Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Mimika Bensin Kosong, Antrian Kendaraan Mencapai 1 Km
Bensin Kosong, Antrian Kendaraan Mencapai 1 Km PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh (hdm/roy/LO1)   
Selasa, 21 Februari 2012 22:27

TIMIKA—Stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin (premium) di sejumlah SPBU di Kota Timika mengalami kelangkaan sejak dua hari terakhir ini. Kelangkaan ini karena hal klasik kapal pengangkut tidak masukke Timika karena cuaca buruk dan gelombang tinggi. Ditiga SPBU antrian kendaraan mencapai hampir 1 km.

Sesuai Pantauan Bintang Papua, di tiga SPBU yakni SPBU SP 2 Kampung Timik Jaya , SPBU Hasanuddin, Kelurahan Inauga, SPBU Nawaripi, Kelurahan Nawaripi sejak pagi hari antrian panjang terjadi diruas jalan menuju SPBU. Ribuan motor ojek, ratusan kendaraan harus rela mengantri  meski tidak mencari penumpang selama seharian. Di SPBU SP2 sekitar pukul  11.30 wit stok bensin habis, menurut petugas pukul 15.00 wit baru ada lagi.  Bahkan di tiga SPBU sudah terlihat ada petugas kepolisian yang berjaga-jaga mengamanan lokasi SPBU. Karena saat BBM kosong seperti ini orang bisa saja dengan kekerasan untuk lebih mudah mendapat pelayanan lebih dahulu.

Tukang ojek Abdul Malik, kepada wartawan mengatakan sudah mengantri dari pagi tapi sampai siang belum juga mendapat bagian.  Bahkan ada temannya sudah mengantri di SPBU dari jam 04.00 pagi subuh hingga siang belum mendapat bagian. 

Abdul Malik meminta kepada petugas SPBU untuk membatasi pembelian bensin disaat sulit seperti ini. Kendaraan roda dua cukup 3 liter, dan kendaraan besar 20 liter. Dia meminta pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP turut pengawasi  pengisian BBM disaat sulit seperti ini. “ Dua hari baru ada polisi, kalau boleh ditambah dari pemda dan Satpol supaya pengisian ini diatur dengan baik supaya sema kendaraan mendapat bagian. Sayang sekali sudah dari pagi-pagi sudah antri sampai siang belum juga mendapat bagian.  Kami orang kecil sangat mengharapkan disaat seperti ini pemerintah harus hadir membantu masyarakat sehingga lebih mudah mendapat jatah minyak.  Dengan adanya kelangkaan minyak dampaknya juga akan berimbas pada ojek dan kendaraan lainnya, harga muat atau angkut akan meningkat.  Supaya ini tidak terjadi pemerintah perlu mengatur sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak.

Dia juga menyoroti ada warga yang datang membawa jerigen atau drum. Memang tidak larang itu hak warga untuk mencari sesuap nasi di Timika, namun harus tahu diri disaat semua orang susah seperti  ini dia dengan mudah mendapatkan minyak. Dia minta petugas tidak boleh melayani warga yang datang menggunakan jerigen atau drum.

Selain itu Oktofianus sependapat dengan rekannya Abdul Malik, agar petugas SPBU tidak melayani pembelian bensin menggunakan jerigen atau drum. “ Kalau kondisi normal silahkan mau bawah drum, trangki minyak atau profil tank untuk ambil sebanyak-banyaknya. Tapi disaati persediaan minyak terbatas seperti sekarang orang datang dengan jerigen berarti sama dengan  menguras jatah oranglain,” kata Oktofioanus.

Dia meminta petugas kepolisian, Satpol PP, Dinas Koperindag harus melarang dengan tegas warga tidak boleh membawa jerigen saat minyak langkah seperti ini.  Bila perlu petugas tidak mengizinkan yang bersangkutan mengisi minyak dan menyuruh dia membawa pulang jerigen kerumahnya baru kembali mengisi bensin.

Dia juga meminta pihak Pertamina untuk belajar dari situasi alam di Timika lebih-lebih kondisi dan cuaca di laut Arafura yang terkadang terjadi gelombang tinggi.  Disaat gelombang tinggi pertamina harus mengontrak (carter) kapal yang lebih besar untuk mengangkut minyak dari Tual ke Timika.

Sementara Manager SPBU Nawaripi, Syaefuddin mengatakan ada pengurangan jatah dari Pertamina, karena persediaan di Jober terbatas. Apalagi kondisi dan cuaca dilaut dengan gelombang tinggi menyebabkan kapal pengangkut minyak tidak berlayar. “ Yang saya baca gelombang tinggi, ada larangan dari pihak administrasi pelabuhan (Adpel), dan Badan Meterologi Tual untuk tidak berlayar ke Timika. Tapi kami tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata  Syaefuddin.

Berkaitan dengan pengisian menggunakan jerigen dia menegaskan tidak akan melayani pelayanan jerigen karena itu akan menguras jatah orang lain.  Sekarang kepolisian dan pemda sudah turut menjaga keamanan di SPBU diharapkan ada warga yang datang membawa jerigen petugas akan suruh pulang. (hdm/roy/LO1)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul