Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Olah Raga Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi
Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Jumat, 17 Februari 2012 23:24

Tolak Peluru PON Papua

Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi

 

JAYAPURA – Dalam mempersiapkan atlitnya yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau, Cabang atletik untuk nomor tolak peluru terus melakukan persiapan dan latihan sesuai program, walaupun terkendala tempat latihan, Pelatih tolak peluru, Herman Dambujai tetap menikmati proses latihan dengan prinsip ‘Tak ada rotan akakrpun jadi’.
Saat ditemui wartawan, Jumat, (17/2) di stadion Mandala Jayapura, Herman Dambujai menyampaikan bahwa,”Kami berlatih disini dan dengan kondisi seperti ini kami berusha memaksimalkan agar latihan anak asuh kami bisa tetap berjalan dengan baik dan sesuai dengan program yang ada,” kata Dambuje, walalupun sebenarnya dirinya berharap bisa mendapatkan tempat yang lebih baik.
Melihat kondisi yang ada, apa yang disampaikan oleh Herman Dambujai cukup beralasan Keluhan itu sangat beralasan karena tempat latihan nomor tolak peluru itu dilakukan disamping tribun liverpool Stadion Mandala Jayapura, akibatnya Dambujai dan atlitnya harus lebih berhati-hati dikarenakan banyaknya warga masyarakat pengguna lainnya, dan juga adanya hilir mudik beberapa kendaraan.
“Otomatis ada pengaruh terhadap latihan tetapi kita tetap berusaha menikmati keadaan yang ada, prinsip kami tak ada rotan akar pun jadi, kita berharap bisa dapatkan tempat yang agak baik sehingga tidak terlalu mengganggu jalannya latihan kami,” demikian disampaikan Herman Dambujai.
Masih menurut Herman Dambujai bahwa masalh tersebut sebetulnya telah mereka sampaikan kepada Ketua Pengurus Provinsi PASI Papua, gahkan dan sudah diberi solusi untuk dibangun di sektor utara gawang Stadion Mandala, tetapi sampai sekarang belum juga dikerjakan karena terkendala waktu karena kesibukan antara latihan dan mengerjakan tempat latihan,” tuturnya lagi. Sementara terkait persiapan yang sudah dilakukan sejauh ini,Herman Dambujai menyampaikan bahwa, apa yang dijalani atlit andalannya Nalia Yawon membuahkan hasil dari beberapa peningkatan yang terjadi terhadap sang atlit, kini, Herman memberikan beban latihan yang sedikit dinaikan,”Nanti pada saat di PON akan dipertandingkan nomor tolak peluru dengan beban 4 kilogram, tetapi saat ini saya berikan beban dengan peluru seberat 5 kilogram,” kata Herman menjelaskan.
Sang atlit sendiri, Natalia Yawon, saat ditanya oleh wartawanmembenarkan apa yang disampaikan oleh pelatihnya, ”Memang fasilitas atau tempat latihan yang dadakan seperti yang ada saat ini ada pengaruh dengan latihan kami, karena akhirnya kita latihan dengan kondisi yang seadanya,” ujar Natalia Yawon. (bom/bom/l03)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul