Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Supiori Garap Potensi Laut Supiori, Repsol Mulai Sosialisasi Eksplorasi
Garap Potensi Laut Supiori, Repsol Mulai Sosialisasi Eksplorasi PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Minggu, 19 Februari 2012 21:04

Drs. MPP. Dairi Manulang, M.Si.SUPIORI—Setelah berhasil menggenggam ijin eksplorasi dari Pemerintah Pusat, Perusahaan raksasa Spanyol, yang bergerak di bidang tambang gas dan minyak bumi (Migas), Repsol, dijadwalkan pada tanggal 27 Februari 2012 mendatang akan melakukan tatap muka dengan Pemda dan segenap masyarakat Supiori dalam rangka mensosialisasikan ekplorasi seismig migas di Supiori.
Plt. Sekda Supiori, Drs. MPP. Dairi Manulang, M.Si., di ruang kerjanya kepada media ini mengatakan, perusahaa raksasa milikii Spanyol tersebut sebelum melakukan serangkaian kegiatan pertambangan di laut lepas Supiori, terlebih dahulu akan diilakukan eksplorasi. Dalam eksplorasi tersebut, ada hal-hal yang harus dan perlu diketahui baik oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat disekitar lokasi tersebut.
“Nah, sosilisasi yang akan dilakukan itu, tujuanya langsung ke masyarakat, apa saja yang mereka butuh saat eksplorasi dan lain sebagainya, mereka akan sampaikan langsung kepada masyarakat, seperti pelarangan sementara kepada nelayan untuk tidak mendekati lokasi eksplorasi dan sebagainya,” jelas Manulang.
Sedangkan menyinggung sikap Pemerintah Daerah terhadap kegiatan eksplorasi tersebut, kata Manulang, perusahaan tersebut merupakan perusahan asing yang kegiatannya terfokus pada pertambangan Minyak dan Gas. Perusahaan ini telah memperoleh ijin eksplorasi dari Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pertambangan Energi RI, dan pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah tentu harus siap menerima, apalagi peran pemerintah dan masyarakat nantinya sebagai penerima manfaat.
Selain Repsol yang telah siap melakukan eksplorasi seismig di laut Supiori, sambung Manulang, pihaknya juga tengah mempelajari tawaran investasi dari salah satu perusaan asing asal Hongkon Jepang, yang ingin menanamkan modalnya di bidang perikanan laut. Kehadiran perusahaan ini juga memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Supiori, dan Papua umumnya, karena selain membutuhkan tenaga kerja yang realtif besar yakni 1000 tenaga kerja, perusahaan ini juga mempunya komitmen yang cukup bagus bagi pembangunan Supiori.
“kami sedang pelajari Mou-nya, ada beberapa hal yang perlu kami sepakati, yaitu masalah tenaga kerja, Bupati menginginkan agar tenaga kerja yang direkrut memprioritaskan orang-roang asli Supiori dan asli Papua, dan juga pembinaan keahlian kepada mereka di bidang perikanan,” ungkap Sekda.
Salah satu hal yang juga menjadi syarat penting Pemda Supiori, sambungnya, adalah masalah lingkungan. Untuk hal ini, Pemda Supiori akan sangat serius, mengingat banyak perusahaan asing maupun nasional yang tidak begitu peduli dengan masalah liingkungan. Bupati kata Sekda, menginginkan agar ketika perusahaan-perusahaan ini beroperasi, tetap menjaga kestabilan lingkungan sekitar sehingga tidak menimbulkan dampak-dampak negatif di kemudian hari.
“Pada dasarnya, kami sangat respon, kami punya kekayaan alam yang cukup melimpah, mulai dari darat, laut sampai udara, semua ini kalau dimaksimalkan, maka keuangan daerah ini akan sangat kuat untuk menopang kebutuhan pembangunan Supiori, tapi jangan sampai mengganggu kestabilan lingkungan,” jelas Sekda.
Dijelaskannya, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Supiori Fredrik Menufandu SH MH MM, telah memberikan sein yang positif kepada para investor asing maupun nasional untuk menanamkan modalnya di Supiori dalam rangka menggarap potensi Supiori seperti tambang Migas, hasil laut berupa ikan dan pariwisata.
“Bupati pada dasarnya sangat wellcome kepada Investor, kami ingin kalau bisa di tahun ini ada Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk ke Supiori, karena manfaatnnya besar, selain devisa kepada daerah dan masyarakat Supiori, lapangan kerja juga akan terbuka lebar,” harapnya. (hen/don/lo2)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul