Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Kep. Yapen Seorang Dokter di RSUD Serui Dilaporkan Lakukan Malpraktek
Seorang Dokter di RSUD Serui Dilaporkan Lakukan Malpraktek PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Selasa, 14 Februari 2012 22:21

SERUI – Karena menilai telah terjadi maal praktek, salah seorang dokter di RSUD Serui, dr.Reinhard Ratulangi,S.Og dilaporkan ke Polisi.
Hal itu setelah pasiennya bernama Linces S Rumbairosi yang meninggal setelah mendapat perawatan di RSUD Serui, dinilai pihak keluarga akibat salah diagnosis.
Diceritakan oleh salah satu kerabat korban,  Ottow Mudumi, meninggalnya Linces S Rumbairosi di RSUD-Serui baru-baru ini, bukan karena penyakit yang diderita, melainkan karena tindakkan yang dilakukan pihak rumah sakit.
“Pada saat almarhumah dibawa ke UGD RSUD Serui, kemudian kata petugas yang ada di UGD bahwa almarhumah selain mengalami HB rendah, juga terkena malaria tropika +2, sehingga harus mendapatkan transflusi darah,” ceritanya.
Dan ketika telah lewat empat hari, lanjutnya berdasarkan hasil USG dari Dr.Reinhard Ratulangi,S.Og bahwa pasien tersebut sedang mengandung, namun janinnya di luar kandungan, sehingga harus dilakukan operasi.
Dikatakan, setelah operasinya dilakukan oleh Dr.Reinhard Ratulangi namun tidak ditemukan kalau pasien hamil diluar kandungan.
“Dan keganjilan lain yang ditemui ada pada tempat operasi, yang mana bukannya mengering justru menjadi biru kehitam-hitaman dan perut pasien membengkak, sehingga mengakibatkan pasien tersebut meninggal dunia,” ungkapnya.
Akibat peristiwa tersebut pihak keluarga merasa tidak puas dengan hasil kerja yang dilakukan oleh pihak rumah sakit atau dokter yang bersangkutan Dr.Reinhard Ratulangi, untuk itu pihak keluarga mengajukan persoalan tersebut kepihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, Dr.Reinhard Ratulangi ketika ditemui diruang kerjanya terkait peristiwa tersebut menjelaskan pada prinsipnya tugas dan tanggungjawabnya untuk melayani pasien yang dilayani agar kembali mendapatkan kesembuhan dan sehat.
Dimana semua prosedur yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan yang dipelajari, namun disatu sisi sesuai dengan harapannya bahwa pasien tersebut harusnya bisa pulih, justru kenyataannya berkata lain dan menimbulkan ketidak puasan dari pihak keluarga.
Dirinya siap mempertanggungjawabkan apapun yang telah dilakukan secara keilmuan tanpa mengurangi apapun.
Ditambahkan Dr.Reinhard dari kejadian tersebut telah menjadi beban tersendiri bukan saja dari pihak keluarga melainkan dirinya pun merasakan.
“Saya berharap agar hal itu bisa diselesaikan bersama-sama, sehingga dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat dapat dijalaninya dengan tenang tanpa ada beban pikiran yang bisa mengganggu konsentrasi ketika sedang memberikan pelayanan dan semuanya dapat berjalan dengan baik,” harapnya. (seo/aj/lo2)

Comments
Add New Search
ari  - mmmm   |203.130.231.xxx |Y-m-d H:i:s
yang bener nii??
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul