Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Olah Raga LUKIUS WANGGAI : Ingin Berbuat Sesuatu Untuk Papua
LUKIUS WANGGAI : Ingin Berbuat Sesuatu Untuk Papua PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Senin, 20 Februari 2012 23:30

Perenang Papua yang akan berlaga gi PON XVIII, Lukius Wanggai, saat menjalani latihan di Kolam Renang Ajend, Aryoko JayapuraJAYAPURA – Menjadi salah satu perenang yang akan membawa nama Papua diajang Pekan Olahraga nasional XVIII di Riau Tahun 2012 tentu sangat membanggakan untuk seorang Lukius Wanggai, baginya, melalui olahraga renang ini, ia ingin berbuat sesuatu untuk Papua, Lukius pun yakin bahwa, suatu saat nanti olahraga air ini dapat menjadi idola masyarakat di Papua.
Lahir di Kota Jayapura pada 6 Desember 1985, Lukius Wanggai sejak kecil sudah tertarik dengan renang,”Iya dari kecil sudah senang berenang, karena memang kami tinggal dekat pantai jadi setiap hari berenang, kemudian saya berlatih secara serius dan setelah itu diturunkan sebagai atlit di cabang renang,” jelas Lukius yang juga menggemari Sepakbola dan atletik ini.
Pada kejuaran Kelompok Umur (KU), Lukius adalah salah satu mengumpul emas terbanyak, bayangkan saja, sejak tahun 1993, 1994, 1995, 1996 dan 1997 Lukius selalu meraih medali emas Kejuaraan nasional Kelompok Umur, bahkan pada tahun 1996, Lukius juga berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perak pada kejuaraan Asian School di Malaysia, raihan yang sama juga ia torehkan pada tahun 1998 dengan dua emas dan satu perak, yang tak kalah hebatnya lagi, pada tahun 2006, Lukius Wanggai mendulang medali emas pada kejuaraan Asia Timur untuk nomor 50 meter gaya dada. Pada Pekan Olahraga Nasional nanti, Lukius berharap agar apa yang dirinya dan tim Papua harapkan kiranya dapat tercapai, untuk itulah Lukius, Nizar, dan Ester Anokio terus giat berlatih dibawah arahan Pelatih Renang PON Papua, Saharudin,”Pak Sahar buat kami adalah seorang motivator dan seorang pelatih yang sudah kami anggap sebagai orang tua sendiri, beliau tahu apa yang harus kami lakukan apabila ada kendala-kendala non teknis selama persiapan,” terang Lukius.
Dan untuk mengantisipasi kendala-kendala yang akan menghambat dirinya nanti, Lukius terus menerus berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya dalam latihan,”Yang jelas saya harus berusaha untuk memperbaiki diri saya dan terus berusaha untuk ada peningkatan dari latihan-latihan yang saya jalani, dan kalau non teknis mungkin lawan terberat adalah diri sendiri, kami juga berusaha untuk menekan emosi dan rasa tidak percaya diri, sehingga hal itu akan bisa diminimalisir,” tambah Lukius.
Shocking dan gangguan mental hampir selalu dialami setiap perenang saat menginjakkan kakinya di start block (tempat start bagi perenang), hal itu pun pernah dialami oleh Lukius Wanggai,”Dulu saya pernah alami itu, dan saya kira seluruh perenang pasti punya cerita terkait start block, untuk itu, berlatih menata emosi dan mental akan sangat membantu kami untuk keluar dari tekanan saat berada di Start Block,” tandasnya.
Dirinya berharap. Nantinya pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional XVIII di Riau, dirinya dan kedua rekannya dapat memberikan sesuatu yang berarti kepada kontingen Papua,”Apapun itu, tetapi paling tidak kami harus berusaha untuk memberikan sesuatu untuk Papua, khusunya untuk kontingen yang akan membawa nama Papua di ajang PON nanti, kami juga mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat agar kami bisa memberikan yang terbaik selama bertanding nanti,” harapnya. (bom/bom/l03)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul