| Seorang Dokter di RSUD Serui Dilaporkan Lakukan Malpraktek |
|
|
|
| Ditulis oleh redaksi binpa |
| Selasa, 14 Februari 2012 22:21 |
|
SERUI – Karena menilai telah terjadi maal praktek, salah seorang dokter di RSUD Serui, dr.Reinhard Ratulangi,S.Og dilaporkan ke Polisi. Hal itu setelah pasiennya bernama Linces S Rumbairosi yang meninggal setelah mendapat perawatan di RSUD Serui, dinilai pihak keluarga akibat salah diagnosis. Diceritakan oleh salah satu kerabat korban, Ottow Mudumi, meninggalnya Linces S Rumbairosi di RSUD-Serui baru-baru ini, bukan karena penyakit yang diderita, melainkan karena tindakkan yang dilakukan pihak rumah sakit. “Pada saat almarhumah dibawa ke UGD RSUD Serui, kemudian kata petugas yang ada di UGD bahwa almarhumah selain mengalami HB rendah, juga terkena malaria tropika +2, sehingga harus mendapatkan transflusi darah,” ceritanya. Dan ketika telah lewat empat hari, lanjutnya berdasarkan hasil USG dari Dr.Reinhard Ratulangi,S.Og bahwa pasien tersebut sedang mengandung, namun janinnya di luar kandungan, sehingga harus dilakukan operasi. Dikatakan, setelah operasinya dilakukan oleh Dr.Reinhard Ratulangi namun tidak ditemukan kalau pasien hamil diluar kandungan. “Dan keganjilan lain yang ditemui ada pada tempat operasi, yang mana bukannya mengering justru menjadi biru kehitam-hitaman dan perut pasien membengkak, sehingga mengakibatkan pasien tersebut meninggal dunia,” ungkapnya. Akibat peristiwa tersebut pihak keluarga merasa tidak puas dengan hasil kerja yang dilakukan oleh pihak rumah sakit atau dokter yang bersangkutan Dr.Reinhard Ratulangi, untuk itu pihak keluarga mengajukan persoalan tersebut kepihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, Dr.Reinhard Ratulangi ketika ditemui diruang kerjanya terkait peristiwa tersebut menjelaskan pada prinsipnya tugas dan tanggungjawabnya untuk melayani pasien yang dilayani agar kembali mendapatkan kesembuhan dan sehat. Dimana semua prosedur yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan yang dipelajari, namun disatu sisi sesuai dengan harapannya bahwa pasien tersebut harusnya bisa pulih, justru kenyataannya berkata lain dan menimbulkan ketidak puasan dari pihak keluarga. Dirinya siap mempertanggungjawabkan apapun yang telah dilakukan secara keilmuan tanpa mengurangi apapun. Ditambahkan Dr.Reinhard dari kejadian tersebut telah menjadi beban tersendiri bukan saja dari pihak keluarga melainkan dirinya pun merasakan. “Saya berharap agar hal itu bisa diselesaikan bersama-sama, sehingga dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat dapat dijalaninya dengan tenang tanpa ada beban pikiran yang bisa mengganggu konsentrasi ketika sedang memberikan pelayanan dan semuanya dapat berjalan dengan baik,” harapnya. (seo/aj/lo2) |



