| Bensin Kosong, Antrian Kendaraan Mencapai 1 Km |
|
|
|
| Ditulis oleh (hdm/roy/LO1) | ||||||
| Selasa, 21 Februari 2012 22:27 | ||||||
|
TIMIKA—Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin (premium) di sejumlah SPBU di Kota Timika mengalami kelangkaan sejak dua hari terakhir ini. Kelangkaan ini karena hal klasik kapal pengangkut tidak masukke Timika karena cuaca buruk dan gelombang tinggi. Ditiga SPBU antrian kendaraan mencapai hampir 1 km. Sesuai Pantauan Bintang Papua, di tiga SPBU yakni SPBU SP 2 Kampung Timik Jaya , SPBU Hasanuddin, Kelurahan Inauga, SPBU Nawaripi, Kelurahan Nawaripi sejak pagi hari antrian panjang terjadi diruas jalan menuju SPBU. Ribuan motor ojek, ratusan kendaraan harus rela mengantri meski tidak mencari penumpang selama seharian. Di SPBU SP2 sekitar pukul 11.30 wit stok bensin habis, menurut petugas pukul 15.00 wit baru ada lagi. Bahkan di tiga SPBU sudah terlihat ada petugas kepolisian yang berjaga-jaga mengamanan lokasi SPBU. Karena saat BBM kosong seperti ini orang bisa saja dengan kekerasan untuk lebih mudah mendapat pelayanan lebih dahulu. Tukang ojek Abdul Malik, kepada wartawan mengatakan sudah mengantri dari pagi tapi sampai siang belum juga mendapat bagian. Bahkan ada temannya sudah mengantri di SPBU dari jam 04.00 pagi subuh hingga siang belum mendapat bagian.Abdul Malik meminta kepada petugas SPBU untuk membatasi pembelian bensin disaat sulit seperti ini. Kendaraan roda dua cukup 3 liter, dan kendaraan besar 20 liter. Dia meminta pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP turut pengawasi pengisian BBM disaat sulit seperti ini. “ Dua hari baru ada polisi, kalau boleh ditambah dari pemda dan Satpol supaya pengisian ini diatur dengan baik supaya sema kendaraan mendapat bagian. Sayang sekali sudah dari pagi-pagi sudah antri sampai siang belum juga mendapat bagian. Kami orang kecil sangat mengharapkan disaat seperti ini pemerintah harus hadir membantu masyarakat sehingga lebih mudah mendapat jatah minyak. Dengan adanya kelangkaan minyak dampaknya juga akan berimbas pada ojek dan kendaraan lainnya, harga muat atau angkut akan meningkat. Supaya ini tidak terjadi pemerintah perlu mengatur sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak. Dia juga menyoroti ada warga yang datang membawa jerigen atau drum. Memang tidak larang itu hak warga untuk mencari sesuap nasi di Timika, namun harus tahu diri disaat semua orang susah seperti ini dia dengan mudah mendapatkan minyak. Dia minta petugas tidak boleh melayani warga yang datang menggunakan jerigen atau drum. Selain itu Oktofianus sependapat dengan rekannya Abdul Malik, agar petugas SPBU tidak melayani pembelian bensin menggunakan jerigen atau drum. “ Kalau kondisi normal silahkan mau bawah drum, trangki minyak atau profil tank untuk ambil sebanyak-banyaknya. Tapi disaati persediaan minyak terbatas seperti sekarang orang datang dengan jerigen berarti sama dengan menguras jatah oranglain,” kata Oktofioanus. Dia meminta petugas kepolisian, Satpol PP, Dinas Koperindag harus melarang dengan tegas warga tidak boleh membawa jerigen saat minyak langkah seperti ini. Bila perlu petugas tidak mengizinkan yang bersangkutan mengisi minyak dan menyuruh dia membawa pulang jerigen kerumahnya baru kembali mengisi bensin. Dia juga meminta pihak Pertamina untuk belajar dari situasi alam di Timika lebih-lebih kondisi dan cuaca di laut Arafura yang terkadang terjadi gelombang tinggi. Disaat gelombang tinggi pertamina harus mengontrak (carter) kapal yang lebih besar untuk mengangkut minyak dari Tual ke Timika. Sementara Manager SPBU Nawaripi, Syaefuddin mengatakan ada pengurangan jatah dari Pertamina, karena persediaan di Jober terbatas. Apalagi kondisi dan cuaca dilaut dengan gelombang tinggi menyebabkan kapal pengangkut minyak tidak berlayar. “ Yang saya baca gelombang tinggi, ada larangan dari pihak administrasi pelabuhan (Adpel), dan Badan Meterologi Tual untuk tidak berlayar ke Timika. Tapi kami tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Syaefuddin. Berkaitan dengan pengisian menggunakan jerigen dia menegaskan tidak akan melayani pelayanan jerigen karena itu akan menguras jatah orang lain. Sekarang kepolisian dan pemda sudah turut menjaga keamanan di SPBU diharapkan ada warga yang datang membawa jerigen petugas akan suruh pulang. (hdm/roy/LO1)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



