Bulog Siap Minimalisir Penyelewengan Raskin

article thumbnail

JAYAPURA — Beberapa kasus penyelewengan Beras Miskin (Raskin) yang kerap terjadi hingga berulang [ ... ]


Kamasan Institute : Ada Kesengajaan Ulur Waktu Pilgub

JAYAPURA- Sekertaris Kamasan Institute,  Musa Sombuk  mengatakan bahwa delapan bulan molornya wakt [ ... ]


Puskesmas di Kota Jayapura Dapat Bantuan Ambulan

article thumbnail

JAYAPURA – Berdasarkan Riset Fasilitas Kesehatan (Risfaskes) tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Bad [ ... ]


Rabu, 22 Februari 2012
Home Olah Raga
Olah Raga
APRILLIANDI RAWUNG, Taekwondoin Andalan Papua di PON XVIII PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Selasa, 21 Februari 2012 22:44

JSalah satu Taekwondoin andalan Papua, Aprilliandi Rawung atau Rendy.AYAPURA – Menggeluti olahraga Taekwondo sejak kecil, membuat Rendy, panggilan akrab Aprilliandi, sudah sangat terbiasa dengan olahraga yang oleh sebagian orang dianggap ‘keras’ tersebut, berawal dari ikut-ikutan, kini, Rendy menjadi salah satu Taekwondoin andalan Papua pada ajang Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau, September 2012 nanti.
“Dari TK saya sudah ikut latihan Taekwondo, memang awalnya hanya ikut-ikutan teman saja, tetapi lama-kelamaan saya jadi jatuh cinta dan merasa seperti sudah menyatu dengan olahraga Taekwondo ini, saya jyga senang karena sepenuhnya didukung oleh orang tua saya” ujar Rendy saat ditemui Bintang Papua di Kantor KONI Papua, Selasa (21/2) kemarin.
Pria yang saat ini sedang menjalani pendidikan di SMU Negeri 2 Jayapura tersebut, berhasil lolos ke Pekan Olahraga Nasional setelah pada Pra Kulaifikasi PON yang berlangsung di Riau pada medio Agustus 2011 lalu, Rendy berhasil meraih medali perunggu, sejauh ini, medali perunggu tersebut menjadi sebuah kebanggan bagi Rendy.
“Yang jelas saya bangga, karena dengan meraih medali perunggu itu otomatis saya bisa lolos ke PON, dan dengan lolos ke PON berarti saya punya peluang untuk berbuat sesuatu untuk tanah Papua tercinta, dan saya juga punya keinginan yang besar untuk menjadi seorang Taekwndoin yang baik nantinya,” tambah Rendy.

Selanjutnya...
 
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»

halaman 1 dari 437

Editorial

Hukum Yang Ompong

Puluhan nyawa di atas Tanah Papua terus melayang, dan rasanya jumlahnya akan terus bertambah, tidak peduli itu dari warga sipil, militer atau polisi, orang asli Papua maupun non Papua, namun yang pasti aksi penghilangan nyawa atas manusia itu tidak bisa di biarkan terus - menerus.
Kisruh, kerusuhan, dan anarkhisme di atas Tanah Papua seakan tidak habis – habisnya, motifnya pun beragam, mulai dari tudingan aksi kelompok yang bertentangan ideologi, Pilkada, masalah perburuhan, sampai dengan aksi – aksi kriminal yang misterius.
Belum lagi sejumlah kasus yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan korupsi oleh para penguasa, yang juga terkesan jalan di tempat dan tidak mampu di tuntaskan oleh aparat baik itu polisi maupun kejaksaan, menambah daftar panjang betapa tidak berdayanya hukum di atas tanah ini. Karena hukum kita hanya terlihat tajam kepada mereka yang akrab di sebut sebagai pelaku makar, pelaku tipiring, pengecer togel, atau pelanggar lalu lintas yang notabene aktor – akto [ ... ]


Opini

Sejarah……… Akan Memerdekakan Rakyat Papua ( 95% orang Papua mau merdeka)

article thumbnail

Duta Besar Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia, pada bulan Juni 1969 kepada anggota Tim PBB, Dr. Fernando Ortiz Sanz, secara rahasia mengakui: “ 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua.” (Sumber Dok: Jack W.Lydman’s Report, Juli 18, 1969, in AA). Sedangkan, Dr. Fernando Ortiz Sanz, perwakilan PBB untuk mengawasi pelaksanaan PEPERA 1969 melaporkan: “Penjelasan orang-orang Indonesia atas pemberontakan Rakyat Papua sangat tidak dipercaya. Sesuai dengan laporan res [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul