Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Kamis, 06 Maret 2014 07:00

65 Km Jalan Sudah Terbangun di Supiori

Ditulis oleh

Tampak Bupati Fredrik Menufandu mengendarai salah satu alat berat yang dipakai membuka jalan baru di wilayah distrik Supiori Selatan.SORENDIWERI - Sebagai kabupaten baru, kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan serta perumahan menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk segera dibangun. Terhitung sejak tahun 2011 hingga tahun 2013 ini, Pemda Kabupaten Supiori telah berhasil membangun jalan sepanjang 65km. Hal ini sebagaimana pejelasan Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., kepada wartawan belum lama ini di Supiori.
“Kebijakan APBD kita 70 persen banding 30 persen, yang 70 persen belanja publik sedangkan 30 persen aparatur. Kebijakan ini kita tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena memang kita sangat tertinggal dalam banyak hal, jadi kami harus mengejar semua itu.” Jelas Bupati.
Pada masa awal kepemimpinan kami yaitu tahun 2011, jelas Bupati, jalan yang dibangun adalah membuka dua jalur dalam  Ibu Kota Kabupaten (Sorendiweri, red), kemudian kami tingkatkan lagi di tahun 2012, jalan dua jalur dari Ibu Kota ke Pasar Sentral di Masram. Selain jalan dua jalur tersebut, di tahun yang sama (2012) ditingkatkan lagi jalan dari Pasar Sentral ke Aminweri. Dan dari Sorendiweri ke Warbor.

Bupati Fredrik Menufandu menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Supiori. SORENDIWERI - Siapa duga, hingga tahun 2013, sedikitnya 1953 masyarakat Supiori telah tinggal dalam rumah yang layak melalui program pembangunan rumah masyarakat layak huni yang digencarkan Bupati Fredrik Menufandu dan Wakil Bupati Yan Imbab.
“Kalau kita kalkulasikan, sejak  program ini dimulai tahun 2011 dan terus sampai tahun 2013 kemarin, rumah masyarakat yang sudah terbangun mencapai 1868 rumah, ini yang dibangun Pemda Supiori, sedangkan melalui TMMD sudah terbangun 85 unit rumah, jadi totalnya sudah mencapai 1953 rumah.” Jelas Bupati Fredrik Menufandu belum lama ini kepada wartawan di Supiori.
Dikatakan Bupati, Fredrik Menufandu, pembangunan rumah layak huni yang digalakkan sejak tahun 2011 ini memakai dana Otonomi Khusus Papua, di mana untuk setiap kampung mendapat alokasi dana Rp1 miliar. Dengan dana sebesar itu, masyarakat kampung bisa membangun rumah type 36 sebanyak 20 unit dalam satu tahun.  Di mana nilai setiap rumah Rp50 juta.
Program ini awalnya pada tahun 2011, di mana, jelas Bupati, Ia bersama Wakil Bupati mencoba meluncurkan program ini untuk melihat respon masyarakat sekaligus menguji kemampuan aparatur kampung dalam mengelola dana Rp1 miliar dan mempertanggungjawabkan dana tersebut.

Kamis, 06 Maret 2014 06:51

Pekan ini, 30 Praja IPDN Magang di Supiori

Ditulis oleh

Oktovianus Rumere, S.E. M.MT. SORENDIWERI – Pekan ini, sebanyak 30 orang Madya Praja tingkat II Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jayapura akan melakukan praktik kerja (magang, red) di Pemkab Supiori. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Oktovianus Rumere, S.E., M.MT., saat memimpin apel awal bulan Maret, Senin kemarin.
“Akan ada 30 orang praja yang mengikuti magang di sini dan pendamping jadi sekitar 40 orang. Mereka akan magang di sini selama 1 bulan. Mereka yang magang pun akan dibagi-bagi penempatan kerja magang mereka nantinya.’’ jelas Rumere.

Bupati Fredrik Menufandu menyerahkan DPA SKPD secara simbolis kepada perwakilan SKPD Kadis DKP Roberth Manutelesi, Kabag Hukum dan HAM serta Kepala Distrik Supiori Utara.SORENDIWERI - Bupati Supiori Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., secara resmi menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kabupaten Supiori Tahun Anggaran 2014 kepada setiap pimpinan SKPD, Selasa (25/2) kemarin di Aula lantai dua kantor Bupati Supiori.
Penyerahan DPA ini juga dirangkaikan dengan penandatangan Pakta Integritas dan pertanggungjawaban mutlak oleh pimpinan SKPD atas DPA yang diserahkan. Mendampingi Bupati Supiori dalam penyerahan DPA tersebut, Wakil Bupati Supiori Drs. Yan Imbab serta Sekda Supiori, Oktovinus Rumere, S.E., M.MT.
Kata Bupati Penyerahan DPA saat ini sangat penting dilaksanakan, mengingat faktor ketepatan waktu, sangat mutlak untuk kita perhatikan, agar tidak ada alasan bagi siapa saja untuk tidak dapat menjalankan program pembangunan, yang telah direncanakan dengan baik dan matang. “Jangan buat kegiatan yang tidak termuat dalam DPA, kerjakan kegiatan yang tertera dalam DPA, jangan paksakan, karena nanti anda sendiri yang tanggung akibatnya,” ingat Bupati.
Selain mengingatkan SKPD untuk berhati-hati, Bupati juga meminta pimpinan SKPD agar melakukan pengendalian terhadap semua kegiatan yang dilakukan di SKPD masing-masing.

Rabu, 26 Februari 2014 07:17

Bupati Minta Pimpinan SKPD Tingkatkan Koordinasi

Ditulis oleh

Para pimpinan SKPD membaca Pakta Integritas dan Pertanggung jawaban mutlak terhadap DPA 2014, sebelum ditandatangani. SORENDIWERI–Bupati Supiori Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., meminta seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Supiori untuk meningkatkan koordinasi. Ada kecenderungan, pimpinan SKPD dan bawahannya jalan sendiri-sendiri padahal keberhasilan organisasi itu sangat ditentukan oleh kekompakan dalam organisasi tersebut.
“Saya minta untuk pimpinan SKPD agar terus lakukan koordinasi dengan bawahan saudara, keberhasilan kegiatan sampai dengan pertanggungjawabannya yang tepat waktu juga ditentukan oleh koordinasi yang baik antara pimpinan dan bawahan,” ujar Bupati Supiori saat rapat koordinasi dan penyerahan DPA SKPD di Aula Lantai II Kantor Bupati Supiori, Selasa (25/2) kemarin.
Bupati juga meminta pejabat eselon III dan IV untuk bekerja bersama sebagai satu tim work dengan pimpinan. Hal ini dimaksudkan agar semua kegiatan yang dikerjakan oleh SKPD dapat berjalan sesuai dengan harapan.
“Eselon III dan IV agar anda membantu pimpinan mu, selalu tunduk dan taat, loyal pada pimpinan, jangan kita hanya tahu tandatangan DP3 saja tapi penerapannya sama sekali tidak ada. Eselon III dan IV harus kerja dengan baik, karena anda adalah penggerak utama pada SKPD itu.” Ujar Bupati.

SORENDIWERI-Tahun ini, seluruh sekolah di Supiori seharusnya dapat menerima kembali kucuran dana block grant dari Pemerintah, namun sayangnya kucuran dana tersebut terancam dihentikan, menyusul penggunaan dana block grand tahun 2012 banyak kelemahan dan belum dipertanggungjawabkan.
Hal ini diungkapkan Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., pada kesempatan penyerahan bantuan motor tempel bagi nelayan di Supiori, senin (17/2) kemarin.
Bupati Fredrik Menufandu mengatakan, dana block grand yang seharusnya diterima para sekolah di Supiori, terancam tidak dapat disalurkan lagi seperti biasanya, karena kesalahan prosedur penyaluran yang sengaja dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Supiori serta belum ada pertanggungjawaban dari masing-masing sekolah penerima dana tersebut.
“Kita rugi besar, dana yang seharusnya dapat membantu operasional sekolah itu, terancam tidak disalurkan lagi, ini kerugian besar bagi masyarakat Supiori.” Tegas Bupati Fred Menufandu.

