Tolak Peluru PON Papua
Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi
JAYAPURA – Dalam mempersiapkan atlitnya yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau, Cabang atletik untuk nomor tolak peluru terus melakukan persiapan dan latihan sesuai program, walaupun terkendala tempat latihan, Pelatih tolak peluru, Herman Dambujai tetap menikmati proses latihan dengan prinsip ‘Tak ada rotan akakrpun jadi’. Saat ditemui wartawan, Jumat, (17/2) di stadion Mandala Jayapura, Herman Dambujai menyampaikan bahwa,”Kami berlatih disini dan dengan kondisi seperti ini kami berusha memaksimalkan agar latihan anak asuh kami bisa tetap berjalan dengan baik dan sesuai dengan program yang ada,” kata Dambuje, walalupun sebenarnya dirinya berharap bisa mendapatkan tempat yang lebih baik. Melihat kondisi yang ada, apa yang disampaikan oleh Herman Dambujai cukup beralasan Keluhan itu sangat beralasan karena tempat latihan nomor tolak peluru itu dilakukan disamping tribun liverpool Stadion Mandala Jayapura, akibatnya Dambujai dan atlitnya harus lebih berhati-hati dikarenakan banyaknya warga masyarakat pengguna lainnya, dan juga adanya hilir mudik beberapa kendaraan. “Otomatis ada pengaruh terhadap latihan tetapi kita tetap berusaha menikmati keadaan yang ada, prinsip kami tak ada rotan akar pun jadi, kita berharap bisa dapatkan tempat yang agak baik sehingga tidak terlalu mengganggu jalannya latihan kami,” demikian disampaikan Herman Dambujai. Masih menurut Herman Dambujai bahwa masalh tersebut sebetulnya telah mereka sampaikan kepada Ketua Pengurus Provinsi PASI Papua, gahkan dan sudah diberi solusi untuk dibangun di sektor utara gawang Stadion Mandala, tetapi sampai sekarang belum juga dikerjakan karena terkendala waktu karena kesibukan antara latihan dan mengerjakan tempat latihan,” tuturnya lagi.
Sementara terkait persiapan yang sudah dilakukan sejauh ini,Herman Dambujai menyampaikan bahwa, apa yang dijalani atlit andalannya Nalia Yawon membuahkan hasil dari beberapa peningkatan yang terjadi terhadap sang atlit, kini, Herman memberikan beban latihan yang sedikit dinaikan,”Nanti pada saat di PON akan dipertandingkan nomor tolak peluru dengan beban 4 kilogram, tetapi saat ini saya berikan beban dengan peluru seberat 5 kilogram,” kata Herman menjelaskan. Sang atlit sendiri, Natalia Yawon, saat ditanya oleh wartawanmembenarkan apa yang disampaikan oleh pelatihnya, ”Memang fasilitas atau tempat latihan yang dadakan seperti yang ada saat ini ada pengaruh dengan latihan kami, karena akhirnya kita latihan dengan kondisi yang seadanya,” ujar Natalia Yawon. (bom/bom/l03)
|