KEEROM - Senin (17/6), puluhan guru yang bertugas di wilayah Kabupaten Keerom menggelar aksi demo damai di Halaman Kantor Bupati Keerom.
Aksi tersebut untuk meminta Bupati Keerom menurunkan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Keerom beserta kroni-kroninya dari jabatannya, karena dinilai salah menggunakan tugas dan wewenangnya.
Didepan Wakil Bupati Keerom, MUH Markum,SH yang langsung menemui para pendemo, kordinator demo, Pausan mengatakan, aksi demo yang dilakukan para guru-guru karena Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Keerom dianggap sangat keterlaluan dan sudah terlalu lama ia melakukannya terhadap para guru, mulai dari membodohi, mamaksa, penipu dan lain sebagainya.
“Dia telah menyakiti kami dan menjadi korban oleh tindakan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Keerom, Drs. Bambang Suhartawan,” ungkapnya saat ditemui wartawan usai melakukan aksi demo, Senin (17/6).
KEEROM - Adanya para guru-guru di Keerom yang melakukan aksi demo terkait sejumalh masalah yang terjadi di Dinas P dan P Keerom, juga mendapat sorotan dari Dewan Adat Keerom.
Ketua Dewan Adat Keerom (DAK), Hubertus Kwambre,SH mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Keerom harus menanggung semua biaya dan hak-hak para guru harus diselesaikan.
“Kita di Papua semua berbicara guru sangat dibutuhkan, tetapi penyelenggaranya tidak bertanggungjawab hak-hak para guru dan jika perlu Bupati Keerom lebih baik saja kepala dinas diberhentikan dari jabatannya,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, Senin (17/6).
Pasalnya, ada kekhawatiran masyarakat Keerom bahwa kurang lebih satu tahun menjabat di Keerom sebagai kepala dinas telah memiliki rumah seperti istana.
KEEROM – Bupati Kabupaten Keerom, Yusuf Wally, SE, MM, mengungkapkan bahwa terkait permintaan DPRD Kabupaten Keerom atas laporan hasil audit Badan Inspektorat Kabupaten Keerom untuk dijadikan materi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ), agar agenda sidang tidak molor, maka dalam waktu dekat ini, akan segera menyerahkan materi LKPJ tersebut.
“Jadi saya rasa mungkin dalam waktu dekat kita akan meyerahkan hasil audit inspektorat untuk menjadi materi dalan sidang LKPJ, tinggal bagaimana kesiapan dari masing–masing pihak saja karena semua yang diminta itu telah siap, tinggal berdasarkan hasil itu kita akan melakukan kesepakatan saja,” ungkapnya kepada wartawan di Kantor Bupati Keerom, pekan lalu.
KEEROM - Di Lapangan Arso 6, Kampung Yammua, Distrik Arso Kabupaten Keerom, Sabtu (15/6) lalu. Kepala Suku Rukun Keluarga Masyarakat Adat Pengunungan Tengah (RKMAPT), Theo Asso, resmi dilantik sebagai kepala Suku oleh, Pdt.Jermias Jamingga.
Dalam pelantikan yang dimeriahkan dengan acara bakar batu tersebut, Theo Asso memberikan sebuah gambaran keberhasilan seorang pimpinan melalui acara bakar batu.
“Ketika melakukan bakar batu, apabila babi tersebut masih dalam keadaan mentah kepimpinan saya tidak akan sukses.jika babi masaknya bagus, maka kepemimpinan saya sebagai Kepala Suku sukses untuk memimpin masyarakat Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom,” ungkapnya saat ditemui Bintang Papua usai meyaksikan penyerahan Babi yang akan dipotong sebagai tanda proses pelantikan Kepala Suku.
Selain itu, pihaknya berencana untuk mengangkat Ekonomi Kerakyatan, Kesehatan dan Pendidikan bagi masyarakat Pengunungan Tengah yang berada di wilayah Keerom serta hadirnya Lembaga RKMAPT ini untuk memproteksi dalam bagian tersebut.
JAYAPURA—PT. Jamsostek (Persero) Cabang Papua kembali menyalurkan program CSR (Coorporate Social Responsibility) melalui progam Peningkatan Kesejahteraan Peserta dengan kegiatan Pengobatan gratis yang dilaksanakan di PT. Tandan Sawita, Kabupaten Keerom.
Dalam release yang dikirim ke Redaksi Bintang Papua pada Sabtu (15/06), M. Jafar Puarada, Kepala PT. Jamsostek Cabang Papua mengatakan, pengobatan gratis yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Jamsostek terhadap pekerja yang merupakan peserta Jamsostek termasuk masyarakat sekitar.