Rabu, 19 Februari 2014 06:59

193 Nelayan Supiori Terima Motor Tempel

Ditulis oleh

Wabup : Jangan Dijual kepada Penadah

Tampak Wabup Yan Imbab bersama Bupati Fredrik Menufandu menyerahkan satu unit motor tempel kepada masyarakat nelayan penerima manfaat.SORENDIWERI-Masyarakat Supiori sudah selayaknya berbangga, karena memiliki seorang Fredrik Menufandu yang benar-benar peduli pada nasib mereka. Ini terbukti dengan berbagai produk kebijakan dan program pembangunan daerah yang pro rakyat selama tiga tahun Ia menjabat Bupati Supiori. Selain prioritas pada pembangunan infrastruktur dasar untuk kesejahteraan masyarakat, Pemda Supiori yang dinakhodai Fredrik Menufandu juga memberi prioritas pada peningkatan pendapatan perekonomian masyarakat.
Ya, mengawali tahun kerja 2014 ini, sedikitnya 193 nelayan tradisional yang tersebar pada lima distrik di Kabupaten Supiori mendapat penguatan ekonomi melalui bantuan perahu nelayan lengkap dengan motor tempel serta alat tangkap berupa jaring.
Penyerahan bantuan bagi 193 masyarakat nelayan di Supiori ini dilakukan Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., bersama Wakil Bupati Drs. Yan Imbab, disaksikan seluruh penerima bantuan dan PNS Pemda Kabupaten Supiori, di aula lantai I Kantor Bupati Supiori, senin (17/2) kemarin.
Bupati Supiori, Fredrik Menufandu dalam arahannya, mengharapkan bantuan perahu lengkap dengan motor tempel serta alat tangkap tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk semata-mata meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga mereka.

Rabu, 19 Februari 2014 06:55

Rp200 Juta Bakal Banjiri 38 Kampung di Supiori

Ditulis oleh

Bupati Supiori Fredrik Menufandu dan Asisten I Sekda Drs. Budi Mansoben.SORENDIWERI-Program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., dan Drs. Yan Imbab, dengan program Rp1 Miliar per-kampung untuk pembangunan rumah masyarakat layak huni, terus ditingkatkan. Tahun 2014 ini saja, melalui kebijakan penganggaran yang pro rakyat, 38 Kampung di Supiori akan ketambahan dana sebesar Rp200 juta.
Kepastian penambahan kapasitas anggaran sebesar Rp200 juta bagi pemerintahan kampung tahun 2014 ini, diungkapkan Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., saat bertatap muka dengan para kepala kampung dan sekretaris Kampung di aula lantai I Kantor Bupati Supiori, senin (17/2) kemarin.
Turut mendampingi Bupati pada pertemuan tersebut, Wakil Bupati Supiori Drs. Yan Imbab, Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan HAM Drs. Budi Mansoben, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Mandosir Yustinus, S.E., M.Si., bersama sekretarisnya.

Rabu, 19 Februari 2014 06:56

Hadapi Pileg, Kepala Kampung Harus Netral

Ditulis oleh

Sekretaris Kampung Yang Balelo Akan Diganti

SORENDIWERI-Bupati Supiori Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., mengingatkan kepala kampung di Supiori agar menempatkan diri sebagai abdi Negara dan pemimpin masyarakat di kampung-kampung dan tidak menggunakan kapasitasnya untuk kepentingan partai politik atau calon parpol tertentu, namun bertindak bijak pada pemilihan calong anggota DPRD mendatang.
“Saya ingatkan kepada kepala kampung dengan tegas, bahwa anda adalah pemimpin masyarakat di kampung dan juga wakil pemerintah daerah di tingkat kampung, jangan gunakan kewenangan dan kapasitas anda untuk kepentingan sesaat, karena saya akan bertindak tegas sesuai aturan perundangan yang berlaku.” Tegas Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H.,
M.H., M.M., pada acara tatap muka dengan kepala kampung dan sekretaris kampung, di aula lantai I Kantor Bupati Supiori, senin (17/2) kemarin.

Halaman 4 dari 20