Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Papua Barat Asrama Koiway Dapat Bantuan Rp50 Juta
Asrama Koiway Dapat Bantuan Rp50 Juta PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Senin, 20 Februari 2012 23:39

KAIMANA—Wakil Bupati Kaimana, Burhanuddin Ombaier, S.Sos, menyerahkan bantuan pendidikan kepada Asrama Koiway sebesar Rp50 juta. Bantuan tersebut diberikan, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah, terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan biaya pendidikan bagi 32 pelajar yang menghuni asrama tersebut.
“Seluruh bantuan yang diberikan bagi pengembangan pendidikan di daerah ini, pada prinsipnya merupakan komitmen pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh mahasiswa dan pelajar yang ada di Asrama tersebut, harus tetap menggunakan kesempatan yang ada dan terus menerus belajar, untuk meningkatkan kualitas dirinya,” tegas Wabup Ombaier, usai menyerahkan bantuan tersebut, yang diterima Ketua Pembina Asrama, Ahmad Nasrauw.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Ombaier juga menjelaskan, bantuan dana pendidikan untuk Asrama Koiway ini, bersumber dari APBD Perubahan tahun 2011 yang lalu, dialokasikan melalui program distrik Kaimana.
Hadir dalam acara penyerahan tersebut, Kepala Distrik Kaimana, Jansen Fenetiruma, SE, M.Si, Tokoh masyarakat Adat Kaimana, Monas Aituarauw serta dihadiri oleh beberapa pelajar yang menghuni Asrama Koiway, Kampung Baru.
Wabup Ombaier kembali menjelaskan, ada keseriusan dari para pendiri asrama ini, untuk membangun sebuah tempat tinggal yang layak bagi para pelajar yang berasal dari wilayah perkampungan. “Berdasarkan pengamatan memang anak-anak sekolah yang berasal dari kampung, tempat tinggal merupakan sebuah persoalan utama. Untuk itu, dengan adanya asrama ini para pelajar selain mendapatkan tempat yang layak untuk belajar, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan dan pendidikan bagi generasi muda di wilayah ini,” tegasnya. Berdasarkan data yang diperoleh wartawan koran ini, jumlah mahasiswa dan pelajar yang menempati asrama tersebut yakni, sebanyak 3 orang adalah Mahasiswa PGSD, 7 orang adalah pelajar setingkat SLTA dan 22 siswa setingkat SLTP. “Kami sangat senang dan bangga dengan perhatian pemerintah daerah kepada kami saat ini. Kami berharap, bantuan ini pun dapat diberikan kepada kami pada tahun ajaran selanjutnya, sehingga bisa memberikan manfaat bagi pengembangan pembinaan generasi muda di asrama ini,” tegas salah satu siswa yang enggan jati dirinya dikorankan.(cr-30/roy/l03)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul