Jalan Raya Kotaraja Telp. (0967) 581614, 081344259201, Pemasaran/langganan:   081387520442, Hunting: 08124870241, email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Sekda : Pemda Akan Ganti Biaya Perbaikan

Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M.SORENDIWERI - Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., meminta PNS yang menguasai mobil Pick Up jenis Hilux yang dioperasikan tahun 2012 lalu bagi transportasi umum masyarakat untuk segera mengembalikan mobil-mobil tersebut pada tempat dan fungsinya paling lambat pekan ini.
“Bupati sudah layangkan surat edaran minggu lalu kepada mereka (PNS) yang ada pegang mobil-mobil itu, agar dikembalikan ke tempatnya untuk transportasi masyarakat. Bukan untuk layani kepentingan kantor, dinas ataupun PNS, tapi untuk transportasi masyarakat.” Kata Staf Khusus Bupati Supiori, Drs. M. Yohanis Koroh, menirukan ketegasan Bupati Supiori belum lama ini di Supiori.
Mobil-mobil itu, kata Koroh, pada dasarnya diadakan Pemda untuk melayani masyarakat di kampung-kampung, sehingga kalau saat ini mobil-mobil tersebut sudah tidak beroperasi lagi dan dialihfungsikan seperti yang tampak saat ini, maka seharusnya ada kesadaran untuk mengembalikan mobil-mobil tersebut ke tempatnya. “Tidak ada alasan, bahwa mobil-mobil tersebut dipakai untuk kepentingan dinas. Mobil-mobil itu sejak diadakan telah ditetapkan sebagai transportasi umum melayani masyarakat.” Jelas Koroh.
“Jadi kalau ada PNS, apalagi pejabat Pemda yang pegang mobil-mobil ini, ya, sangat diharapkan mengindahkan Surat Edaran Bupati Supiori.” Ujar Koroh.

Selasa, 11 Maret 2014 07:02

108 Praja IPDN Kampus Papua Magang di Supiori

Ditulis oleh

Para praja IPDN Kampus Papua, menggelar apel di Pelabuhan Laut Biak, sebelum diberangkatkan menuju Sorendiweri, Kabupaten Supiori.SORENDIWERI - Sedikitnya 108 Praja IPDN Kampus Papua bukan 30 praja seperti diberitakan sebelumnya, didampingi 28 pembimbing teknis dan TU Satlat, minggu (9/3) kemarin telah tiba di Sorendiweri, Ibu Kota Kabupaten Supiori. Mereka akan magang selama satu bulan.
Hadir dalam penjemputan peserta magang IPDN kampus Papua di pelabuhan laut Biak, Asisten III Sekda, Ronny S. G. Mamoribo, S.STP., M.Si., Kepala BKD Rafles Ngilamele, S.STP., Kabag Pemerintahan Naomi Mayer, S.STP., Kabag Humas Maya Yakadewa S.Sos., serta Kabag Umum Julianus Warikar S.Sos., Usai apel penjemputan, para praja kemudian diangkut menggunakan 6 buah bus menuju Kabupaten Supiori.
Staf Khusus Bupati Supiori, Drs. M. Yohanis Koroh, pekan kemarin di Biak, mengatakan, para praja IPDN kampus Papua yang magang di Pemkab Supiori, sebanyak 108 praja. Mereka akan disebar di delapan SKPD. Masing-masing Bappeda, Dispenda, Setda, BKD, BPPMK, DPKAD, Inspektorat serta Distrik Supiori Timur.

Kamis, 06 Maret 2014 07:00

Keluar Daerah Harus Seizin Bupati

Ditulis oleh

Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M.SORENDIWERI - Bupati Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., meminta pimpinan SKPD di lingkup Pemda Supiori untuk tidak keluar daerah tanpa mendapat izin dari Bupati Supiori.
“Bupati cuma satu, oleh karena itu pejabat yang mau keluar daerah harus meminta ijin kepada Bupati, harus punya etika,” tegas Bupati Fredrik Menufandu pekan kemarin, saat membuka workshop Kick Off Program LANDASAN Papua kerjasama Pemkab Supiori dengan DFAT Australia AID-AIPD, belum lama ini di Supiori.
Ketegasan Bupati ini menyusul beberapa SKPD teknis yang berkaitan dengan program AID-AIPD ini tidak hadir pada acara yang digelar selama dua hari itu, dengan menghadirkan 15 Kepala Kampung bersama aparatnya serta tiga kepala distrik dan beberapa elemen di tingkat kampung dan distrik.

Jika Berhasil, Akan Ikut Kunjungan Belajar

SORENDIWERI – Kepala kampung dituntut untuk bisa menindaklanjuti usulan kegiatan yang dihasilkan selama work shop Kick Off  LANDASAN Papua, karena Tim AIPD akan  mengevaluasi dan kampung yang  merespon akan diikutkan dalam kunjungan belajar ke sejumlah kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil melakukan program serupa.
“Tim AIPD LANDASAN Papua akan mengevaluasi kampung demi kampung. Bagaimana dia menindaklanjuti, apa yang sudah didapatkan selama Work Shop, bagaimana dia menindaklanjuti usulan- kegiatan itu, bagaimana dia mulai melakukan apa yang diprogramkan. Itu selanjutnya menjadi penilaian, dan bagi kampung-kampung yang sudah meresponnya menindaklanjutinya dengan baik, maka kepala kampung akan di ajak atau diikutkan dalam kunjungan belajar ke beberapa kabupaten yang sudah berhasil menerapkan program ini.” Jelas Anton Tarigan Community Development Specialist APID, dalam laporan penutupan Work Shop jumat (28/1) pekan kemarin.
Ya, selain kepala kampung, sambung Anton,  kepala distrik serta pimpinan SKPD juga akan diikutkan dalam program yang sama. Namun sebelum kunjungan tersebut dilaksanakan, AIPD akan melakukan work shop I bersama kepala distrik, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan BPPMK didampingi Bappeda Supiori untuk menindaklanjuti usulan-usulan yang telah dihasilkan kepala kampung selama Work Shop.

Kamis, 06 Maret 2014 07:00

65 Km Jalan Sudah Terbangun di Supiori

Ditulis oleh

Tampak Bupati Fredrik Menufandu mengendarai salah satu alat berat yang dipakai membuka jalan baru di wilayah distrik Supiori Selatan.SORENDIWERI - Sebagai kabupaten baru, kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan serta perumahan menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk segera dibangun. Terhitung sejak tahun 2011 hingga tahun 2013 ini, Pemda Kabupaten Supiori telah berhasil membangun jalan sepanjang 65km. Hal ini sebagaimana pejelasan Bupati Supiori, Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., kepada wartawan belum lama ini di Supiori.
“Kebijakan APBD kita 70 persen banding 30 persen, yang 70 persen belanja publik sedangkan 30 persen aparatur. Kebijakan ini kita tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena memang kita sangat tertinggal dalam banyak hal, jadi kami harus mengejar semua itu.” Jelas Bupati.
Pada masa awal kepemimpinan kami yaitu tahun 2011, jelas Bupati, jalan yang dibangun adalah membuka dua jalur dalam  Ibu Kota Kabupaten (Sorendiweri, red), kemudian kami tingkatkan lagi di tahun 2012, jalan dua jalur dari Ibu Kota ke Pasar Sentral di Masram. Selain jalan dua jalur tersebut, di tahun yang sama (2012) ditingkatkan lagi jalan dari Pasar Sentral ke Aminweri. Dan dari Sorendiweri ke Warbor.

Bupati Fredrik Menufandu menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Supiori. SORENDIWERI - Siapa duga, hingga tahun 2013, sedikitnya 1953 masyarakat Supiori telah tinggal dalam rumah yang layak melalui program pembangunan rumah masyarakat layak huni yang digencarkan Bupati Fredrik Menufandu dan Wakil Bupati Yan Imbab.
“Kalau kita kalkulasikan, sejak  program ini dimulai tahun 2011 dan terus sampai tahun 2013 kemarin, rumah masyarakat yang sudah terbangun mencapai 1868 rumah, ini yang dibangun Pemda Supiori, sedangkan melalui TMMD sudah terbangun 85 unit rumah, jadi totalnya sudah mencapai 1953 rumah.” Jelas Bupati Fredrik Menufandu belum lama ini kepada wartawan di Supiori.
Dikatakan Bupati, Fredrik Menufandu, pembangunan rumah layak huni yang digalakkan sejak tahun 2011 ini memakai dana Otonomi Khusus Papua, di mana untuk setiap kampung mendapat alokasi dana Rp1 miliar. Dengan dana sebesar itu, masyarakat kampung bisa membangun rumah type 36 sebanyak 20 unit dalam satu tahun.  Di mana nilai setiap rumah Rp50 juta.
Program ini awalnya pada tahun 2011, di mana, jelas Bupati, Ia bersama Wakil Bupati mencoba meluncurkan program ini untuk melihat respon masyarakat sekaligus menguji kemampuan aparatur kampung dalam mengelola dana Rp1 miliar dan mempertanggungjawabkan dana tersebut.

Kamis, 06 Maret 2014 06:51

Pekan ini, 30 Praja IPDN Magang di Supiori

Ditulis oleh

Oktovianus Rumere, S.E. M.MT. SORENDIWERI – Pekan ini, sebanyak 30 orang Madya Praja tingkat II Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jayapura akan melakukan praktik kerja (magang, red) di Pemkab Supiori. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Oktovianus Rumere, S.E., M.MT., saat memimpin apel awal bulan Maret, Senin kemarin.
“Akan ada 30 orang praja yang mengikuti magang di sini dan pendamping jadi sekitar 40 orang. Mereka akan magang di sini selama 1 bulan. Mereka yang magang pun akan dibagi-bagi penempatan kerja magang mereka nantinya.’’ jelas Rumere.

Bupati Fredrik Menufandu menyerahkan DPA SKPD secara simbolis kepada perwakilan SKPD Kadis DKP Roberth Manutelesi, Kabag Hukum dan HAM serta Kepala Distrik Supiori Utara.SORENDIWERI - Bupati Supiori Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., secara resmi menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kabupaten Supiori Tahun Anggaran 2014 kepada setiap pimpinan SKPD, Selasa (25/2) kemarin di Aula lantai dua kantor Bupati Supiori.
Penyerahan DPA ini juga dirangkaikan dengan penandatangan Pakta Integritas dan pertanggungjawaban mutlak oleh pimpinan SKPD atas DPA yang diserahkan. Mendampingi Bupati Supiori dalam penyerahan DPA tersebut, Wakil Bupati Supiori Drs. Yan Imbab serta Sekda Supiori, Oktovinus Rumere, S.E., M.MT.
Kata Bupati Penyerahan DPA saat ini sangat penting dilaksanakan, mengingat faktor ketepatan waktu, sangat mutlak untuk kita perhatikan, agar tidak ada alasan bagi siapa saja untuk tidak dapat menjalankan program pembangunan, yang telah direncanakan dengan baik dan matang. “Jangan buat kegiatan yang tidak termuat dalam DPA, kerjakan kegiatan yang tertera dalam DPA, jangan paksakan, karena nanti anda sendiri yang tanggung akibatnya,” ingat Bupati.
Selain mengingatkan SKPD untuk berhati-hati, Bupati juga meminta pimpinan SKPD agar melakukan pengendalian terhadap semua kegiatan yang dilakukan di SKPD masing-masing.

Rabu, 26 Februari 2014 07:17

Bupati Minta Pimpinan SKPD Tingkatkan Koordinasi

Ditulis oleh

Para pimpinan SKPD membaca Pakta Integritas dan Pertanggung jawaban mutlak terhadap DPA 2014, sebelum ditandatangani. SORENDIWERI–Bupati Supiori Fredrik Menufandu, S.H., M.H., M.M., meminta seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Supiori untuk meningkatkan koordinasi. Ada kecenderungan, pimpinan SKPD dan bawahannya jalan sendiri-sendiri padahal keberhasilan organisasi itu sangat ditentukan oleh kekompakan dalam organisasi tersebut.
“Saya minta untuk pimpinan SKPD agar terus lakukan koordinasi dengan bawahan saudara, keberhasilan kegiatan sampai dengan pertanggungjawabannya yang tepat waktu juga ditentukan oleh koordinasi yang baik antara pimpinan dan bawahan,” ujar Bupati Supiori saat rapat koordinasi dan penyerahan DPA SKPD di Aula Lantai II Kantor Bupati Supiori, Selasa (25/2) kemarin.
Bupati juga meminta pejabat eselon III dan IV untuk bekerja bersama sebagai satu tim work dengan pimpinan. Hal ini dimaksudkan agar semua kegiatan yang dikerjakan oleh SKPD dapat berjalan sesuai dengan harapan.
“Eselon III dan IV agar anda membantu pimpinan mu, selalu tunduk dan taat, loyal pada pimpinan, jangan kita hanya tahu tandatangan DP3 saja tapi penerapannya sama sekali tidak ada. Eselon III dan IV harus kerja dengan baik, karena anda adalah penggerak utama pada SKPD itu.” Ujar Bupati.

Halaman 4 dari 20