| Kampung Sawendi Diserang KLB |
|
|
|
| Ditulis oleh redaksi binpa | ||||||
| Minggu, 19 Februari 2012 21:04 | ||||||
SUPIORI—Pemerintah Kabupaten Supiori pekan kemarin, digegerkan dengan wabah penyakit malaria yang menyerang puluhan orang di Kampung Sawendi Distrik Kepulauan Aruri, Supiori, walaupun tidak ada korban jiwa namun jumlah korban malaria ini terlampau tinggi dari kejadian sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Supiori, dr. Aaron Rumainum melalui Kabid P2PL Dinkes Supiori, Olince Rumere, melaporkan dari 326 sampel daran yang diperiksa pihaknya dilapangan, tercatat 71 jiwa positif terkena malaria. Masing-masing, 39 orang positif terserang malaria tropica (plasmodium falsiparum), 18 orang positif terkena malaria tertiana (plasmodium fivax) dan 14 orang positif mix alias gabungan dari malaria tropica dan tertiana.Kepada media ini, Kepala Dinas Kesehatan Supiori, dr. Aarom Rumainum mengatakan, wabah penyakit malaria yang menyerang warga di Kampung Sawendi tersebtu termasuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria, pasalnya kasus tersebut meningkat melebihi keadaan biasa yang tercatat oleh pihaknyan pada periode waktu yang sama di tahun yang lalu. Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan yang dipimpin Bupati Kabupaten Supiori, Fredrik Menufandu SH MH MM., langsug meninjau kondisi warga di kampung tersebut. Dari kunjungan tersebut, Bupati meminta Dinas Kesehatan agar segera mengambil langkah-langkah cepat dan tepat guna membasmi penularan penyakit malaria di kampung tersebut serta mencegah terjadinya penularan ke kampung-kampung terdekat. Dan kepada seluruh masyarakat baik yang belum terserang maupun yang sementara mendapat perawatan tim medis Supiori agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, terutama memutus rantai penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk sebagai salah satu invektor malaria serta menutup semua genangan-genangan air di kampung tersebut dan secara rutin memeriksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit terdekat atau pustu terdekat. “Kalau sudah ada gejala macam begini, jangan tunggu sampai penyakit itu parah tapi cepat ke rumah sakit atau pustu, lapor petugas, periksa darah, dan yang lebih penting adalah sebelum pergi kerja baik yang nelayan maupun petani atau sekolah harus makan pagi, makan yang cukup dan jaga kesehatan, minimal ini bisa membantu daya tahan tubuh, dan rutin periksa ke rumah sakit,” harap Bupati Fred. Pada kesempatan tersebut, Bupati Fred kembali mengingatkan penggunaan kelambu di masyarakat dalam rangka mencegah serta mengurangi terjadinya kasus malaria yang sama terulang. Sebelumnya Pemda Kabupaten Supiori, melalui Dinas Kesehatan telah membagikan kelambu-kelambu kepada masyarakat namun karena alasan tertentu, -kelambu tersebut jarang digunakan masyarakat. Oleh karena itu dalam kunjungan tersebut, Bupati mengingatkan masyarakat agar secara sadar dan mandiri melakukan upaya-upaya pencegahan dini terutama di keluarga masing-masing, salah satunya adalah dengan menggunakan kelambu pada saat tidur malam, Bupati juga membagikan 200-an lembar kelambu kepada masing-masing kepala keluarga. “Kelambu yang dibagikan ini, saya harap dipakai, kita sama-sama jaga kesehatan, jangan sampai kita lalai karena resikonya kita yang akan tanggung, jadi mari hidup bersih dan sehat, tekan sedini mungkin penyakit mungkin bisa menyerang kita,” harap Bupati Fred. Untuk memutus rantai penyebaran sekaligus penularan penyakit malaria ke masyarakat di kampung-kampung terdekat, Dinas Kesehatan pekan kemarin telah menurunkan tim gabungan dari dinas dan rumah sakit untuk melakukan penyemprotan (foging) ke rumah-rumah penduduk. Kasie Kesehatan Lingkungan Dinkes Supiori, Anthon Wanma, SKM., kepada media ini melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan penyemprotan di 42 rumah penduduk, sementara tiga rumah lainnya tidak bisa dilakukan karena penghuninya tidak ada. Sementara itu, Plt. Sekda Supiori, Drs. MPP. Dairi Manulang, M.Si., kepada media ini di ruang kerjanya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Supiori setelah menerima laporan langsung bertindak cepat, yaitu dengan mengunjungi lokasi-lokasi masyarakat yang terkena penyakit malaria. Pemda Supiori katanya, akan secara rutin memantau perkembangan pengobatan dan pemberantasan penyakit malaria di kampung tersebut maupun kampung-kampung terdekat. “Ini sesuatu yang luar biasa, kita sedang pantau dan berharap setelah dilakukan pengobatan, warga kami yang terserang malaria bisa kembali sehat, kami akan pantau terus perkembangannya,” jelas Sekda. Dari informasi yang diperoleh media ini, Bupati Kabupaten SUpiori, Fred Menufandu kembali mengunjungi kampung tersebut, pada sabtu pekan kemarin untuk memastikan kondisi dan perkembangan terakhir dari warganya yang terserang penyakit malaria. (hen/don/lo2)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |




SUPIORI—Pemerintah Kabupaten Supiori pekan kemarin, digegerkan dengan wabah penyakit malaria yang menyerang puluhan orang di Kampung Sawendi Distrik Kepulauan Aruri, Supiori, walaupun tidak ada korban jiwa namun jumlah korban malaria ini terlampau tinggi dari kejadian sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan Supiori, dr. Aaron Rumainum melalui Kabid P2PL Dinkes Supiori, Olince Rumere, melaporkan dari 326 sampel daran yang diperiksa pihaknya dilapangan, tercatat 71 jiwa positif terkena malaria. Masing-masing, 39 orang positif terserang malaria tropica (plasmodium falsiparum), 18 orang positif terkena malaria tertiana (plasmodium fivax) dan 14 orang positif mix alias gabungan dari malaria tropica dan tertiana.