“Tahun 2012, kegiatan ini telah kami laksanakan di Kota Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Biak serta pelaksanaan Posko Mudik Lebaran Jamsostek di pelabuhan Kota Jayapura, “ jelasnya.
KEEROM – Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Keerom, Ir. Joko Susilo, MM, mengungkapkan, kegiatan pemanfaatan hutan di Arso Timur saat ini memang masih dilakukan, karena pihaknya masih membuka lahan pertanian yakni PT. Tandan Sawita Papua.
Saat ini sudah dalam tahap 80 persen untuk pembangunan kebun, sehingga dari pembukaan hutan itu memang ada beberapa perusahaan yang memang masih melakukan penebangan di Arso Timur, tapi tidak dipungkiri juga memang ada kegiatan masyarakat dalam skala kecil untuk kebutuhan kayu lokal.
“Jadi, terkait dengan kegiatan masyarakat atau kegiatan yang lain, yang disinyalir mungkin belum ada ijin yang lengkap maka Bupati Keerom telah mengeluarkan surat edaran kepada para pihak yang berada di dalam dan di sekitar hutan untuk melakukan kegiatan pemanfaatan hutan lengkap dan benar sesuai aturan main,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di kantor Bupati Keerom, Jumat (14/6) lalu.
KEEROM – Wakil Ketua II, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Keerom, Iwan Siswanto, SH, mengatakan, di Tahun Anggaran 2013 ini dewan berharap agar para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom dapat berkomitmen melaksanakan APBD Keerom.
Sehingga daya serap anggaran maupun kegiatan fisik dilapangan sesuai yang diharapkan masyarakat, terutama pada pekerjaan yang dilaksanakan tidak tergesa-gesa, yang pada akhirnya kualitas dari pekerjaan itu tidak sebagaimana yang diharapkan.
“Jika semua SKPD punya komitmen, kami dewan rasa APBD Keerom di Tahun 2013 ini bisa direalisasikan dengan sebaik-baiknya dan daya serapnya meningkat,” ungkapnya, saat ditemui Wartawan i ruang Kerjanya, pekan lalu.
KEEROM–Bupati Kabupaten Keerom Yusuf Wally, SE, MM mengungkapkan bahwa pengolaan Sistem Informasi Daerah –Barang milik Daerah (SIMDA-BMD) merupakan harapan dan terus menjadi cita-cita yang besar agar dalam mengelolah keuangan Negara itu dapat mencapai penilaian yang Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) , dan untuk mencapai WTP itu bukan merupakan hal yang mudah, tapi harus bekerja keras.
“ Jadi kita harus bekerja dalam satu system yang teratur atau yang baik sehingga itu bisa menjadi ukuran dalam proses itu bisa kita lakukan dimana yang harus kita perbaiki, dimana yang harus kita tingkatkan sehingga menuju ke arah WTP itu,”ungkapnya saat ditemui Bintang Papua di Kantor Bupati Keerom, pekan lalu.
KEEROM - Lomba dan kontes ternak hasil Inseminasi buatan (pembuahan secara suntik) Tahun 2013 guna mendukung program pencapaian swasembanda daging tahun 2014 untuk mewujudkan berbagai kebijakan operasional.
“ Kami melakukan perwujudan perogram kelahiran ternak dan program pengendalian serta program pengembangan ternak khususnya sapi , yang merupakan strategi yang diambil dalam pencapaian program peningkatan kelahiran, yaitu melalui pelayanan bioteknologi reproduksi melalui inseminasi buatan (IB) dan embrio tranfer (ET),” ungkap Gubernur Papua, Lukas Enembe,Sip,MH yang dibacakan oleh Plt, Sekda Kabupaten Keerom Drs.. Syaharuddin Ramli,di Kampung Yammua,Arso 6,Distrik Arso Kabupaten Keerom, Rabu (12/6).
Menurutnya, penambahan indukan dan pejantan baru , serta pengembangan pakan dan hikauwan makanan ternak (HMT), secara khusus untuk Provinsi Papua , akselarasi peningkatan kelahiran ternak sapi gencar dilakukan melalui aplikasi bioteknologi Reproduksi dengan inseminasi buatan pada ternak sapi potong dengan fokus terkonsentrasi kawasan yang padat ternak sapi yaitu Kabupaten Jayapura , Keerom , Merauke , Nabire dan kota Jayapura , sedangkan untuk Fokus introduksi akan dilakukan di kabupaten Jayawijaya, biak Numfor , Yapen dan Waropen.