| Di Supiori, Ada Oknum PNS Jual Kendaraan Dinas |
|
|
|
| Ditulis oleh redaksi binpa |
| Minggu, 19 Februari 2012 21:04 |
SUPIORI—Upaya penertiban aset Pemda Supiori yang digiatkan Bupati Supiori Fredrik Menufandu SH MH MM., mulai membuahkan hasil. Beberapa kendaraan dinas (roda empat maupun roda dua) milik Pemda Supiori yang dikuasai PNS tertentu berhasil diamankan. Pemda Supiori juga menemukan adanya penjualan aset Pemda tanpa prosedural kepada masyarakat umum yang dilakukan oleh oknum PNS Supiori.Kepala bagian (Kabag) Umum Setda Kabupaten Supiori, Yotham Wakum, SH., kepada media ini pekan kemarin, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap semua kendaraan (R4/R2) yang diadakan oleh Pemda Supiori selama beberapa tahun terakhir. dari hasil investigasi terhadap keberadaan dan kondisi barang-barang tersebut, pihaknya menemukan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut telah dipindahkan tangankan kepada pihak lain (pihak ke tiga) tanpa prosedural yang jelas. “Ada beberapa kendaraan milik Pemda yang telah dijual oleh beberapa oknum PNS Supiori, dan kami sudah tahu kepada siapa dan dimana barang-barang ini disembunyikan, kami akan tarik kembali, barang-barang ini dibeli dengan uang rakyat Supiori, tidak ada alasan yang membenarkan barang-barang ini dijual oleh mereka,” ungkap Wakum. Menyinggung oknum PNS mana saja dan kepada siapa barang-barang tersebut dijual, Wakum yang juga penasehat di lembaga Dewan Adat Byak ini belum bisa memberikan nama-nama dari oknum PNS tersebut, pasalnya pihaknya masih melakukan upaya-upaya pendekatan secara kekeluargaan. “Intinya ada kesadaran untuk mengembalikan barang-barang tersebut, kita selesaikan secara kekeluargaan dulu, kalau memang tidak bisa, ya ada aparat negara, kita serahkan kepada penegak hukum,” ungkap Wakum. Sekedar diketahuii, dari penelusuran media ini, beberapa kendaraan milik Pemda Supiori yakni kendaraan roda empat telah dipindahtangankan, bahkan ada yang sudah dua atau tiga kali pindahtangan. Selain kendaraan dinas Pemda Supiori yang telah dijual oleh oknum PNS Supiori, kata Wakum, pihaknya juga telah menemui keberadan dari kendaraan roda empat Pemda Supiori yang dialihfungsikan, seperti dijadikan angkutan umum seperti taksi maupun rental.”Ada juga roda dua yang telah dijual, kami akan tarik kembali,” ungkapnya. Wakum menyebutkan, selama aset Pemda Supiori ini tidak bisa ditertibkan, maka penilaian BPK RI terhadap penyelenggaran Pemerintahan serta pengelolaan keuangan Supiori dari waktu ke waktu tidak berubah yakni Disclimer atau amburradul. “Kami akan tetap tarik kembali, Bupati dan Wakil Bupati ingin agar opini BPK RI tehadap Supiori berubah, dan tidak ada masalah atau alasan untuk menahan ataupun menjual barang Pemda tersebut, ada pejabat yang juga menahan lebih dari satu kendaraan roda empat di rumahnya, kami harap agar juga secara sadar mengembalikan barang-barang tersebut,” tegas Wakum. Ia juga menjelaskan, bahwa Bupati Supiori telah mengintruksikan kepada seluruh SKPD, badan maupun kantor di lingkungan Pemda Supiori untuk tidak lagi membelanjakan kendaraan dinas, karena jika dihitung jumlah kendaraan dinas yang dimiliki Pemda Supiori sudah terlampau mencukupi. “Tidak ada lagi pengadaan kendaraan dinas dari APBD, kalau ada berarti itu sangat dibutuhkan,” tandas Wakum. (hen/don/lo2) |




SUPIORI—Upaya penertiban aset Pemda Supiori yang digiatkan Bupati Supiori Fredrik Menufandu SH MH MM., mulai membuahkan hasil. Beberapa kendaraan dinas (roda empat maupun roda dua) milik Pemda Supiori yang dikuasai PNS tertentu berhasil diamankan. Pemda Supiori juga menemukan adanya penjualan aset Pemda tanpa prosedural kepada masyarakat umum yang dilakukan oleh oknum PNS Supiori.