| Rumah Sakit Bergerak Mulai Diwujudkan |
|
|
|
| Ditulis oleh (che/aj/LO1) | ||||||
| Senin, 23 Januari 2012 14:33 | ||||||
Dengan Penyiapan Lahan Dengan Program Kemitraan
SARMI - Program 100 hari pemerintahan Manibor-Suripno dalam bidang kesehatan mulai menampakan kemajuan. Kampanye pada Pemilukada lalu untuk membangun “Rumah Sakit Bergerak” sebagai solusi pelayanan kesehatan berkualitas di tingkat distrik sudah pada tahap penyediaan lahan. Wakil Bupati Sarmi Ir Alberthus Suripno yang mendampingi tim dari Kementerian Kesehatan meninjau lahan yang akan digunakan untuk rumah sakit bergerak, Jumat (20/1/2012). “Rumah sakit bergerak maksudnya kontruksi bangunan dibangun dengan sistem knockdown. Jadi bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan. Hal ini juga merupakan program Pemerintah Pusat lewat Kementrian Kesehatan untuk membantu memfasilitasi RS bergerak dengan pola kemitraan,” terang Suripno.Bentuk pola kemitraan tersebut, lanjut Suripno, pemerintah kabupaten berkewajiban menyediakan lokasi. “Kita sediakan lahan, Pusat yang bangun rumah sakitnya. Pada tahun pertama biaya operasional 100 persen ditanggung Pusat,” ujarnya. Program yang direncanakan selesai pada tahun kelima tersebut, dititik beratkan pada kesediaan peralatan dan tenaga dokter ahli yang berkualitas. “Untuk tahun ke 2 sampai tahun ke 5, pembiayaan dibebankan pada daerah sebesar 25%. Semuanya nanti ada 4 orang dokter ahli,” ujarnya lagi. Untuk diketahui, di Sarmi belum memiliki rumah sakit. Untuk sekelas kota kabupaten di Distrik Sarmi, hanya ada Puskesmas dengan peralatan dan ketersedian tenaga dokter ahli yang minim. Untuk kasus-kasus berat dan darurat, seringkali pasien di Sarmi dirujuk ke Rumah Sakit di Jayapura yang lama perjalanan darat 8 jam dengan jalan bermedan berat. (che/aj/LO1)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



