Bulog Siap Minimalisir Penyelewengan Raskin

article thumbnail

JAYAPURA — Beberapa kasus penyelewengan Beras Miskin (Raskin) yang kerap terjadi hingga berulang [ ... ]


Kamasan Institute : Ada Kesengajaan Ulur Waktu Pilgub

JAYAPURA- Sekertaris Kamasan Institute,  Musa Sombuk  mengatakan bahwa delapan bulan molornya wakt [ ... ]


Puskesmas di Kota Jayapura Dapat Bantuan Ambulan

article thumbnail

JAYAPURA – Berdasarkan Riset Fasilitas Kesehatan (Risfaskes) tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Bad [ ... ]


Rabu, 22 Februari 2012
Home Keerom
KEEROM
Kampung Bias, Masuk Keerom Apa Pegubin ? PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Selasa, 21 Februari 2012 22:31

Bahas Masalah Batas, Dewan akan Undang Pemkab Pegubin dan Provinsi Papua

Yosep TurotARSO – Kampung Bias, Distrik Towe Hitam, Kabupaten Keerom yang wilayahnya berbatasan dengan Kambupaten Pegunungan Bintang, letak perbatasannya masih belum jelas. Hal itu mengakibatkan kebingungan di tengah masyarakat setempat.
Bahkan, belakangan diinformasikan telah berdiri satu distrik bernama Distrik Murkim, Kabupaten Pegunungan Bintang yang letaknya di wilayah Kampung Bias.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi A  DPRD Kabupaten Keerom, Yosep Turot mengatakan, pihaknya mempertayakan ke Bupati Keerom, dan berencana mengundang Pemerintah dari Pengunungan Bintang untuk dilakukan pertemuan dan juga pihak Propinsi Papua sebagai moderator.
“Agar bisa diselesaikan masalah ini,”  tegasnya.
Ia mengatakan, Kabupaten Keerom telah banyak mengeluarkan dana yang cukup besar di Wilayah Distrik Towe Hitam.
“Oleh karena itu DPRD Kabupaten Keerom meminta ke Propinsi Papua agar melakukan pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (21/2).
Dijelaskan, pertemuan tersebut harus secepatnya dilakukan, agar tidak terjadi kesalahpahaman antara Pemerintah Kabupaten Keerom maupun Pemerintah Kabupaten Pengunungan Bintang dan juga menghindari kedua pihak masyarakat yang mengakui sebagai warga Kabupaten Keerom dan pihak masyarakat yang mengakui sebagai warga Kabupaten Pegunungan Bintang.

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 485

Editorial

Hukum Yang Ompong

Puluhan nyawa di atas Tanah Papua terus melayang, dan rasanya jumlahnya akan terus bertambah, tidak peduli itu dari warga sipil, militer atau polisi, orang asli Papua maupun non Papua, namun yang pasti aksi penghilangan nyawa atas manusia itu tidak bisa di biarkan terus - menerus.
Kisruh, kerusuhan, dan anarkhisme di atas Tanah Papua seakan tidak habis – habisnya, motifnya pun beragam, mulai dari tudingan aksi kelompok yang bertentangan ideologi, Pilkada, masalah perburuhan, sampai dengan aksi – aksi kriminal yang misterius.
Belum lagi sejumlah kasus yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan korupsi oleh para penguasa, yang juga terkesan jalan di tempat dan tidak mampu di tuntaskan oleh aparat baik itu polisi maupun kejaksaan, menambah daftar panjang betapa tidak berdayanya hukum di atas tanah ini. Karena hukum kita hanya terlihat tajam kepada mereka yang akrab di sebut sebagai pelaku makar, pelaku tipiring, pengecer togel, atau pelanggar lalu lintas yang notabene aktor – akto [ ... ]


Opini

Sejarah……… Akan Memerdekakan Rakyat Papua ( 95% orang Papua mau merdeka)

article thumbnail

Duta Besar Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia, pada bulan Juni 1969 kepada anggota Tim PBB, Dr. Fernando Ortiz Sanz, secara rahasia mengakui: “ 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua.” (Sumber Dok: Jack W.Lydman’s Report, Juli 18, 1969, in AA). Sedangkan, Dr. Fernando Ortiz Sanz, perwakilan PBB untuk mengawasi pelaksanaan PEPERA 1969 melaporkan: “Penjelasan orang-orang Indonesia atas pemberontakan Rakyat Papua sangat tidak dipercaya. Sesuai dengan laporan res [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul