Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081298338027, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Bupati : Kampung yang Belum Harus Segera Selesaikan Pekerjaan

Bupati Fredrik Menufandu mengunjungi langsung kegiatan pembangunan rumah layak huni yang dilakukan masyarakat di kampung Rayori Distrik Kepulauan Aruri.SORENDIWERI—Pemkab Supiori dipastikan akan kembali menyalurkan dana Rp1 Miliar per kampung plus Rp200 juta untuk penataan ke-31 Kampung dari 38 Kampung di Kabupaten Supiori. Ini menyusul SPJ pembangunan rumah masyarakat layak huni di kampung-kampung tersebut telah tuntas 100 persen.
Hal ini ditegaskan Bupati Supiori Fredrik Menufandu ketika menggelar pertemuan dengan para kepala kampung dan aparatnya guna membahas kesiapan pengucuran dana pembangunan kampung Rp1 Miliar plus dana penataan kampung Rp200 juta, di kantor Distrik Supiori Timur, Senin (25/8) kemarin.
“Hanya 31 Kampung yang dinyatakan siap untuk kembali mengelola dana Rp1 Miliar ditambah dana penataan kampung Rp200 juta, sementara kampung-kampung yang belum bisa mendapatkan dana ini, agar segera tuntaskan pekerjaan perumahan yang belum selesai,” tegas Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, SH., MH., MM., di ruang rapat Kantor Distrik Supiori Timur, senin (25/8) kemarin.

Maya : Bupati Lebih Banyak Menghabiskan Waktu ke Kampung-Kampung

Bupati Supiori, Fredrik Menufandu dan salah satu kepala kampung, bersama Wakil Bupati Yan Imbab serta Sekda Oktovianus Rumere disambut masyarakat Supiori pada satu agenda kunjungan kerjanya ke kampung-kampung.SORENDIWERI—Jika Bupati/Walikota di Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Papua dan Papua Barat yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan melakukan perjalanan dinas ke Jakarta,  maka kondisi berbeda dilakukan Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, SH., MH., MM., selama delapan bulan terakhir di tahun 2014 ini, hanya dua kali melakukan perjalanan dinas ke Jakarta.
Sikap Bupati Fredrik Menufandu yang lebih banyak menghabiskan waktu di Kabupaten Supiori dengan mengunjungi kampung-kampung serta rutin melakukan monitoring terhadap berbagai kegiatan fisik dan evaluasi peningkatan disiplin PNS, mendapat apresiasi dari berbagai komponen masyarakat Supiori.
Seperti yang diungkapan Ketua DPD KNPI Supiori, Marthen L. Mandosir, SE., M.Ap,kepada media ini, Mandosir mengaku takjub dengan sikap Bupati Fredrik Menufandu, yang walaupun disibukkan dengan berbagai agenda penting yang harus dihadirinya, namun Ia lebih peduli pada Supiori.

Senin, 25 Agustus 2014 07:49

Terharu dengan Kepeduliaan Pemda Supiori

Ditulis oleh

Dari Pengakuan Para Orang Tua

Bupati Fredrik Menufandu (tengah) didampingi Sekda Oktovianus Rumere dan Kadis DKP Roberth Matulesi (kiri) dan Asisten Bid. Umum Sekda Ronny S. G. Mamoribo serta Kadis Pendidikan Philipus Madi (kanan) foto bersama para siswa/I yang akan di sekolahkan ke SUPM Sorong.SORENDIWERI - Nyaris tiga tahun sudah, Bupati Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., dan Wakilnya Drs. Yan Imbab memimpin Supiori., banyak hal telah diraih untuk percepatan pembangunan Supiori. Tidak percaya, silahkan datang dan saksikan sendiri geliat pembangunan kabupaten Supiori saat ini.
Energi listrik 24 Jam melayani masyarakat, perumahan layak huni yang merata di semua kampung, pembangunan dan peningkatan jalan dan jembatan tembus ke wilayah semua wilayah, jaringan pipa air bersih, jaringan telekomunikasi, beras gratis, pengobatan gratis, sekolah gratis di semua tingkatan pendidikan (SD, SMP, SMU/SMK) dan penyediaan sarana transportasi darat dan laut yang nyaman dan aman (LCT. Petrus Kafiar), serta program prioritas yang sementara dikerjakan.
Namun, dari sekian banyak kemajuan yang dicapai tersebut, Bupati Fredrik Menufandu dan wakilnya Yan Imbab sadar betul, bahwa akhir dari semua hal yang dikerjakan adalah untuk sebesar-besarnya kemajuan masyarakat Supiori. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dasar yang harus diperkuat adalah pendidikan.

Senin, 25 Agustus 2014 07:48

Warga Gereja Apresiasi Perhatian Bupati

Ditulis oleh

SORENDIWERI - Motto Pembangunan tiga tungku yang diusung Bupati Supiori Fredrik Menufandu dan Wakilnya Yan Imbab, (Adat, Gereja dan Pemerintah) bukan sekedar motto belaka, namun dibuktikan. Tidak terhitung, sejak tiga tahun memimpin Supiori, sudah berapa banyak gereja/jemaat yang telah merasakan berkat Tuhan lewat kebijakan dan perhatian dua anak Supiori ini pada gereja.
Menyikapi perhatian besar Pemda Supiori lewat kebijakan dari duet Fredrik Menufandu dan Yan Imbab, Pdt. Yunus Klasjok, S.Si., Teol., mengungkapkan, Pemda Supiori benar-benar memaknai arti dari Supiori Pulau Injil. Dikatakannya, tidak semua daerah di Papua maupun Papua Barat yang Kepala Daerahnya menaruh perhatian yang sungguh-sungguh kepada pertumbuhan pelayanan gereja.
“Kita telah melihat bersama, pembangunan yang dilakukan oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati untuk membangun umatnya. Kebijakan pembangunan yang telah mereka bagikan kepada masyarakat Supiori adalah bagian dari membangun umat Tuhan. Mereka juga memberikan perhatian yang besar kepada pelayanan gereja di pulau ini, gaya kepemimpinan mereka, jarang kita jumpai di Papua,” ujar Klasjok yang juga dipercayakan sebagai Ketua Jemaat GKI Ebenhaezer Kpudori, di Kpudori Supiori Barat, pekan kemarin.

SORENDIWERI - Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., mengingatkan para pimpinan SKPD di  lingkup Pemda Supiori, untuk memaknai pakta integritas yang pernah di tandatangani mereka pasca pengambilan sumpah janji jabatan.
Hal ini diingatkan Bupati Fredrik Menufandu ketika memimpin rapat dengan para pimpinan SKPD di lingkup Pemda Supiori, di ruang rapat DPKAD Supiori,  Jumat (22/8) pekan kemarin. “Jangan kaget, kalau tiba-tiba saya lantik pejabat eselon II gantikan saudara-saudara yang ada di ruangan ini, saya tidak akan beritahu BKD dan langsung lakukan pelantikan, saya tidak main-main.” Tegas Bupati Fred.

Senin, 25 Agustus 2014 07:47

Kepala Kampung Harus Kerja Jujur dan Takut Tuhan

Ditulis oleh

Bupati Fredrik Menufandu menyerahkan bantuan kepada Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru GKI Jemaat Kanaan Wakre.SORENDIWERI - Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., meminta para kepala kampung di Supiori untuk bekerja sesuai aturan dan yang terpenting dari semua itu adalah kerja jujur. Pasalnya, di pertengahan tahun 2014 ini, jumlah anggaran yang akan masuk ke rekening kampung mencapai Rp2 miliar lebih.
“Banyak uang akan masuk ke kampung, oleh karena itu kepala kampung harus kerja sesuai aturan, dan yang paling penting adalah kerja jujur dan takut kepada Tuhan, itu uang rakyat maka itu pakai untuk kepentingan rakyat.” Tegas Bupati Fredrik Menufandu, pada acara bazaar jemaat GKI Ebenhaezer Kpudori, Supiori Barat, jumat (22/8) pekan kemarin.
Jumlah anggaran yang masuk ke kampung itu, sebut Bupati, membengkak menyusul telah di sahkannya Undang-Undang tentang Pemerintah Desa, dimana UU ini memberikan kewenangan kepada Pemerintah Desa atau di Papua di kenal Pemerintah Kampung untuk mengatur dan mengelola anggarannya sendiri. Jumlah anggaran yang telah disetujui Pemerintah (APBN) untuk ditransfer ke desa/kampung adalah Rp1 miliar empat ratus juta rupiah.

Senin, 25 Agustus 2014 07:46

Pemda Supiori Mulai Berlakukan Penahanan Mobdis

Ditulis oleh

SORENDIWERI - Jika pekan kemarin, masih ada toleransi bagi PNS Supiori dan kendaraan dinas (Mobdis) yang dipakainya untuk bolak-balik Biak Supiori dan sebaliknya, maka pekan ini dan seterusmua, tidak ada lagi toleransi. Setiap PNS Supiori dan kendaraan dinasnya diharuskan tinggal, menetap dan beroperasi di wilayah Kabupaten Supiori.
Ketegasan Pemda Supiori ini dilontarkan Bupati Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., ketika memimpin rapat dengan para pimpinan SKPD di lingkungan Pemda Kabupaten Supiori yang dilangsungkan di ruang rapat DPKAD Supiori, Jumat (22/8) pekan kemarin.
“Mulai Senin (hari ini) sudah tidak ada lagi toleransi, kalau masih mau tinggal di Biak, silahkan, Pemda akan segera membantu mengurus kepindahaan mereka yang masih mau tinggal di Biak. Anda kerja di Supiori, dapat uang dari Supiori, dapat Insentif jabatan, dapat ULP, dapat TPP, masa anda tidak mau tinggal di Supiori. Saya tegaskan bahwa mulai senin depan sudah tidak ada lagi toleransi, semua harus tinggal dan menetap di Supiori.” tegas Bupati Fredrik Menufandu dihadapan para bawahannya.

Bupati : Pimpinan SKPD Jangan Lupa Pakta Integritas

Tampak Bupati Fred saat memberikan teguran langsung kepada PNS Supiori di jembatan Sorendiweri saat sweeping PNS kemarin.SORENDIWERI—Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, SH., MH., MM., dan Wakilnya Drs. Yan Imbab rupanya sudah gerah dengan sikap aparaturnya yang masih memilih menetap di Biak ketimbang Supiori. Hal ini terlihat dari kegiatan dua anak Supiori ini di Jembatan Sorendiweri dua hari terakhir ini. Mereka di sana bukan untuk memeriksa kondisi jembatan, namun memimpin langsung sweeping terhadap PNS Supiori.
Dari pantauan media ini, pada Selasa (19/8) kemarin, sejak pukul 09.00 WIT, Bupati Fredrik Menufandu dan Wakilnya Yan Imbab bersama puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja dibantu Petugas Sat. Lantas Polres Supiori sudah berada di Jembatan Sorendiweri.
Jembatan ini merupakan satu-satunya jalan yang menghubungkan Biak dengan Supiori. Bupati Fred dan Wakilnya Yan Imbab, tidak segan-segan memeriksa setiap kendaraan roda empat yang hendak masuk Sorendiweri. Dan jika kedapatan, ada PNS yang di dalam kendaraan tersebut langsung diturunkan dan disuruh pulang.

Kamis, 21 Agustus 2014 01:22

Upacara HUT RI ke-69 Berlangung Hikmat

Ditulis oleh

Bupati Fredrik Menufandu dan Wakilnya Yan Imbab foto bersama dengan para petinggi TNI AD, TNI AU dan TNI AL usai upacara HUT RI Ke-69 di Lapangan Paryem.SORENDIWERI—Upacara peringatan HUT RI ke-69 di Kabupaten Supiori yang dipusatkan di Lapangan Paryem Distrik Supiori Timur, berlangsung hikmat dan cukup mendapat perhatian masyarakat. Dimana, masyarakat telah memadati lapangan upacara untuk mengikuti sekaligus menyaksikan jalannya upacara.
Bertindak sebagai inspektur upacara pada upacara kenaikan bendera merah putih adalah, Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, SH., MH., MM., Komandan Upacara Danramil Supiori Selatan Kapten Inf. Irianto, pembaca teks proklamasi Wakil Ketua II DPRD Supiori Izaak Kafiar dan UUD 1945 oleh ketua DPD KNPI Supiori Marthen L. Mandosir.
Sementara pasukan pengibar bendera (Paskibra) merupakan siswa/I terpilih dari SMU/SMK di Kabupaten Supiori. Sebagai pembawa baki Ester Ramandey dari SMU Negeri 1 Mansoben, sedangkan petugas penggerek bendera masing-masing Yopi Sada siswa kelas 2 SMU Negeri 1 Mansoben, Calvin Rumaseuw dari SMK Masram dan Edison Wadiwe siswa SMU Negeri 5 Wakre. Sedangkan upacara penurunan bendera dipimpin Wakil Bupati Drs. Yan Imbab.

Halaman 1 dari 19