Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Supiori Di Supiori, Ada Oknum PNS Jual Kendaraan Dinas
Di Supiori, Ada Oknum PNS Jual Kendaraan Dinas PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh redaksi binpa   
Minggu, 19 Februari 2012 21:04

Yotham Wakum, SHSUPIORI—Upaya penertiban aset Pemda Supiori yang digiatkan Bupati Supiori Fredrik Menufandu SH MH MM., mulai membuahkan hasil. Beberapa kendaraan dinas (roda empat maupun roda dua) milik Pemda Supiori yang dikuasai PNS tertentu berhasil diamankan. Pemda Supiori juga menemukan adanya penjualan aset Pemda tanpa prosedural kepada masyarakat umum yang dilakukan oleh oknum PNS Supiori.
Kepala bagian (Kabag) Umum Setda Kabupaten Supiori, Yotham Wakum, SH., kepada media ini pekan kemarin, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap semua kendaraan (R4/R2) yang diadakan oleh Pemda Supiori selama beberapa tahun terakhir. dari hasil investigasi terhadap keberadaan dan kondisi barang-barang tersebut, pihaknya menemukan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut telah dipindahkan tangankan kepada pihak lain (pihak ke tiga) tanpa prosedural yang jelas.
“Ada beberapa kendaraan milik Pemda yang telah dijual oleh beberapa oknum PNS Supiori, dan kami sudah tahu kepada siapa dan dimana barang-barang ini disembunyikan, kami akan tarik kembali, barang-barang ini dibeli dengan uang rakyat Supiori, tidak ada alasan yang membenarkan barang-barang ini dijual oleh mereka,” ungkap Wakum.
Menyinggung oknum PNS mana saja dan kepada siapa barang-barang tersebut dijual, Wakum yang juga penasehat di lembaga Dewan Adat Byak ini belum bisa memberikan nama-nama dari oknum PNS tersebut, pasalnya pihaknya masih melakukan upaya-upaya pendekatan secara kekeluargaan. “Intinya ada kesadaran untuk mengembalikan barang-barang tersebut, kita selesaikan secara kekeluargaan dulu, kalau memang tidak bisa, ya ada aparat negara, kita serahkan kepada penegak hukum,” ungkap Wakum.  Sekedar diketahuii, dari penelusuran media ini, beberapa kendaraan milik Pemda Supiori yakni kendaraan roda empat telah dipindahtangankan, bahkan ada yang sudah dua atau tiga kali pindahtangan. Selain kendaraan dinas Pemda Supiori yang telah dijual oleh oknum PNS Supiori, kata Wakum, pihaknya juga telah menemui keberadan dari kendaraan roda empat Pemda Supiori yang dialihfungsikan, seperti dijadikan angkutan umum seperti taksi maupun rental.”Ada juga roda dua yang telah dijual, kami akan tarik kembali,” ungkapnya.
Wakum menyebutkan, selama aset Pemda Supiori ini tidak bisa ditertibkan, maka penilaian BPK RI terhadap penyelenggaran Pemerintahan serta pengelolaan keuangan Supiori dari waktu ke waktu tidak berubah yakni Disclimer atau amburradul. “Kami akan tetap tarik kembali, Bupati dan Wakil Bupati ingin agar opini BPK RI tehadap Supiori berubah, dan tidak ada masalah atau alasan untuk menahan ataupun menjual barang Pemda tersebut, ada pejabat yang juga menahan lebih dari satu kendaraan roda empat di rumahnya, kami harap agar juga secara sadar mengembalikan barang-barang tersebut,” tegas Wakum.
Ia juga menjelaskan, bahwa Bupati Supiori telah mengintruksikan kepada seluruh SKPD, badan maupun kantor di lingkungan Pemda Supiori untuk tidak lagi membelanjakan kendaraan dinas, karena jika dihitung jumlah kendaraan dinas yang dimiliki Pemda Supiori sudah terlampau mencukupi. “Tidak ada lagi pengadaan kendaraan dinas dari APBD, kalau ada berarti itu sangat dibutuhkan,” tandas Wakum. (hen/don/lo2)

Comments
Add New Search
sajojo   |182.23.26.xxx |Y-m-d H:i:s
emangnya itu barang neneknya...
yg macm b egitu jan
gan ada kompromi...lagsung seret ke penja ra...banyak orang
yg susah...jd hajar mereka biar jg mengerti bagaimana susah
....
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul