Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Soccer Ternyata PSSI Ganti Persipura Karena Tidak Main di LPI
Ternyata PSSI Ganti Persipura Karena Tidak Main di LPI PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Jumat, 17 Februari 2012 23:20

Surat Dari Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS)

Ternyata PSSI Ganti Persipura Karena Tidak Main di LPI

 

JAYAPURA – Pengadilan Arbitrase Internasional atau CAS kembali mengeluarkan surat keputusan terkait gugatan Persipura untuk mendapatkan kembali haknya berlaga di Liga Champions Asia, dalam surat keputusan CAS tersebut, Pengadilan Arbitrase Internasional tersebut memperkuat putusan selanya yang memenangkan Persipura, dalam penjelasannya, CAS menyampaikan bahwa, PSSI ingin mengganti Persipura dengan Arema karena Persipura menolak bertanding di Laga kandangnya di Liga Primer Indonesia.
Saat dihubungi Bintang Papua, Sekretaris Jenderal Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia, Hinca Panjaitan menyampaikan bahwa,”Benar surat itu sudah kita terima dua hari lalu, CAS mengirim surat itu bukan saja kepada Persipura tetapi juga kepada PSSI dan Adelaide United, dan surat ini berbeda dengan surat pertama tentang putusan sela,” ujar Hinca Panjaitan melalui ponselnya.
Dijelaskan bahwa, ada tiga hal yang ditegaskan dalam surat CAS tersebut termasuk masalah ganti rugi yang harus dibayarkan PSSI kepada Persipura,”Keputusan yang tercantum di surat CAS adalah, yang pertama, CAS menerima gugatan Persipura terhadap AFC, PSSI dan Adelaide, yang kedua, Persipura berhak untuk bermain di playoff LCA dan yang ketiga itu tentang ganti rugi PSSI kepada Persipura,” tandas Hinca.
Pada lembaran penjelasan, CAS menjelaskan bahwa, PSSI saat itu, tanggal 29 November 2011 mengirim surat kepada AFC untuk memohon agar mengganti Persipura dengan Arema Indonesia untuk berlaga di Playoff Liga Champions Asia 2012, CAS juga menjelaskan alasan PSSI dalam mengusulkan penggantian Persipura, dan menurut PSSI dalam suratnya kepada AFC, bahwa PSSI mengganti Persipura karena Persipura tidak mau bertanding di pertandingan kandang pertama di Liga Prima Indonesia. Kenyataan ini tentu saja bertolak belakang dengan apa yang selama disampaikan oleh PSSI bahwa PSSI memperjuangkan Persipura untuk dapat bertanding di Liga Champions Asia 2012, pantaslah Persipura berang dan marah atas keputusan dicoretnya Persipura dari playoff Liga Champions Asia, dengan adanya surat CAS tersebut, setidaknya memberikan kita gambaran, siapa sebenarnya yang berbohong selama ini.
Namun, bagi Hinca Panjaitan, hal yang terpenting adalah keputusan CAS tersebut telah memberikan jawaban atas apa yang selama ini diributkan,”Jadi tidak ada lagi yang harus kita perdebatkan, surat dari CAS sudah menjelaskan semuanya, Persipurasudah dapatkan haknya untuk tampil, mari kita lihat kedepan untuk kembalikan sepakbola Indonesia ke jalur yang benar dan bangun sepakbola Indonesia menuju prestasi,” tegas Hinca Panjaitan. (bom/bom/l03)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul