Industri Berbasis SDA Daerah Perlu Ditingkatkan

JAYAPURA – Saat ini diperlukan peningkatan pengembangan industri berbasis Sumber daya Aalam (SDA)  [ ... ]


1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepasliarkan

SENTANI - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freepor [ ... ]


Dewan : Di Sentani Timur Banyak Guru SD Malas

SENTANI - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura Frangklin Wahey, S.Sos menemukan sejumlah guru di D [ ... ]


Jumat, 18 Mei 2012
Home Tanah Papua Saatnya Kembalikan Serui yang Dulu Bersih dan Indah
Saatnya Kembalikan Serui yang Dulu Bersih dan Indah PDF Cetak E-mail
Ditulis oleh (seo/roy/LO1)   
Rabu, 22 Februari 2012 12:44

 

SERUI—Kota Serui  yang pada zaman bupati Philip Wona terkenal dengan ACIS  (Aman, Ceria, Indah, Sehat) kina mulai pudar atau bahkan hilang sama sekali, padhal dahulu ACIS ini menjadi idola sekaligus icon kota Serui ke se-antero tanah Papua.  Pada sisi lain, ACIS ini juga menjadi andalan dan primadona pemerintah setempat bersama masyarakat, untuk itu, pada tahun 2012 ini dirasa perlu untuk ditumbuh kembangkan lagi menjadi kebanggaan bersama.

Hal tersebut  disampaikan  Ketua Umum Dewan Adat Kabupaten Kepulauan Yapen  Apolos Mora ketika ditemui Bintang Papua  dikediamannya di  Jl.Anotaurei-Serui kemarin.

 

Dikatakan Apolos Mora,  Pemerintah Daerah dan masyarakat yang ada di kota Serui harus memahami betul kata ACIS yang telah melekat pada kota ini,mengingat pentingnya kesehatan bagi manusia namum sekilas kita melihat banyaknya sampah yang berserakan disekitar jembatan 3000 samping pasar ikan dan beberapa lokasih lainnya yang ada di kota  Serui sehingga begitu kotor dan jorok maka jelas terkesan masyarakat kota ini sudah tidak menyadari istilah ACIS  yang telah melekat selama ini, untuk itu, dirinya mengajak semua pihak agar bersama-sama memperhatikan kebersihan disekitar lingkungan kita dan buanglah sampah pada tempatnya atau tempat yang telah disediakan agar tidak dibuang secara sembarangan.

Lebih jauh dikatakan, sampah-sampah yang ada saat ini, tepatnya  di sepanjang tepian pantai jembatan 3000 begitu jorok dan masyarakat tidak menyadari dampak dari hal tersebut apabila hanya membuang sampah secara sembarangan.  Untuk itu, dirinya selaku Dewan Adat di Daeerah ini berharap kepada pihak pemerintah, LSM, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya dalam melihat hal itu secara bersama dan terlebih khususnya lagi bagi pemerintah daerah agar bisa mengeluarkan Peraturan Daerah terkait dengan sampah-sampah tersebut sehingga menjadi perhatian dari semua masyarakat dan menjadi perhatian serius dalam menjaga kebersihan di kota Serui

Dihimbau kepada dinas atau instansi terkait dalam hal ini Dinas Tata Kota agar bisa membuat program Bak ataupun tempat sampah yang layak dan parmanen sehingga dapat tertata secara baik, hal ini mengingat, bila menggunakan kantong plastik maka dengan mudah dirusakan oleh hewan ataupun ternak yang berkeliaran dalam kota,dan kepada pihak DPRD yang adalah wakil rakyat, hendaknya menjalankan  fungsinya sebagai lembaga yang harus memihak serta memperhatikan hal-hal yang baik bagi kesejahteraan masyarakat umumnya agar dapat memperhatikan hal itu secara baik. Hal lain juga agar tepat karena selama ini Dewan Adat maupun tokoh-tokoh masyarakat melihat  DPRD dan pejabat-pejabat lainnya sering pergi keluar daerah setiap saat melihat kebersihan dan keindahan daerah lain namun tidak pernah ada niat maupun keinginan untuk merancang sesuatu hal yang benar/baik bagi daerah ini, mengingat kota Serui banyak dijuluki kota perjuangan, kota acis dan kota injil namun dalamnya tidak seperti demikian. (seo/roy/LO1)

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

LAST_UPDATED2
 

Editorial

Bual – Bualan Poli”Tikus”

Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri,  kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]


Opini

ANEKSASI, POLITISASI DAN EKSPLORASI JARGON USANG TANPA DASAR

Anggota Kongres Amerika Serikat Eni Faleomavaega menegaskan pihaknya tidak mendukung kemerdekaan Papua, tetapi menyetujui otonomi khusus bagi provinsi itu sebagaimana Republik Indonesia memberlakukannya di Aceh. “Eni Faleomavaega, berharap pemberlakuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua secara serius dan konsisten oleh pemerintah RI,” demikian, dilaporkan anggota Kaukus DPR RI-AS Eva Kusuma Sundari dari Washington D.C. kepada ANTARA di Semarang, Kam [ ... ]


Tanggapan Berita

Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com

Pace Bintul