Bulog Siap Minimalisir Penyelewengan Raskin

article thumbnail

JAYAPURA — Beberapa kasus penyelewengan Beras Miskin (Raskin) yang kerap terjadi hingga berulang [ ... ]


Kamasan Institute : Ada Kesengajaan Ulur Waktu Pilgub

JAYAPURA- Sekertaris Kamasan Institute,  Musa Sombuk  mengatakan bahwa delapan bulan molornya wakt [ ... ]


Puskesmas di Kota Jayapura Dapat Bantuan Ambulan

article thumbnail

JAYAPURA – Berdasarkan Riset Fasilitas Kesehatan (Risfaskes) tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Bad [ ... ]


Rabu, 22 Februari 2012
Home Port Numbay Disiplin, Patuh Terhadap Norma dan Hukum Merupakan Kata Kunci
Disiplin, Patuh Terhadap Norma dan Hukum Merupakan Kata Kunci PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Jumat, 27 Januari 2012 22:45

Jayapura- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jendral TNI Erfi Trasunu  mengatakan “ bila kita cermati bersama fenomena sosial budaya di era globalisasi,      mungkin kita akan menghela nafas panjang, adanya revolusi budaya yang begitu deras mengikis secara perlahan akar budaya bangsa Indonesia, baik budaya bangsa, nilai dan moral serta agama. Dikatakan, efek yang terjadi dapat mengancam khazanah budaya nasional dan daerah, yang menjadi ciri kepribadian bangsa Indonesia, termasuk juga telah berpengaruh kepada pola hidup keseharian, sikap hidup dan jatidiri prajurit TNI sebagai prajurit Sapta Marga.
Hal itu diungkapkan dalam sambutannya saat bertindak selaku  Inspektur Upacara  pada Upacara Operasi Penegakan Disiplin prajurit di Jajaran Kodam XVII/Cenderawasih. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh prajurit dan PNS bertempat di lapangan upacara Makodam XVII/Cenderawasih.
Dikatakan, mencermati fenomena sosial budaya global tersebut, maka kata kunci untuk menghadapi serangan ideologi dan budaya adalah Disiplin serta Kepatuhan terhadap Norma, Peraturan dan Hukum, dalam rangka menjaga dan memelihara kepribadian serta jatidiri prajurit TNI dalam kehidupan keseharian sebagai warga dalam konteks pelaksanaan tugas pokok.
DIkatakan, Polisi Militer bekerjasama dengan Polri melaksanakan Operasi Penegakkan Ketertiban Tahun 2012, dengan mengambil tema “Dengan Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2012, Kepolisian Militer menetapkan komitmen dan tekad meningkatkan kepribadian prajurit TNI, yang berdisiplin dan patuh pada hukum guna mendukung tugas pokok TNI”. Guna pelaksanaan Operasi Penegakkan Ketertiban ini, terdapat dua hal yang diperlukan dari segenap jajaran Kepolisian Militer yaitu :
Pertama, memiliki kemampuan Profesionalitas yang memadai, dalam arti menguasai dan memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangan yang terkait dengan masalah hukum positif, peraturan dan tata tertib dalam rangka menjaga serta memelihara kredibilitas prajurit TNI dari penyimpangan terhadap hukum, baik sebagai akibat kurang pemahaman, kelalaian, ketidaksengajaan atau tindakan di luar hukum yang dilakukan oleh oknum internal maupun eksternal lainnya yang akan melemahkan kredibilitas TNI dari sisi hukum.
Kedua, memiliki Moralitas yang tinggi dalam arti mampu menjadi contoh dalam Kesadaran, Kepatuhan dan Pelaksanaan hukum berikut segala aspek yang ada didalamnya.    Pada gilirannya, kedua hal tersebut harus dapat disosialisasikan, ditularkan dan dibudayakan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun  bertugas dan berada.
Panglima juga  berpesan, Polisi Militer secara kreatif dan inovatif perlu mengembangkan penegakan hukum melalui pendekatan budaya, yang diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku prajurit TNI, sesuai dengan nilai-nilai hukum positif serta norma pancasila, sehingga kesadaran, ketaatan serta kepatuhan terhadap tata tertib dan hukum makin  meningkat sedangkan hak asasi manusia makin dihormati dan dijunjung tinggi. (cr32/don/lo2)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Hukum Yang Ompong

Puluhan nyawa di atas Tanah Papua terus melayang, dan rasanya jumlahnya akan terus bertambah, tidak peduli itu dari warga sipil, militer atau polisi, orang asli Papua maupun non Papua, namun yang pasti aksi penghilangan nyawa atas manusia itu tidak bisa di biarkan terus - menerus.
Kisruh, kerusuhan, dan anarkhisme di atas Tanah Papua seakan tidak habis – habisnya, motifnya pun beragam, mulai dari tudingan aksi kelompok yang bertentangan ideologi, Pilkada, masalah perburuhan, sampai dengan aksi – aksi kriminal yang misterius.
Belum lagi sejumlah kasus yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang dan korupsi oleh para penguasa, yang juga terkesan jalan di tempat dan tidak mampu di tuntaskan oleh aparat baik itu polisi maupun kejaksaan, menambah daftar panjang betapa tidak berdayanya hukum di atas tanah ini. Karena hukum kita hanya terlihat tajam kepada mereka yang akrab di sebut sebagai pelaku makar, pelaku tipiring, pengecer togel, atau pelanggar lalu lintas yang notabene aktor – akto [ ... ]


Opini

Sejarah……… Akan Memerdekakan Rakyat Papua ( 95% orang Papua mau merdeka)

article thumbnail

Duta Besar Pemerintah Amerika Serikat untuk Indonesia, pada bulan Juni 1969 kepada anggota Tim PBB, Dr. Fernando Ortiz Sanz, secara rahasia mengakui: “ 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua.” (Sumber Dok: Jack W.Lydman’s Report, Juli 18, 1969, in AA). Sedangkan, Dr. Fernando Ortiz Sanz, perwakilan PBB untuk mengawasi pelaksanaan PEPERA 1969 melaporkan: “Penjelasan orang-orang Indonesia atas pemberontakan Rakyat Papua sangat tidak dipercaya. Sesuai dengan laporan res [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul