| Disiplin, Patuh Terhadap Norma dan Hukum Merupakan Kata Kunci |
|
|
|
| Ditulis oleh redaksi binpa | ||||||
| Jumat, 27 Januari 2012 22:45 | ||||||
|
Jayapura- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jendral TNI Erfi Trasunu mengatakan “ bila kita cermati bersama fenomena sosial budaya di era globalisasi, mungkin kita akan menghela nafas panjang, adanya revolusi budaya yang begitu deras mengikis secara perlahan akar budaya bangsa Indonesia, baik budaya bangsa, nilai dan moral serta agama. Dikatakan, efek yang terjadi dapat mengancam khazanah budaya nasional dan daerah, yang menjadi ciri kepribadian bangsa Indonesia, termasuk juga telah berpengaruh kepada pola hidup keseharian, sikap hidup dan jatidiri prajurit TNI sebagai prajurit Sapta Marga. Hal itu diungkapkan dalam sambutannya saat bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Operasi Penegakan Disiplin prajurit di Jajaran Kodam XVII/Cenderawasih. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh prajurit dan PNS bertempat di lapangan upacara Makodam XVII/Cenderawasih. Dikatakan, mencermati fenomena sosial budaya global tersebut, maka kata kunci untuk menghadapi serangan ideologi dan budaya adalah Disiplin serta Kepatuhan terhadap Norma, Peraturan dan Hukum, dalam rangka menjaga dan memelihara kepribadian serta jatidiri prajurit TNI dalam kehidupan keseharian sebagai warga dalam konteks pelaksanaan tugas pokok. DIkatakan, Polisi Militer bekerjasama dengan Polri melaksanakan Operasi Penegakkan Ketertiban Tahun 2012, dengan mengambil tema “Dengan Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2012, Kepolisian Militer menetapkan komitmen dan tekad meningkatkan kepribadian prajurit TNI, yang berdisiplin dan patuh pada hukum guna mendukung tugas pokok TNI”. Guna pelaksanaan Operasi Penegakkan Ketertiban ini, terdapat dua hal yang diperlukan dari segenap jajaran Kepolisian Militer yaitu : Pertama, memiliki kemampuan Profesionalitas yang memadai, dalam arti menguasai dan memahami hukum dengan segala dinamika dan perkembangan yang terkait dengan masalah hukum positif, peraturan dan tata tertib dalam rangka menjaga serta memelihara kredibilitas prajurit TNI dari penyimpangan terhadap hukum, baik sebagai akibat kurang pemahaman, kelalaian, ketidaksengajaan atau tindakan di luar hukum yang dilakukan oleh oknum internal maupun eksternal lainnya yang akan melemahkan kredibilitas TNI dari sisi hukum. Kedua, memiliki Moralitas yang tinggi dalam arti mampu menjadi contoh dalam Kesadaran, Kepatuhan dan Pelaksanaan hukum berikut segala aspek yang ada didalamnya. Pada gilirannya, kedua hal tersebut harus dapat disosialisasikan, ditularkan dan dibudayakan kepada seluruh prajurit TNI dimanapun bertugas dan berada. Panglima juga berpesan, Polisi Militer secara kreatif dan inovatif perlu mengembangkan penegakan hukum melalui pendekatan budaya, yang diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku prajurit TNI, sesuai dengan nilai-nilai hukum positif serta norma pancasila, sehingga kesadaran, ketaatan serta kepatuhan terhadap tata tertib dan hukum makin meningkat sedangkan hak asasi manusia makin dihormati dan dijunjung tinggi. (cr32/don/lo2)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



