontianak mengingat kondisi geografisnya yang berbeda pula,” tandasnya kepada wartawan saat dijumpai usai melaunching Program Flying Health Care di Puskesmas Sentani.
Dijelaskannya, untuk di wilayah Papua, tiga tim dari tiga kampung akan ditugaskan terlebih dahulu dimana akana ada bidan dan perawat yang ditinggal selama tiga bulan di tiga kampung tersebut.
“Sedangkan untuk tenaga dokternya, untuk sementara akan pulang pergi dahulu sembari dilakukan pelatihan agar terbentuk kader-kader kesehatan di tiga kampung tersebut,” ujarnya. Selain itu, lanjutnya, tenaga medis bagi Program Flying Health Care ini nantinya akan disediakan oleh daerah masing-masing. Mengingat pelayanan dokter terbang atau bergerak ini berbeda dari pelayanan kesehatan lainnya, maka pihaknya berharap akan adanya pelatihan, khususnya di 13 kabupaten atau kota yang ada di Papua.
Untuk diketahui, dua kegiatan baru yang tercantum dalam Rencana Aksi 2012-2014 yang disusun oleh Kementrian Kesehatan RI, yaitu pelaksanaan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua dan pelaksanaan peningkatan akses pelayanan kesehatan melalui ‘Flying Health Care’ yang mana kedua kegiatan ini dimulai pada tahun 2012 ini. (dee/aj/lo2)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul