| Ruang Tunggu Dermaga Waropen Jadi Kantor Dishub |
|
|
|
| Ditulis oleh (seo/aj/LO1) | ||||||
| Selasa, 07 Februari 2012 20:59 | ||||||
|
WAROPEN - Terkait dengan keluhan masyarakat menyangkut ketersediaan ruang tunggu di Dermaga Waropen, yang mana di saat hujan atau panas, masyarakat yang menunggu kedatangan kapal yang hendak ditumanginya untuk ke daerah lain melalui laut tidak memiliki tempat berteduh. Hal itu karena bangunan yang sedianya dipakai untuk ruang tunggu penumpang di Dermaga Waropen, dipakai untuk Kantor Dinas Perhubungan. Menyikapi masalah tersebut, Ketua DPRD Waropen Hugo tebai,STh ketika kepada binpa di ruang kerjanya mengatakan, hal tersebut telah ditindak lanjuti dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Waropen menyangkut gedung tersebut. Dikatakan, upaya-upaya pertemuan dengan Dinas terkait telah dilakukan guna menyelesaikan permasalahan tersebut, mengingat akan suara hati rakyat yang diserukan bagi pemerintah saat ini agar dapat memperhatikan nasib/keadaan mereka. Ia berharap agar Dinas terkait dapat membangunataupun mengontrak bangunan lain untuk sementara waktu, mengingat saat ini konsentrasi pembangunan Kabupaten Waropen sementara dipusatkan di ibukota Kabupaten yaitu Botawa.Sehingga Ia berharap besar agar ada dukungan maupun kerja sama yang baik dari Dinas Perhubungan untuk bisa mencari bangunan lain agar bangunan yang awalnya diperuntukan sebagai tempat ruang tunggu bagi para penumpang disekitar dermaga bisa dipergunakan, dan masyarakat pun ikut senang mengingat ada tempat berteduh bagi masyarakat. Dengan demikian atas nama Wakil rakyat juga menyampaikan permohonan maaf bagi semua masyarakat terkait permasalahan serta kekurangan yang ada saat ini,serta berharap kedepannya dari RPJMD yang sudah ditetapkan merupakan bagian dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati saat ini dan sementara dibenahi sedikit demi sedikit pembangunan yang ada di Daerah Kabupaten Waropen. Sementara, menyangkut retribusi pada pintu masuk dermaga yang ditarik biayanya tanpa memberikan karcis apapun bagi para penumpang yang ingin keluar masuk, sehingga menimbulkan protes dari para pengunjung, menurut Hugo Tebai seharusnya penarikan dari suatu distribusi harus disertakan dengan karcis sehingga bisa diketahui berapa besar pendapatan Daerah yang diperoleh. Dan apabila penarikan distribusi tanpa karcis maka bisa saja hasil tersebut masuk dikantong, namun Dirinya akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait hal ini dengan pihak pelabuhan. Untuk itu dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan masukan-masukan sehingga kedepannya akan semakin ditingkatkan lagi upaya-upaya penyelesaiannya. (seo/aj/LO1)
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3
!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved." |



